Iklan
My Journal

Design Sprint, Cara Validasi Ide Dengan Cepat

Di tulisan saya sebelumnya, saya sempat membahas tentang cara melakukan validasi “fun” untuk sebuah game. Lalu tidak lama, sama membaca sebuah buku menarik yang ditulis oleh Jake Knapp berjudul Design Sprint. Buku itu membahas bagaimana Jake Knapp ketika di Google membuat sebuah framework untuk menguji sebuah ide dengan cepat, hanya dalam waktu lima hari.
 
Kalau ada yang pernah baca buku Lean Startup, pasti familiar dengan siklus seperti di bawah ini. Kita punya ide, lalu kita kembangkan produknya dengan minimum viable product, lalu kita test dan ukur, dan kita pelajari feedback nya untuk dikembangkan. Semuanya dilakukan dalam waktu yang cepat, paling lama 3 bulan. Nah kalau design sprint ini, dia skip fase build sehingga dari ide bisa langsung dapat feedback dan melakukan validasi terhadap ide-nya dalam waktu 5 hari.
 

Apa itu Design Sprint?

 
Design Sprint merupakan sebuah metode yang dikembangkan oleh Jake Knapp ketika berada di Google untuk memvalidasi ide dalam waktu singkat. Dalam Design Sprint, Jake membagi setiap proses dalam satu hari. Hari senin untuk melakukan maping dari ide yang ingin dibuat, hari selasa untuk membuat sketch solusi, hari rabu untuk menentukan solusi yang digunakan, hari kamis untuk membuat prototype, dan hari Jumat untuk testing.
 
Metode kerja atau framework ini sudah diuji ke ratusan kasus mulai dari produk perangkat lunak hingga robotik, dari ranah teknologi hingga kuliner, dari inovasi sederhana hingga solusi untuk permasalahan medis. Diharapkan dengan Design Sprint, kita bisa membuat inovasi menjadi lebih cepat untuk tervalidasi dan tidak membuang-buang waktu dan biaya untuk mengerjakan sebuah ide baru yang tidak valid.
 

Bagaimana melakukan Design Sprint?

 
Lebih enak cobain baca langsung sih buku Design Sprint ini agar bisa memahami makna dan esensi dari tiap tahapan secara komprehensif. Kamu akan menemukan aha moment yang itu gak bisa dirangkum dalam tulisan pendek di blog saya ini. Saya sendiri untuk bisa menjelaskan dengan detil belum cukup kredibel karena baru sekali trial menggunakan Design Sprint untuk produk di Arsa Kids. Tapi saya coba sedikit share pengalaman saya yah.
 

Pre-Sprint

Sebelum Sprint dimulai, kita harus mempersiapkan beberapa hal. Yang pertama dan yang terpenting adalah tim untuk sprint. Sprint ini baiknya tidak terlalu ramai (max 7 orang katanya) dan baiknya terdiri dari anggota yang diverse. Misalkan gabungan dari programmer, artist, marketing, product manager, dan stakeholder terkait. Lalu kita minta mereka kosongkan jadwal untuk lima hari untuk melakukan sprint (karena proses ini memakan waktu satu hari penuh). Walaupun saya melihat ada yang bisa sprint dalam waktu 2 hari sih.
 

Senin : Mapping

Di hari pertama, yang kita lakukan adalah mapping. Kita membuat user story dari bagaimana user berinteraksi dengan sistem kita dalam bentuk flow diagram. Di hari ini juga baiknya mengundang expert untuk memvalidasi apakah benar flow atau map yang kita buat merepresentasikan kondisi secara nyata. Di hari ini, kita akan menentukan titik mana dari map yang kita buat untuk kita pecahkan masalahnya atau cari solusinya (target). Proses menentukan titik target di map yang ingin kita pecahkan ini menggunakan vote.
 

Selasa : Sketch

Di hari kedua, kita akan coba melakukan brainstorming membuat ide solusi sebanyak-banyaknya. Di buku Design Sprint dibahas dengan sangat rinci sekali sih metode untuk menggenerate idea secara baik. Bahkan ada metode yang menurut saya cukup unik dimana dalam waktu 8 menit, satu orang harus merevise ide-nya dengan opsi ide lain sebanyak 8 kali. Jadi improvemenet atau alternatif ide yang dia buat dilakukan tiap satu menit. Proses ini membuat otak kita menjadi lebih terpacu dan banyak ide-ide menarik lahir di dalamnya.
 

Rabu : Decide

Di hari rabu kita melakukan proses pemilihan sketch mana yang menarik untuk ditest. Cara memilih sketch pun ada template nya yang cukup rinci step by step bisa kita lakukan mengikuti panduan dari buku Design Sprint. Intinya proses pemilihan ini gak melalui proses pitching atau presentasi, pure kita memahami sebuah solusi dan memberikan vote kita di sana. Akhir dari hari ini adalah kita membuat Storyboard dari solusi yang terpilih.
 

Kamis : Prototype

Hari kamis adalah tahap untuk membuat prototype dari solusi yang kita pilih dan kita buat storyboardnya. Membuat prototype dalam satu hari, gimana caranya? Kalau menurut Jake sih prototype ini cukup hanya menggunakan aplikasi seperti Keynote atau PPT aja. Walaupun untuk case saya di game, agak sulit untuk membuat prototype dalam waktu satu hari saja. Tapi bisa jadi ada proses yang salah (mungkin scope terlalu besar) sehingga tidak feasible untuk prototype dalam satu hari. Tapi dalam case aplikasi atau software, rasanya sangat feasible untuk melakukan hal tersebut dalam satu hari.
 

Jumat : Testing

Di hari Rabu ketika kita sudah decide solusi, kita sudah mulai nelponin orang-orang yang cocok dengan target market solusi tersebut agar bisa diminta bantuannya menjadi tester. Jumlah tester yang dibutuhkan adalah lima orang. Proses testing ini dilakukan oleh satu pewawancara dan satu tester dimana tim kita yang lain mengamati dari ruang berbeda. Teknik melakukan testing ini juga dibahas detil di dalam bukunya.
 

Bagaimana Hasilnya Setelah Melakukan Design Sprint?

 
Menurut saya ini merupakan framework yang sangat menyenangkan bagi kita untuk bisa menggenerate ide. Tak hanya itu, proses pemilihan ide pun menjadi lebih cepat dan mudah karena tidak perlu ada debat kusir ataupun pitching yang berlebihan untuk menentukan pilihan. Semuanya berjalan cepat dan efisien.
 
Walaupun begitu, saya masih kesulitan untuk fase prototypingnya. Entah apa ini tidak cocok untuk game, entah apakah scope saya terlalu besar, atau mungkin waktu prototypingnya perlu lebih lama. Cuma di luar itu, saya dan tim merasakan sebuah proses yang sangat menyenangkan sekali melakukan design sprint ini (walaupun mungkin masih belum sempurna yah).
 
Jadi saya sangat menyarankan buku ini bagi siapapun yang ingin membuat inovasi, terutama bagi para startup di luar sana. Coba aja testing baca buku ini, terus trial mungkin dua hari untuk menjalankan satu cycle Design Sprint ini, dan nanti lihat apakah ada hal menarik yang bisa diserap dan diimplementasi untuk perusahaan kita atau ide kita nantinya. Selamat sprint 😉

Iklan
About Adam Ardisasmita (1125 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: