My Journal

[GameLog] Bikin Game Gini Doang Kok Mahal?

Sebagai studio pengembang game, Arsanesia sering banget kedatengan order untuk ngebuat game. Sayangnya, di Indonesia itu banyak yang masih awam tentang siklus pengembangan game, resource yang dibutuhkan, dan time table dalam pengerjaan game sehingga sering banget dapet komentar “Bikin game gini doang kok mahal?” Di tulisan saya sebelumnya, saya pernah ngebuat analisis berapa biaya yang dibutuhkan untuk membuat game setara Clash of Clans. Oke kalau udah di taraf segitu pasti banyak calon client atau sekedar yang windows shopping saya tolak karena jauh di luar scope kami.

Nah banyakan itu nanyanya pengen bikin game seperti Angry Bird, atau Temple Run, atau Jetpack Joyride, yang dibayangan kita semua ah pasti gampang lah yah bikinnya, jadi paling harganya murah. Orang tinggal tarik sling shot terus lepas, nabrak babi-babi doang kan, atau cuma lompat menghindar aja, atau dan lain sebagainya. Yah kalau mau bikin game yang “cuma” dan gak akan disenangi pemainnya sih boleh lah, tapi kalau mau membuat game yang bagus, gak bisa cuma bikin gambar burung, bikin ketapel, sama babi, terus jadi. Banyak sekali biaya yang harus diperhitungkan dalam membuat game.

Pertama dari sisi resource. Membuat game itu butuh SDM yang punya basic skill yang kuat. Lulusan universitas ternama saja tidak menjanim cukup skillnya kalau ingin langsung diterjunkan ke dalam proyek pengembangan game yang bener. Jadi resourcenya saja sudah merupakan modal dan investasi tersendiri dari sebuah studio game. Lalu investasi untuk tools pengembangannya, mulai dari software, engine, sampai device tester. Sekedar gambaran saja, license engine game itu saya ambil contoh unity pro, untuk yang basicnya $1500, lalu untuk iOS nambah $1500 lagi, dan untuk Android juga $1500. Lalu testing device, kita harus siap dengan berbagai jenis device untuk mentackle kondisi-kondisi tertentu yang tidak bisa diuji coba di simulator. Selain resource dan tools, belum lagi biaya management, biaya operasional, biaya marketing, dan seterusnya.

Biar ada gambaran, coba aja buka game Angry Bird, lalu liat bagian creditnya, ada berapa orang yang terlibat di dalam pengembangannya? Ini dari Angry Bird Stella saja ada 67 orang yang terlibat. Proses pengembangan game seperti Angry Brid itu minimal 3 bulan, tanpa fase testing yah. misalkan satu developer digaji pas di UMR aja, misalkan di 2jt, berarti kan udah 134jt perbulan sendiri untuk cost developmentnya. Berarti klo mau bikin game dengan taraf Angry Bird, ya minimal butuh 134jt x 3 =  400 juta-an.

Mau lebih minimalis lagi, yang selevel Jetpack Joyride aja deh, yang cuma lari, dipencet terbang, dilepas turun. Coba cek bagian creditnya, developernya ada 22 orang, soundnya ada 2 orang, yang ngurus teknologi ada 14 orang, QA 7 orang, dan tester 10 orang. Itu 55 orang yang terlibat di pengembanganya saja. Mau dibawah itu kualitasnya? Taro sepertiganya deh, misalkan hanya melibatkan 20 orang. Tetep aja itu 40jt perbulan (dengan asumsi satu orang pas-pasan dibayar UMR aja, dan tanpa profit sama sekali). Bikin itu 3 bulan, 120jt rupiah satu game yang katanya cuma gitu doang :p

Makanya sebagian besar rekan-rekan developer yang saya kenal lebih senang mengerjakan proyek dari client luar negeri karena mereka paham bahwa cost development game itu memang tidak murah. Kalau bikin game murahan, jadinya juga gak akan ada yang mau main game itu, cuma buang-buang uang aja. Entah tujuannya untuk advergame, edugame, atau game komersil, kualitas game itu nomer satu. Untuk mendapatkan game berkualitas, tentu costnya juga harus sebanding. Ini bukan salah calon client saja sih, saya lihat juga banyak developer game di Indonesia yang masih belum bisa deliver game dengan kualitas yang baik. Saya sendiri pun merasa belum sanggup membuat game setara Angry Bird atau Jetpack Joyride, tapi perlahan-lahan menuju ke sana. Jam terbang Arsanesia yang baru 3 tahun ini memang masih terbilang belum lama, sehingga kami masih harus banyak belajar agar bisa membuat game yang bertaraf global.

Iklan
About Adam Ardisasmita (1204 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

2 Comments on [GameLog] Bikin Game Gini Doang Kok Mahal?

  1. hehe, mantap kali artikel ini dam, bisa buat senjata di-share2 ke orang2 yang perlu dicerahkan :))

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: