Iklan
My Journal

Bedanya Mengerjakan Proyek dengan Membuat Produk

Saat ini Arsanesia memiliki unit bisnis bernama Arsa Kids. Jadi di Arsa Kids kita develop produk (game edukasi untuk anak) sedangkan di Arsanesia saat ini fokusnya ke proyek (game request by client). Walaupun tetap sama-sama game, tapi tentu pacenya beda antara proyek dan produk. Pace yang beda inilah yang membuat mengapa antara proyek dan produk harus dipisahkan sistem kerjanya.

Untuk proyek relatif lebih mudah dirancang. Kita bisa cari recquirement dari satu sumber, yakni client kita. Kita bisa gali apa yang dia mau dan dia butuhkan. Dari situ, kita akan turunkan jadi spec game yang akan dikembangkan. Dari spec itu, tugas kita tinggal memastikan semua spec diselesaikan sesuai dengan waktunya. Lalu testing memastikan semua fitur berjalan dengan baik. Selanjutnya tinggal kirimkan deliverable yang dibutuhkan, entah itu file installer, dokumentasi, dan sebagainya.

Tantangan dari proyek ini biasanya dari sisi scope. Andai kata semua recquirement sudah jelas dan sepanjang perjalanan tidak ada penambahan atau perubahan apa-apa. Maka aman dan tentram hidup kita mengerjakannya. Proyek-proyek seperti itu yang akan membuat mengerjakan proyek menyenangkan. Tapi kalau lagi dapet client yang banyak maunya (bahkan kadang dia gak tau maunya apa), terus berubah-ubah keinginannya, dan menambah-nambah fitur terus, ini baru yang membuat proyek jadi sulit. Tantangan tersendiri bagi seorang project manager untuk bisa mengontrol hal ini.

baca juga : [GameLog] Introduction: Mindset Membangun Produk

Lalu kalau produk, ini tantangannya adalah barangnya belum jelas mau kayak gimana. Kita harus memastikan produk yang kita buat, akan disukai oleh sekian banyak orang berbeda. Untuk itu penting bagi kita agar punya target market yang jelas. Untuk siapa produk ini akan digunakan. Misalkan Arsa Kids, jelas produk ini akan digunakan oleh anak-anak. Jadi kita perlu riset bagaimana anak2 menggunakan produk ini, seperti apa behaviournya, apakah mereka akan suka, dan sebagainya. Belum lagi salah satu kunci untuk aplikasi Arsa Kids bisa digunakan adalah orang tuanya. Jadi yang kita perlu riset tak hanya anak2nya, tapi juga bagaimana orang tuanya menerima produk kita.

Jadi tantangan di produk adalah untuk terus-menerus meminta feedback dari target market kita agar bisa menemukan bentuk yang paling baik. Makanya tahun pertama Arsa Kids, kita akan lebih banyak eksperimental, tweak fitur produk, sehingga memang akan melewati proses “ketidakpastian” yang tinggi. Untungnya ada pendekatan-pendekatan yang bisa digunakan agar kita bisa memiliki metode untuk menemukan rumusan mebuat produk yang tepat. Salah satu metode yang bisa kita gunakan adalah Lean Startup. Kapan-kapan saya akan bahas tentang ini deh 🙂

Tapi yang jelas mindset sebuah proyek dan sebuah produk itu cukup berbeda. Produk itu butuh constant innovation agar bisa tetap relevan dengan kondisi zaman dan tren yang berubah-ubah sedangkan proyek itu berakhir ketika sudah closing proyeknya. Lebih baik yang mana? Gak ada yang salah sih. Cuma memang passion orang beda-beda. Ada yang lebih nyaman mengerjakan proyek ada yang lebih suka membangun produk. Kalau saya sih tidak masalah keduanya. Kalau kamu?

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

2 Comments on Bedanya Mengerjakan Proyek dengan Membuat Produk

  1. Nur mahfud // 21/07/2016 pukul 8:45 pm // Balas

    Salam kenal dari Batam bang

    Sepertinya lebih seru kalo bisa garap dua2 nya, punya produk bisa bikin kita punya brand dan nilai lebih untuk dapat kepercayaan ngerjain proyek

    Punya proyek bisa lumayan nambah kekuatan finansial untuk garap produk

    Suka

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Pilih Mana? Jualan Produk atau Jualan Proyek? | Authentic Marketing
  2. [Gamelog] Post Mortem Roly Poly Penguin – Ardisaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: