Iklan
My Journal

Teknik App Store Optimization Dari App Annie

Belum lama ini, Saya mengikuti sebuah workshop singkat yang diadakan oleh App Annie mengenai App Store Optimization (ASO). App Annie sendiri merupakan sebuah layanan market intelligence yang memberikan data terkait performa suatu aplikasi di dalam mobile market store seperti Apple App Store ataupun Google Play Store. Mengingat sebentar lagi Arsanesia bakal rilis game (amiiinn), rasanya ini adalah waktu yang tempat untuk merefresh lagi ilmu tentang ASO sekaligus mempelajari algoritma ASO yang terbaru seperti apa. Materi workshop yang berjudul “Get Your App Discovered in a Crowded Marketplace with Practical ASO Techniques” dibawakan oleh Jamie Kim (Business Development Manager App Annie) dan Daniel Pang (Head of Business Development App Annie).

Topik yang dibawa mengangkat satu keyword yang menarik yakni “crowded marketplace.” Hari ini, teknologi untuk membuat aplikasi mobile sudah sangat terjangkau baik dari sisi tools maupun knowledge nya. Dengan market mobile yang semakin besar, tidak heran semua perusahaan atau organisasi ingin memiliki presence di mobile. Dari data yang disampaikan pada workshop tersebut, saat ini ada 258 milyar aplikasi yang ter-install dalam satu tahun dengan pertumbuhan 45% dari tahun lalu. Jumlah transaksi yang tercapai dalam satu tahun dalam marketplace untuk aplikasi mencapai 157 milyar dolar, naik 92% dari tahun 2017. Market yang tiap tahun tumbuh ini yang membuat saat ini ada banyak sekali aplikasi di dalam marketplace aplikasi. Hal ini membuat satu permasalahan yang sangat besar yakni Discoverability, bagaimana caranya agar orang bisa melihat dan menemukan aplikasi kita di dalam lautan aplikasi marketplace lalu tertarik untuk mendownloadnya.

Apakah yang dimaksud dengan App Store Optimization (ASO)?

Langsung saja kita masuk ke bahasan tentang ASO yah. Jadi definisi ASO sendiri adalah proses iterasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan presensi di app store dengan tujuan untuk meningkatkan download. Ada dua poin penting dari ASO yakni Discoverability (apakah user bisa menemukan aplikasi kita) dan Conversion (apakah setelah melihat aplikasi kita, user akan mengunduhnya). Dimana keduanya bertujuan untuk meningkatkan download secara organik.

Untuk meningkatkan discoverability, beberapa poin penting yang mempengaruhinya adalah keywoard search optimization, top charts, dan featured. Keyword search optimization adalah hal yang akan paling banyak nanti kita bahas, sedangkan top charts adalah posisi kita di chart app store (misalkan top free app atau top grossing) sehingga user bisa langsung melihat aplikasi kita dan featured adalah promosi yang dilakukan oleh pemilik App Store (misal Google atau Apple) untuk mempromosikan aplikasi kita di marketplace milik mereka.

Lalu terkait dengan conversion, beberapa faktor yang mempengaruhi apakah user akan mengunduh aplikasi kita adalah icon, screenshot, reviews &ratings, dan juga app description. Istilah yang lebih lumrahnya dari faktor tersebut adalah store presence, yakni bagaimana cara kita menampilkan aplikasi kita di halaman app store. Pemilihan gambar atau tulisan yang kita letakan di dalam store presence kita bisa membantu meningkatkan keinginan user untuk mengunduh aplikasi yang mereka lihat.

Beda Apple App Store dan Google Play Store

Sebelum memulai belajar tentang ASO, kita harus pahami dulu bahwa konteks ASO yang dipelajari oleh App Annie adalah untuk app store pada platform mobile, khususnya Google Play Store dan Apple App Store. Lalu diantara kedua store ini pun terdapat algoritma dan fitur yang berbeda yang dapat kita lakukan untuk bisa melakukan optimasi.

Perbedaan yang pertama adalah keywords. Apple App Store memiliki fitur untuk kita mengisi keyword ketika kita melakukan submission ataupun update apps kita di store. Sebaliknya, Google Play tidak memiliki fitur untuk kita memasukan keyword di dalam aplikasi kita. Google akan melakukan pembacaan algoritma dari deksripsi dan judul aplikasi kita untuk nanti dibangun menjadi keywords yang relevan. Perbedaan kedua adalah cara melakukan updates. Pada Google Play, kita bisa dengan cepat dan mudah melakukan updates aplikasi maupun store listing (deskripsi, ikon, screenshot, dll) dari aplikasi di store. Hal ini berkebalikan dengan Apple dimana setiap update yang kita lakukan akan direview dulu oleh pihak Apple. Ini akan mempengaruhi seberapa cepat kita bisa mengubah dan bereksperimen dengan optimasi dari aplikasi kita.

Cara Meningkatkan Discoverability Dari Aplikasi

Di awal saya sempat membahas bahwa kunci dari ASO adalah meningkatkan discoverability dan conversion. Kita akan membahas dari poin pertama dulu yakni discoverability, kemampuan agar aplikasi kita berada di rank yang tinggi sehingga mudah ditemukan oleh user. Dari ketiga cara yang lumrah untuk meningkatkan discoverability pada store (featured, top rank, dan keywords), kali ini yang akan fokus dibahas adalah terkait keywords. Alur kerja untuk bisa mengoptimasi keywords kita ada tiga, pertama adalah keyword discovery, lalu keyword performance validating, dan yang ketiga adalah keyword performance tracking.

Tahap pertama adalah Keyword discovery, yakni tahapan untuk kita menghasilkan sebuah daftar keywords potensial apa saja yang bisa kita gunakan di dalam aplikasi kita. Untuk mendapatkan list keyword apa saja yang kira-kira mungkin kita letakan di dalam aplikasi kita, kita bisa melakukan beberapa cara seperti melakukan analisis terhadap aplikasi kita seperti mencoba mem-breakdown apa fungsi aplikasi kita, hal apa yang diingat atau dibicarakan user terkait aplikasi kita, dan lain sebagainya. Lalu kita juga bisa melakukan coptetitor analysis, kira-kira aplikasi yang serupa meletakan keywords apa saja pada aplikasinya. Kita juga bisa mencari keyword dari mereview feedback yang ditulis oleh user di aplikasi kita. Atau bisa juga menggunakan tools seperti Google Keywords Planner atau Google Trends. Dari situ kita akan dapat mengumpulkan cukup banyak list keywords potensial yang bisa kita masukan ke dalam aplikasi kita.

Setelah kita memiliki beberapa keyword potensial, selanjutnya tahap yang akan kita lakukan adalah melakukan keyword performance validating yakni proses untuk mengevaluasi keyword mana yang paling krusial untuk kita gunakan. Kita bisa menilai keyword tersebut bagus atau tidak dari tiga hal, keyword relevance, keyword popularity, dan difficulty to rank. Contoh nya adalah pada game Candy Crush, pada aplikasi App Annie, kita bisa melakukan simulasi dari list keywords yang kita miliki.
Selanjutnya kita bisa melakukan Keyword Perfomance Tracking untuk melihat seperti apa performa dari keyword baru yang kita coba terapkan. Ada dua hal yang menjadi poin untuk mengevaluasi performance dari keywords kita yang pertama adalah Ranking aplikasi kita dengan keyword tersebut dan yang kedua adalah Traffic Share, atau proporsi dari aplikasi kita muncul dari total search berdasarkan keyword tersebut. Pada gambar di bawah ini dicontohkan bagaimana kita melakukan tracking performa dari keyword kita menggunaka App Annie.

Cara Meningkatkan Conversion Dari Aplikasi

Konversi pada konteks ASO adalah bagaimana cara agar kita bisa mengubah dari searchers (orang yang mencari sebuah aplikasi di dalam app store), menjadi visitors (orang yang membuka page aplikasi kita di store), hingga menjadi users (orang yang mengunduh aplikasi kita). Ketika aplikasi sudah terlihat di hasil pencarian, selanjutnya kita perlu melakukan sesuatu agar orang mau memilih aplikasi kita dan membuat mereka tertarik untuk mengunduhnya. Hal paling pertama dan utama ketika user melihat sebuah aplikasi di store adalah ikon dan nama aplikasi. Kedua hal tersebut yang menjadi gardu paling depan dan paling penting dari motivasi seseorang untuk pada akhirnya ingin mengunjungi halaman aplikasi kita. Untuk itu, proses pemilihan ikon dan nama aplikasi tidak boleh kita remehkan. Kita bisa menggunakan fitur A/B testing untuk menguji efektivitas dari ikon aplikasi kita. Lalu hal berikutnya yang tidak kalah penting adalah Screenshots. Screenshots ini terbukti jauh lebih krusial dibandingkan dengan deskripsi aplikasi kita. Hal ini dikarenakan atensi user tidak cukup banyak untuk membaca sebuah deksripsi di app store apabila belum tertarik dengan aplikasinya. Untuk itu, screenshot yang bagus akan menjadikan pengait agar pengunjung tertarik untuk mengunduh aplikasi. Dan penggunaan A/B testing juga akan sangat berpengaruh terhadap konversi di app store. Perubahaan sesederhana mengubah warna iphone di screenshot dari hitam jadi putih ternyata bisa meningkatkan konversi dari aplikasi tersebut untuk diunduh.

Kesimpulan

Dari beberapa penjelasan di atas, terdapat poin menarik yang bisa kita tarik pelajarn. Yang pertama adalah kita bisa menggunakan App Annie sebagai marketing tools intelligence agar bisa menemukan keywords yang relevan dengan aplikasi kita untuk meningkatkan Discoverability. Kita bisa mengumpulkan keyword yang potensial dari user review maupun dari populer keyword untuk mendukung download yang organik. Dengan memiliki kerangka kerja dan metriks yang terukur, kita bisa membuat ASO aplikasi kita jadi lebih optimal lagi. Dan gunakan metode A/B testing untuk mendapatkan konversi aplikasi kita yang baik. Sebenarnya masih ada satu modul lagi dari workshop App Annie kemarin yakni terkait dengan use case dan practical examples. Tapi mungkin di lain kesempatan saja saya tulis lagi agar artikelnya tidak terlalu panjang yah. Kalau ada yang kurang jelas atau ingin ditanyakan, bisa langsung tinggalkan komentar di bawah ini yah! 🙂 Sampai bertemu di tulisan berikutnya.
Iklan
About Adam Ardisasmita (1125 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: