Iklan
My Journal

Business Trip Startup Asia Singapore part 2

 

BG-KLb2CIAAufON.jpg-small

Hari kedua di Singapore (tanggal 4 April) adalah waktunya bagi saya untuk mengisi stand di Startup Asia Singapore. Lokasi standnya ada di Biopolis, naik MRT sekali aja udah sampe. Jarak tempuhnya kurang lebih 30 menit-an. Kami diminta untuk standby di lokasi dari jam 08:30 pagi. Jam lima pagi saya sudah bangun dan siap-siap lalu sarapan (dari hostel dikasih roti gratis tiap pagi) sambil minum kopi. Nia (dari nightspade), Firman, dan Adit (dari Teknojurnal) juga menginap di hostel yang sama dengan saya. Berhubung saya dan Nia ngisi stand, jadi kami berangkat duluan (disaat Firman dan Adit masih tidur). Kami langsung ke MRT menuju ke lokasi acara.

Sampai stasion, kami agak buta arah kemanakah seharusnya berjalan dan kami mencoba sedikit meraba-raba arah lokasinya. Ketika kami sudah menemukan gedung patokannya, kami dapat mencari dengan mudah area biopolis. Ketika berjalan di biopolis, kami melihat arsitektur yang menarik dan asyik buat foto-foto. Berhubung kami masih bawa banner dan marketing tools yang berat dan agak terburu-buru, kami udah ngerencanain besok aja foto-fotonya. Sampai area biopolis, kami agak kesulitan mencari gedung bernama matrix lalu kami bertanya ke sapam di sana. Sesampainya di booth, suasana sudah sangat crowded. Saya dan Nia buru-buru nyiapin stand, ngerakit banner, menata flier, kartu nama, dan stiker, nyalain laptop, muter video, dan berbagai persiapan lainnya.

Setelah stand sudah berdiri, sekarang giliran saya yang berdiri sepanjang hari karena tidak disediakan kursi untuk duduk @.@ Ternyata pengunjung acaranya sangat banyak, saya rasanya sudah tukeran kartu nama dan nyeritain arsanesia ke berpuluh-puluh orang. Menyenangkan rasanya mengenalkan Temple Rush Prambanan ke masyarakat internasional. Saya menceritakan legenda bandung bondowoso, memberitahukan bahwa candi prambanan bener-bener ada dan saya rekomendasikan untuk main kesana, jadi ya sekalian mempromosikan pariwisata Indonesia 🙂 Selain itu, saya juga mempromosikan kota Bandung karena tiga dari empat developer yang ada di stand area tersebut berasal dari Bandung. Ternyata beberapa orang sudah cukup kenal Bandung dan suka dengan Bandung. Buat yang belum tahu, saya mempromosikan bahwa Bandung adalah kota yang enak buat bekerja, terutama di industri kreatif. Saya sangat menyarankan orang-orang untuk main ke Bandung juga.

Salah satu hal menarik yang saya lakukan adalah sholat. Saya rasa tidak mungkin saya bisa menemukan mushola di dekat lokasi. Alhasil saya memilih wudhu di kamar mandi dan sholat di pojokan gedung deket jalan mau ke toilet. Ketika saya sholat, ada beberapa orang yang lalu lalang di dekat saya sholat dan nampaknya tidak begitu aneh melihat saya sholat di tempat yang gak wajar. Sepertinya mereka juga mengerti. Saya yakin sih, kalau saya bertanya ke seseorang, pasti ada yang bisa menunjukan lokasi mushola atau mesjid terdekat. Tapi ya dasarnya males gerak, akhirnya milih muka tebal aja deh :p

Saya sudah mulai beres-beres pukul lima karena Nia mau ke tempat microsoft dan saya ada yang mau dicari di orchard, yakni titipannya my fiancee. My fiancee nitip kosmetik merek sephora (yang saya baru pertama kali denger) yang gak ada di singapore dan produk lain yg juga gak ada di Indonesia. Ada tiga item yang dea titip ke saya dan saya cuma bisa dapet 1 item yang sesuai dengan orderan, 1 item yang merknya ada tapi warnanya gak sesuai dengan orderan tapi gpp jadi dibeli juga, dan 1 item lagi yang ternyata gak dijual di Singapore. Saya belinya juga gak nyebutin jenis, cuma ngasih liat foto yang diprintscreen sama dea, terus kasih deh ke mbak2nya. hahaha abis gak ngerti sih kosmetik-kosmetik gitu. Oh ya, saya cari-cari barang itu di ION, sekalian ketemuan sama temen yang tinggal di Singapore Roswita dan Dea Meitry. Si Dea Meitry ini kerjanya di perusahaan kosmetik, jadi tadinya ada item yang kayak lipstik tapi bukan lipstik itu yang belum ketemu, terus dia kayak apal gitu item itu di jual dimana. Sama ada lotion yang tadi gak dijual di singapore, tadinya ama Dea Meitry mau dicariin gantinya tapi takut klo buat muka itu sensitif. Nanti saya cari di changi deh, sekalian klo ada barang menarik lagi buat oleh-oleh (padahal duit udah tipis nih :p)

Sedikit tambahan, di singapore saya gak jadi beli kartu lokal. Kartu lokal harganya sekitar 18 dolar (140rb-an). Saya memilih untuk pake tarif roaming indosat aja soalnya males ganti kartu dan klo pakai indosat, perhari internetan 25rb sepuasnya 😀 klo saya empat hari, cuma kena 100rb. Paling SMS sesekali (perSMS 7500 ke Indonesia). Klo Firman lebih oke lagi dia, pake XL ada paket promo tiga hari gratis roaming internasional. hehehe

Iklan
About Adam Ardisasmita (1112 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

1 Trackback / Pingback

  1. Tips dari Pengalaman Kedua Mengisi Booth di Startup Asia | Ardisaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: