My Journal

Mengejar Passion Menjadi Profession

Ada sebuah gambar yang saya temukan di internet yang menurut saya menarik. Gambar tersebut mengilustrasikan bagaimana perjalanan seseorang yang mencoba untuk memperjuangkan “desire”nya di saat lingkungan di sekitarnya pada umumnya tidak memberikan ruang bagi passion tersebut untuk berkembang. Tidak perlu saya jelaskan panjang lebar, cukup perhatikan gambar ilustrasi dari Alan Watts di bawah 🙂

tumblr_mga3gibC921qb9oa5o1_r1_500

 

tumblr_mga3gibC921qb9oa5o2_500

 

tumblr_mga3gibC921qb9oa5o3_500

 

tumblr_mga3gibC921qb9oa5o4_500

 

tumblr_mga3gibC921qb9oa5o5_500

avatar Adam Ardisasmita
About Adam Ardisasmita (1384 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Vice President Asosiasi Game Indonesia | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

3 Comments on Mengejar Passion Menjadi Profession

  1. Gw pernah baca comment buat gambar ini entah dimana. Komentarnya kira2, komik ini unfair banget karena yang pengen dilakuin anak2nya itu hal2 produktif. Gimana kalo jawaban “what do you want to do if money is no object” itu “tidur2an”, atau “makan enak”, atau “maen game”.

    Komentarnya cukup menarik, karena sometimes people emank gak punya desire/passion. (Bahkan mungkin gak punya desire untuk mencari desire mereka)

    Suka

  2. Hihi emang orang macem-macem yah. Tapi yang sehat sih lu kejer dan kembangin passion lu sehingga gimana caranya lu bisa hidup dari passion lu itu. misalkan hobi makan enak, dengan skill lu, lu bisa jadi kritikus makanan. Kalau hobi tidur2an gw udah gak paham lagi -_-a hahahaha

    Suka

  3. hahaha, kalo semacam tidur-tiduran g bisa dikatakan passion deh kayaknya karna itu udah fitrahnya manusia. maybe yg g punya punya passion karna mreka kurang explore dirinya sendiri 😀

    Suka

1 Trackback / Pingback

  1. Passion Saja Tidak Cukup – Ardisaz

Tinggalkan komentar