My Journal

Tips Mengamankan Data

Di era serba digital ini, data menjadi suatu hal yang sangat berharga. Bisa saja terjadi musibah yang tidak diinginkan pada tempat penyimpanan data kita, misalkan laptopnya rusak, harddisknya hilang, datanya kena virus, dan lain sebagainya. Untuk kamu yang mahasiswa, mungkin data tugas kuliah atau skripsinya bisa hilang begitu saja, atau yang sudah bekerja, kerjaan yang sudah diburu deadline hilang bersama laptop yang dicuri orang.

Saya sendiri adalah orang yang sangat well documented. Data yang paling berharga bagi saya adalah foto dan video. Kalau kerjaan, entah itu tugas kuliah atau kerjaan lainnya, bisa lah dibuat lagi walapun effortnya gede. Tapi kalau sampai foto dan video masa lalu yang hilang, momen itu tidak bisa dibuat lagi. Sehingga penting untuk bisa menjaga agar data tersebut tetap aman. Ada hampir 200GB koleksi foto dari jaman saya SMP sampai hari ini. Itu pun saya sempat mengalami musibah dimana 80% foto SMP dan SMA tidak bisa terselamatkan. Semenjak itu saya jadi lebih aware terhadap penyimpanan data.

baca juga: Dokumentasi Kehidupan Untuk Mengabadikan Momen

Tips yang pertama adalah jangan simpan data kamu di satu tempat. File foto saya yang 200GB itu saya simpan di tiga harddisk berbeda. Satu di laptop saya, satu di harddisk eksternal saya, dan satu di PC. Ketiga benda tersebut secara lokasi pun berbeda. Laptop selalu saya bawa kemana-mana, harddisk eksternal selalu ada di rumah, dan PC-nya ada di Bandung. Jadi misalkan ada banjir, kebakaran, atau musibah lain, selalu ada backupnya.

Tips yang kedua, rajin-rajin backup agar datanya uptodate. Saya pernah menunda ngebackup data dan ternyata di timeframe saya males itu laptop saya bermasalah. Saya harus merecovery harddisk saya dengan penuh effort untuk melakukan hal itu. Gunakanlah software untuk backup otomatis seperti Time Machine kalau di Mac. Atau kalau tidak mau otomatis, jadwalkan aja secara rutin untuk backup minimal sebulan sekali.

baca juga: Hard Disk Mac Book Corrupt

Dan tips ketiga adalah gunakan cloud storage. Selain penyimpanan fisik, tidak ada salahnya disimpan secara online di cloud. Mungkin foto saya yang 200GB itu terlalu mahal yah kalau harus beli space di layanan cloud seperti Dropbox atau Google Drive. Tapi untuk hal-hal yang lebih kecil seperti file kerjaan, tugas-tugas (saya masih simpan tugas akhir saya di cloud juga), dan file penting lainnya bisa ditaro di cloud. Hal ini akan meminimalisir hilangnya data yang penting untuk kita.

Ini saja saya sekarang sedang mencoba mereorganisir file-file saya untuk menyiapkan space lebih besar agar dokumentasi kegiatan ke depan bisa semakin rapih dan aman. Untuk rapih-rapih file ini saja saya bisa menghabiskan seharian full karena datanya saking banyak :p Jadi buat kamu yang masih menyimpan file hanya di satu storage, mending dibackup dan diamankan dari sekarang sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Terutama dokumentasi berupa momen seperti foto dan video yang tidak akan bisa dibuat lagi.

Iklan
About Adam Ardisasmita (1204 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

1 Trackback / Pingback

  1. Mengenang ITB Fair 2010 Edufantasi di Dufan | Ardisaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: