Iklan
My Journal

[QnA] Industri Kreatif Digital di Bandung

Artikel tentang Industri Kreatif di Bandung

Artikel tentang Industri Kreatif di Bandung dari Bisnis Indonesia

Sebulan yang lalu saya diwawancarai via email oleh wartawan dari Bisnis Indonesia tentang industri kreatif digital di Bandung. Minggu lalu ada teman saya (adhamaski) yang memberikan foto artikel tersebut dari koran Bisnis Indonesia. Saya belum baca lengkapnya sih, tapi untuk tahu lebih dalam hasil wawancaranya, saya post di sini opini saya tentang industri kreatif digital kita. Saya tidak tahu sih secara etika jurnalistik boleh tidak membeberkan seluruh jawaban saya di sini. Kalo kira-kira kurang etis, tolong ingatkan saya yah 🙂


1. Beberapa tahun terakhir, industri kreatif digital di Indonesia menunjukan geliat yang luar biasa. Sebagai pengembang atau studio, bagaimana mas Adam melihat perkembangan industri kreatif digital di Indonesia ini?

Sesungguhnya industri kreatif digital di Indonesia sudah eksis semenjak lama, tapi memang ekosistem yang ada saat ini semakin baik dan memfasilitasi para pelaku industri untuk bisa berkarya dengan lebih baik lagi. Pengaruh teknologi informasi tentu menjadi hal yang paling fundamental dalam hal pertumbuhan industri kreatif digital di Indonesia. Cukup banyak contohnya seperti penggunaan IT untuk mendapatkan tools dan tutorial untuk membuat suatu produk kreatif, sumber referensi dan inspirasi untuk memperkaya creative library kita, hingga media untuk mendistribusikan karya yang semakin mudah untuk diakses oleh masyarakat Indonesia.

2. Bagaimana potensi Kota Bandung yang banyak menghadirkan para pengembang andal di industri ini? Dan sejauh mana pengaruhnya terhadap perkembangan industri kreatif digital di Indonesia?

Bandung memang terkenal sebagai kota kreatif. Mengutip perkataan Pak Ridwan Kamil, wali kota Bandung, sejarah Bandung memang diisi oleh cukup banyak seniman yang memberikan influence cukup besar bagi pertumbuhan kota Bandung yang selaras dengan kreativitas. Saya sendiri beranggapan Bandung juga memiliki bonus demografi dimana iklim dan suasananya sejuk, cocok untuk mencari inspirasi dan berkarya. Lalu mengingat kota Bandung yang tidak sepadat ibu kota, tingkat stres yang dihadapi di Bandung lebih ringan sehingga inspirasi mudah didapat. Efek kultur orang Bandung yang senang kumpul-kumpul juga membuat komunitas-komunitas yang ada di Bandung sangat besar dan aktif.

3. Apa yang menjadi momentum mulai meledaknya industri kreatif digital di Indonesia khususnya di Kota Bandung? Dan sejak kapan?

Saya rasa momentum utama industri kreatif digital di Indonesia maju adalah ketika internet semakin mudah diakses oleh masyarakat. Lalu juga diiringi dengan semakin tingginya tingkat perangkat komputer, baik itu yang PC maupun Mobile, bisa masuk ke kehidupan kita sehari-hari. Ini adalah modal besar bagi industri kreatif di Indonesia untuk bisa maju. Kalau sejak kapannya mungkin saya kurang tahu pastinya, tapi penetrasi internet dan perangkat PC/Mobile lah yang menjadi motor utama hidupnya Industri kreatif.

4. Sejauh ini, bagaimana perkembangan ekosistem bisnisnya industri kreatif digital ini baik aplikas, game, animasi, dan lain-lainnya? Persaingan antar pelaku di dalam negeri atau dengan kota lain dan dengan pelaku asing dari luar negeri?

Untuk industri yang saya geluti, yakni dunia mobile game, persaingan terjadi secara global. Penetrasi smartphone dan internet di Indonesia masih belum menyeluruh, angkanya masih kalah jauh dibandingkan dengan angka di dunia secara keseluruhan sehingga target pasar yang kami tuju adalah global market. Selain itu, salah satu kendala terbesar dalam memasarkan produk digital di Indonesia adalah masalah monetisasi. Platform mobile yang tersedia saat ini hanya menerima model pembayaran melalui kartu kredit dimana penetrasi kartu kredit di Indonesia masih sangat kecil. Mungkin berbeda kondisinya untuk industri lain seperti animasi, permainan PC, dan lain-lain dimana dependensi terhadap jaringan internet, distribusi, maupun model monetisasinya berbeda.

5. Bagaimana dengan peran pihak-pihak lain baik swasta ataupun stakeholder seperti pemerintah untuk mendukung industri ini?

Pemerintah kondisinya masih sangat terpecah-belah, tiap sektor memiliki program sendiri untuk kemajuan industri kreatif digital yang terkadang overlap dan sering kali tidak tepat sasaran. Salah satu program yang menurut saya berhasil dan positif dari pemerintah adalah pusat kreatif dari kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif. Dukungan dari kementrian lain seperti kementrian kominfo, UMKM, perdagangan, dan lain-lain saya rasa masih banyak yang tidak tepat sasaran dan sering kali tidak sinergis antar kementrian.

Dari pihak swasta, untuk industri digital di area PC dan mobile, terdapat beberapa perusahaan yang sangat aktif membantu tumbuhnya ekosistem digital di Indonesia, contohnya adalah Nokia Indonesia dan Intel Indonesia. Mereka secara aktif membantu agar ekosistem industri digital bisa maju dan berkembang.

6. Kendala lain yang menghambat berkembangnya industri kreatif digital di Kota Bandung atau di Indonesia secara umumnya?

Kendala secara umum menurut saya yang terbesar dalah penetrasi Internet di Indonesia. Keberadaan internet sangat penting untuk meningkatkan skill dari para pelaku digital kreatif. Internet adalah sumber dari berbagai ilmu yang tidak didapatkan di bangku sekolah/kuliah, tenpat berbagi informasi, saran, tips, dan tools dengan sesama pelaku industri, dan tempat bagi pelaku industri untuk bisa mendistribusikan karyanya tanpa terkendala masalah jarak dan waktu. Jadi menurut saya, pertanyaan yang dilemparkan oleh salah seorang menteri mengenai “internet cepat itu untuk apa” adalah sangat tidak relevan. Banyak sekali talent baru yang bisa lahir dan industri baru yang bisa tumbuh dengan adanya internet yang cepat dan memadai.

Selain itu, saya masih merasa industri kreatif dan digital ini harus disokong lebih besar lagi oleh pemerintah. Misalkan, pajak bagi pelaku industri yang baru lahir (startup) harusnya diringakan (seperti di Singapore yang selama 2 tahun atau omset dibawah angka tertentu bebas pajak), proses pembuatan badan usaha dan perizinannya di mudahkan, atau bantuan untuk memasarkan produknya.

Menurut saya, pertanyaan yang dilemparkan oleh salah seorang menteri mengenai “internet cepat itu untuk apa” adalah sangat tidak relevan. Banyak sekali talent baru yang bisa lahir dan industri baru yang bisa tumbuh dengan adanya internet yang cepat dan memadai.

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: