Iklan
My Journal

Posisi UX Designer dalam SDLC

Berhubung saat ini saya sedang belajar tentang UX, sedang moles2 game Arsanesia dengan teori2 UX yang baik dan benar, dan ternyata banyak yang tertarik juga dengan tema ini, saya ingin sharing lagi beberapa materi yang sempat saya pelajari. Mungkin memang karena salah satu penyebabnya, kata User Experience sendiri belum begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari developer. Apalagi profesi UX Designer ini masih langka banget dibutuhkan dalam proses pengembangan software di Indonesia. Kalau ada lowongan pekerjaan UX designer, pasti jatuh-jatuhnya diminta untuk ngedesign UI dan ngoding front end, padahal bukan itu fokus pekerjaan seorang UX designer.

Sebelum masuk ke posisi UX designer, saya ingin share sebuah gambar yang menunjukan evolusi dari pengembangan software yang saat ini terjadi.

evolution-of-software-development

Dari gambar di atas, bisa dilihat bahwasannya mereka yang terlibat di dalam proses SDLC semakin banyak. Kalau misalkan dulu requirement itu hanya menggali informasi apa yang dibutuhkan untuk ditampilkan dan diolah sehingga diturunkan menjadi modul-modul yang harus dibuat, saat ini informasi apa yang relevan untuk ditampilkan di layar, urutan aksi apa yang harus dilakukan dalam menjalankan sebuah software, hingga suatu ikon harusnya diletakan di posisi sebelah mana, menjadi sebuah kebutuhan yang sangat penting dalam proses pengembangan aplikasi. Sekarang kita sudah tidak bisa lagi sekedar membuat software yang bisa berjalan sesuai kebutuhan, tapi kita harus bisa memberikan software yang bisa dijalankan dengan mudah dan menyenangkan. Ketika kita gagal membuat software itu mudah untuk digunakan dan memberikan pengalaman bagi pengguna yang menyenangkan, maka sangat memungkinkan produk yang kita kembangkan akan ditinggalkan oleh penggunanya.

If they have to spend 2-3 minutes struggling to understand how to use it, you’ve likely lost them for good.

Untuk itu, mengingat sekarang standar UX dalam software sudah semakin tinggi, di app store semua aplikasi sudah memberikan pengalaman UX yang sangat flawless, jika kita tidak serius dalam menggarap UX design dari suatu aplikasi, maka sama saja kita buang-buang uang untuk menuh-menuhin store aja. Untuk software enterprise pun, UX yang baik akan membuat kita tidak perlu keluar biaya untuk pelatihan hingga bisa mempercepat proses bisnis dari pengguna software tersebut. Saya jadi teringat ketika ke Korea, sistem informasi di restoran tersebut sangatlah cantik sehingga proses pelayanan memberikan pelayanan bagi pengunjung menjadi lebih optimal. Untuk itu, penting rasanya memasukan seorang spesialis UX design, yang bukan disuruh untuk membuat user interface maupun coding front end, tapi untuk mempelajari perilaku manusia.

ux-vs-ui-dev-skills-simple

Untuk kondisi di Indonesia dimana posisi UX designer dan ilmu tentang UX designer masih sulit ditemukan, setidaknya ketika kita membuat sebuah software, masukan paradigma berpikir dan framework UX design di dalam SDLC kita. Pastikan unsur-unsur penting untuk memberikan UX design terbaik bagi pengguna kita pikirkan dengan baik dan kita masukan ke dalam software yang kita buat. Jika kita mampu memberikan value dari sisi UX pada software yang kita kembangkan, itu bisa menjadi nilai tambah yang saat ini belum banyak dimiliki oleh software developer di Indonesia. Lalu bagi yang ingin masuk ke pasar mobile, terutama ke iOS, UX yang jelek akan membuat software kita tenggelam dan ditinggalkan oleh pengguna karena experience dari aplikasi yang ada di sana sebagian besar memiliki UX yang sudah sangat baik. Jadi, mari kita pelajari, pahami, dan terapkan UX ke dalam aplikasi kita 🙂

Kalau banyak yang tertarik dengan topik UX, nanti akan saya share lagi materi lainnya yah 🙂 cheers

Iklan
About Adam Ardisasmita (1147 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

3 Comments on Posisi UX Designer dalam SDLC

  1. bang bagi dong ebook UX-nya di email ku iszhak.emeil@gmail.com

    Suka

  2. mau tanya dong sebenernya UX itu masuk di bagian human computer interface (HCI) kah? mau belajar dasarnya dimana ya?

    Suka

    • Yes, salah satunya juga HCI. Klo bicara dasarnya sih, ke psikologi dan interaksi manusia yah. hehehe
      soalnya UX kan konteksnya gak hanya digital, tapi interaksi manusia dengan sistem lain

      Suka

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Analogi User Experience Dengan Keran | Ardisaz
  2. Lima Elemen Dari User Experience Design | Ardisaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: