Iklan
My Journal

Ada Apa Sih Dengan Yunani?

Editorial Ardisaz

Ini di berita lagi rame banget headline tentang Yunani dan masalah hutangnya. Sebenernya apa sih yang terjadi? Coba simak pembahasannya

Beri peringkat:

Ini di berita lagi rame banget headline tentang Yunani dan masalah hutangnya. Sebenernya apa sih yang terjadi? Saya penasaran dan coba googling2, nyari-nyari di youtube, dan baca berbagai literatur tentang apa yang sebenernya terjadi di Yunani. Akhirnya, saya nemu satu video bagus dari BloombergTV satu tahun yang lalu yang ngejelasin krisis yang dialami oleh Yunani. Coba cek videonya di sini.

Nah kurang lebih begitu kondisinya. Si Yunani ini udah punya hutang yang super gede dimana sebagai negara udah gak mungkin lagi untuk bisa bayar hutang tersebut. Kondisi di negaranya secara ekonomi dan sosial udah parah banget. Persediaan uang di bank udah menipis, jadi tiap orang hanya boleh ambil uang dari ATM maksimal 60 euro (konon update-nya sekarang udah dibatesin lagi jadi 20 euro). Udah seminggu lebih bank tutup, gak ada yang buka. Jadi tiap orang harus bertahan hidup dengan uang segitu. Gak cuma itu, tingkat pengangguran tinggi, 1 dari 2 orang gak punya pekerjaan. Kemiskinan dimana-mana. Waduh pokoknya sedih banget deh.

Sebagai orang awam yang gak menguasai ilmu ekonomi, ada beberapa poin yang saya lihat menarik dari kejadian ini.

Penyatuan Negara2 Dalam European Union

Konsep ini menurut saya menarik sih. Ada beberapa negara, demi memajukan ekonomi bersama, membuat satu perserikatan bernama European Union. Kebijakan ini dibuat supaya sesama negara anggota EU bisa saling membantu dan berkembang. Ada beberapa kebijakan seperti pembebasan visa hingga penyatuan mata uang. Kalau dari video di atas, bisa dilihat sih klo EU ini bisa jadi pedang bermata dua. Di satu sisi kalau dalam keadaan normal bisa saling membangun, tapi kalau dalam kondisi krisis (trigger-nya sih krisis di 2008), klo satu kolaps bisa pengaruh ke negara-negara lainnya. Dalam hal ini, si Yunani nih yang bakal jadi anchor-nya. Masalahnya juga kebijakan fiskal sama kebijakan moneter gak dipegang oleh satu lembaga yang sama. Kalau yang ideal, mending di EU diatur tuh fiskal dan moneter untuk tiap negara (tapi efeknya bakal ada perang kepentingan) atau gak usah diatur sama sekali kembali kayak dulu (tapi jadinya bakal ada permasalahan dengan mata uang). Yang menarik juga adalah kalau akhirnya Yunani kolaps, ngaruhnya bisa ke seluruh Eropa, bahkan bisa kena ke Indonesia juga (walaupun mungkin gak akan secara langsung). Jadi emang Yunani dengan negara2 di Eropa harus cari solusi yang paling bijak mengatasi ini.

Aturan Austerity Measures Gak Bisa Diterapkan di Yunani

Austerity Measures itu istilah yang baru pertama kali saya dengar seumur hidup gara2 lagi ngikutin kasus Yunani ini :p Intinya sih itu adalah aturan yang diberikan ke Yunani, dari EU (klo gak salah sih Jerman pentolannya, yang paling tajir di EU), dimana data talangan hutang akan diberikan dengan syarat Yunani harus ikut Austerity Measures itu. Kalo gak salah intinya dari Austerity itu boleh dipinjemin uang, tapi pajak harus ditinggikan dan belanja negara harus dikurangi. Intinya mah efisiensi. Hal ini dikarenakan sih problem kultur dimana klo negara kayak Jerman orangnya produktif, negaranya hemat dan efisien, pajaknya lancar, sehingga sehat negaranya sedangkan konon katanya di Yunani lebih gak produktif orangnya, banyak pemborosan anggaran (ini katanya faktor politik, biasa lah, buat kebijakan populer biar terpilih), terus banyak orang yang gak bayar pajak. Nah dengan Austerity itu, harapannya si Yunani bisa lah jadi lebih bener. Nyatanya, dua kali bailout kondisinya malah memburuk. Yang ada karena belanja negara dikurangi, daya beli masyarakat menurun. Dengan daya beli menurun, ya pajak juga semakin kecil. Jadinya begitu deh :p

Referendum Yunani Yang Mengejutkan

Jadi kan si Yunani utangnya numpuk nih. Harus bayar utang jatuh temponya bulan Februari kemarin apa. Terus diperpanjang sampai bulan Juni. Nah bulan Juni kemarin, ditawarin nih bailout lagi, tentu dengan aturan Asuterity dan berbagai syarat2nya yah. Yang menarik, alih2 mengambil keputusan untuk mengiyakan atau menolak pada 30 Juni, si Yunani malah melakukan referendum. Udah gitu, menteri keuangannya terus mengajak masyarakat untuk memvoting menolak, dengan alasan syaratnya terlalu memberatkan dan sudah jelas Yunani gak akan bisa memenuhi syarat tersebut. Malah katanya syarat tersebut dianggap melanggar HAM. Terus akhirnya 60% suara memilih tidak. Artinya, tawaran bailout ditolak sama Yunani. Udah gitu ya, si menteri keuangan yang bilang kalau sampai terpilih hasil vote “yes,” dia bakal mundur. Eh ternyata, dia tetep mundur walaupun suara yang menang adalah menolak. Mungkin ini demi memperlancar negosiasi dengan EU yah, soalnya si menteri keuangan ini emang agak “keras” sih orangnya.

Kelanjutan Yunani Gimana Nih?

Hahaha ini saya juga gak tau yah. Banyak sih alternatif yang saya baca dari para analis. Karena saya bukan analis, jadi saya mah nonton aja tanpa berani berspekulasi. Cuman, katanya opsi yang paling manusiawi adalah hutang2 Yunani di ikhlaskan aja sehingga Yunani bisa mulai dari nol. Yang jelas sih Jerman menentang itu kemaren2. Lalu ada juga opsi Yunani keluar dari EU yang mana artinya tingkat kepercayaan terhadap EU akan semakin anjlok. Intinya hari ini sih lagi proses negosiasi. Kayaknya para analisis di seluruh dunia lagi mencarikan solusi politik dan ekonomi terbaik. Yah kita doakan saja nemu solusi yang paling pas buat Yunani.

Apa Efeknya Ke Indonesia

Melihat Yunani, tentu kita jadi berkaca dong, jangan2 Indonesia akan kejadian kayak Yunani. Yang riil kita rasakan memang ekonomi Indonesia melemah, nilai mata uang kita melemah, dan lain-lain. Apakah klo Yunani kolaps, Eropa kolaps, Indonesia akan semakin kolaps? Bisa jadi sih terkena imbasnya juga. Tapi kalau apakah Indonesia akan mengalami nasib yang sama dengan Yunani? saya nemu infografis menarik yang membahas 9 perbedaan kondisi di Indonesia dengan di Yunani. Jadi seharusnya sih gak akan separah itu kondisinya yah.


Mungkin itu pengamatan singkat yang bisa saya coba gali. Tentu pasti banyak poin yang tidak akurat atau mungkin salah karena saya tidak punya ilmu ekonomi yang kuat. Ini sekedar pandangan orang awam terhadap kasus ini. Jadi kalau ada yang menurut kamu kurang pas atau saya salah sampaikan, sok aja dikoreksi 🙂 Yang jelas, dengan kejadian kasus Yunani, yang bisa kita lakukan untuk Indonesia secara kongkrit itu mudah. Bayar pajak dengan baik. Itu aja sih minimal kontribusi yang bisa kita lakukan untuk Indonesia. Hehehe.

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

2 Comments on Ada Apa Sih Dengan Yunani?

  1. Sebentar lagi isu yunani ini akan jadi alasan bagi pemimpin negeri kita dan para mentrinya menjadi justifikasi kenapa ekonomi Indonesia cendereung memburuk. Yakin saya akan hal itu.

    Suka

  2. bukan bermaksud SARA, emang sebagian negara Eropa warganya manja kecuali contoh : Jerman. Ada contoh tetangge ane, tadinya keluarga paling kaya se gang. ehhh ternyata sang kepala keluarga wafat dan meninggalkan byk utang. anak2nya pd ga mau prihatin. tetep aja gayanya selangit, alergi kalo sehari aja mereka harus makan cuma pake nasi kerupuk tempe doang kali. Ya tetep aja utang sana sini konon utk tetep ngikuti gaya selangitnya itu. Gimana ane mau kasih utang, wong utangnya ternyata dipake utk gaya hidup mereka, ngebeliin shampo dan makanan anj*ngnya, ya pikir2 kali. sekali2 emang harus tegas tapi mendidik. bagus tulisan ente Gan, jerman bersikap begitu krn mendidik. Tegas itu mendidik

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: