Iklan
My Journal

Definisikan Alay untuk ku

Saya pertama kali mendengar alay adalah singkatan untuk anak layangan. Mengapa anak layangan? Karena nampaknya ada tren yang menuding bahwa mereka para pemain layangan adalah mereka yang kampungan dan kuno. Entah dari mana tren tersebut lahir, nampaknya para anak gaul yang berada di pusat informasi (kota) menjadi pencetus eksisnya golongan alay tersebut. Pertama kali istilah alay keluar, alay ditujukan bagi mereka yang berpenampilan dengan potongan rambut berponi menutupi sebelah mata, kaos hitam ketat, dan skinny jeans. Alay digunakan untuk menyebut mereka yang berpenampilan emo di dalam mall, mereka yang nongkrong-nongkrong di depan warung sambil memamerkan poni mereka dan rantai panjang di celana mereka. Namun seiring kemudian muncul deskripsi alay lagi, alay digunakan untuk menyebut mereka yang hobi berfoto narsis dengan sudut dari atas, kemudian tangan di mulut atau dimuka, sambil senyum manyun. Tak lama itu pengertian alay bertambah menjadi mereka yang turut menggunakan huruf besar dan huruf kecil ketika mengetik, mereka yang menyingkat-nyingkat kata-kata hingga susah untuk dibaca. Tidak ada habisnya. Bahkan sekarang mereka yang menghina-hina orang alay pun dibilang alay. Pengertian alay semakin bias dan tidak terkendali. Bahkan di kamus besar bahasa Indonesia pun tidak ada penjelasannya.

Akhirnya saya menemukan pencerahan di sebuah tulisan yang saya baca. Bahwa ternyata kita menyebut alay bagi mereka yang ketinggalan informasi dan ketinggalan tren. Jadi apa yang dulu kita senangi dan sekarang kita sudah bosan akan itu, kemudian orang lain baru mulai menyenangi hal tersebut, kita menyebut golongan tersebut adalah golongan alay. Jika itu, maka alay adalah generasi penerus kita. Sebuah lapisan masyarakat yang memiliki kecepatan menangkap perkembangan gaya hidup yang terlambat. Mereka yang meneruskan apa yang dahulu pernah kita lakukan atau pernah kita jadikan tren.

Jadi apakah perilaku alay itu adalah sebuah kesalahan? Belum tentu juga. Karena itu merupakan hal yang dahulu pernah kita anggap sebagai tren (yang tidak alay). Apakah mereka yang kita anggap kuno adalah alay? belum tentu juga. Karena tren berubah-ubah dan berbeda-beda. Bisa saja malah kita yang dianggap alay oleh komunitas disekitar kita. Jadi perlukah kita merendahkan perilaku alay menurut definisi kita masing-masing? Berhati-hatilah, mungkin disaat kita menertawai mereka di dalam hati karena perilaku alay mereka, mereka juga sedang menertawakan kita karena menurut mereka kita adalah alay.

Dan terakhir ada satu kutipan yang ingin saya tampilkan. Ini merupakan definisi alay oleh mereka yang mengaku tidak alay

jadi “ALAY” itu..
1. selalu ngerasa paling tau tentang musik.
2. tongkrongannya di pinggir pinggir jalan (yang cewek godain cowok,yang cowok godain cewe yang lagi lewat)
3. kalo di mall selalu bawa headset buat dengerin lagu lewat handphone(suka pamer ga jelas & sok asik gitu deh).
4. sok EMO tapi ditanya sejarahnya emo ga tau.
5. sok pengen ‘gaul’ mau ngikutin tren yang sekarang tapi terlalu LEBAY (cth: nge-mix baju ga kira kira ; baju ijo, celana kotak kotak, sepatu merah,kacamata biru! NORAK !)
6. dimana mana SELALU ada acara yg namanya ‘putu putu narziz’ (entah itu di sekolah, WC, mobil, kamar, stasiun, angkot,dll).

7. fotonya ga nahan smua! (dengan gaya di imut imutin,dideketin lampu biar ‘terang bgt’,foto deket bgt dari wajah *biar jeleknya ga keliatan*,foto dari atas *biar kelihatan keren kali ya*,dll..pokoknya yang bisa bikin ENEG semua orang)(kamera VGA aj sok sokan)
8. buat cewek tiap hari kerjaannya ngomongin ttg cowooooooooo mulu! (cth: eh tau ga si A tadi gini loh sama gue hahaha lucu bgt ya? *ga lucu!)(yah pokoknya sok pamer gitu deh*berasa cantik)
9. buat cowok..tiap hari kerjaannya cari musuh(ribut) mulu sama temen temen cowoknya yg lain *biar dianggep keren gitu*
10. di friendster.. bagi yang cewek di ff nya majang cowok cowok ganteng semua *meski ga kenal,biar dianggep cantik & gaul* kalo yg cowok ya majang ffnya cewek semua*walau ga kenal* biar dikata cowok ganteng. IH JIJAY!
11. T U L I S A N
> – iya : ia
> – kamu: kamuh, kammo, kamoh, kamuwh, kamyu, qamu, etc
> – aku : akyu,aq,akko,akkoh,aquwh,etc
> – maaf: mu’uph,muphs,maav,etc
> – sorry: cowyie,cory,tory(?),etc
> – add : ett,etths,aad,edd,etc
> – for : vo,fur(zz),pols,etc
> – lagi : agi,agy
> – makan: mums,mu’umhs,etc
> – lucu : lutchuw,uchul,luthu,etc
> – siapa: cppa,cp,ciuppu,siappva,etc
> – apa : uppu,apva,aps,etc
> – narsis: narciezt,narciest,etc
> &&& masih bnyak lagi!
12. suka ngirim bulbo ga jelas di fs :”akko onlenndh dcnniih” ato “ayokk perang cummendh cmma saiia” etc (paling parah lagi kalo ngirim bulbo dengan judul “BAJINGAN” tapi isinya kosong!) ih kampret bner deh tu orang orang alay.
13. menganggap dirinya eksis di friendster (kalo comments banyak itu berarti anak gaul jadi lomba banyak-banyakan comment) *please deh ga bgt! emang kenapa coba kalo commentnya banyak?dapet rekor muri ya? ga penting bgt deh..
14. kalo ada org yg cuman view profil kita , kita bilang gini : “hey cuman view nih?” ato “heey jgn cuman view doang,add dong! (kalo emang segitu pentingnya orang nge-ADD buat kita..kenapa kita ga nge-ADD dia waktu kita mau ngasih testi?)-__-
15. friendster dipenuhi glitter-glitter norak yang pastinya bisa ngerusak retina mata zz
16. nama friendster mengagung -agungkan diri sendiri,seperti : pRinceSs cuTez,sHa luccU,tIkka cAntieqq,etc. (pede bgt sih?)
17. kata /singkatan selalu diakhiri huruf z/s (cth : nama adalah talitra,dbuat jadi : talz. nama adalah niken,dibuat jadi qens..dsb!)
18. foto di friendster bisa nyampe 300 lebih padahal cuman foto DIRINYA SENDIRI
19. diam diam mengidolakan : kangen band,st12,radja,ato bahkan GARNET BAND -_-
20. suka menghina orang lain yang ga sama kaya dia.
NAH ITU SEMUA CIRI-CIRI ALAY!
LO alay? ato BUKAN?

Pertanyaan yang menarik bukan? Mereka yang suka menghina orang lain yang tidak sama seperti dia adalah alay. Lalu apakah kita yang menghina mereka yang alay termasuk alay?

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

15 Comments on Definisikan Alay untuk ku

  1. iya sih, bener juga..
    karena untuk me-label sseorang alay itu terlalu subjektif juga hhaha..

    Suka

  2. Iya dhan, skg kata alay digunakan sebagai cacian. Sudah gak bisa didefinisikan lagi.

    Suka

  3. Jika dilihat dari artinya ternyata kata alay ini berkembang maknanya, semakin mempersempit ruang gerak perspektif karakter, selera dan pendapat orang lain untuk dipaksa sejalan pemikiran orang2 yg suka menggunakan kata ini. Tapi tetap tidak berubah acuannya hanya seputar penampilan dalam pergaulan sementara. Bukanlah sesuatu yg membanggakan.

    Sepertinya tidak perlu dipusingkan karena dah gak objektif dan relevan lagi seperti contoh pendapat berikut sering saya temui:

    “ada juga temen gue yang blg,”alay tuh biasanya yang ga pernah ke tempat tempat gaul !” (pim,mall2 jakarta,coffe shop/caffe ber-wifi yang lagi in).”

    “saya suka pakai celana besar karena postur tubuh dan saya nyaman dengan itu…tapi saya malah di ejek “Pecel Lele” (pecinta celana lebar2) karena celana mereka sempit2 semua dan pake boxer”

    “kalau lg ngumpul di kontrakan saya suka ngidupin lagu Dewa, Padi, Samson atau apalah yg penting saya senang dengarnyaa eh…malah di bilangin kampungan gara2nya mereka demennya ama album Indie kalau di denger emang ga ada enak2nya…pokoknya musti ngikutin gaya mereka deh baru aman”

    seperti itu sudah opini kelompok/kalangan tertentu. Biarkan masing2 tiap personal bebas memilih, berkarakter, berkreasi asalkan tidak mengorbankan hak dan kenyamanan orang lain. Kalo tidak ya diskrminasi merajalela menganggap dirinya/keompoknya adalah istimewa disebabkan kata alay mengalami degradasi makna dari yang awalnya berkonotasi terhadap mereka yang tidak jelas tujuannya menjadi mereka yang rendah gaya hidupnya….

    btw salam kenal bro…

    Suka

  4. wah,, pembahasan yang menarik…

    salam kenal juga ya..

    Suka

  5. Bs nggak di ambil kesimpulan kalau kaum minoritas itu adalah kaum alay?

    Suka

  6. setuju sama komennya Maleo.

    gw yang mendeskripsikan alay dengan kata lain kampungan, justru nganggep alay lebih ke attitude dan cara pandang.

    gw pernah ikut sebuah grup anti alay difriendster, dimana menurut gw banyak diantara mereka yang justru menjadi alay saking inginnya ga terihat alay

    1. ada sebuah forum yang judulnya “kalo gw naik bis gara2 ga ada yang jemput alay ga sih ?” (lah ??!!)
    2. saking ingin ga dibilang alay forum itu mendadak jadi ajang forum luar negeri berbasis bahasa internasional dengan beberapa kata2 makian dan sindiran dalam bahasa inggris *pokoknya yang alay ga akan ngerti*
    3. judulnya anti alay, tapi masih banyak aja yang pake kata2 kasar kayak anak ga pernah sekolah cuma buat mengungkapkan kekesalan, cth : “ahh.. ngent*t lah lo alay semua!”, “anjing lo alay!”
    4. penyebaran account2 fs orang yang dianggep alay, setiap anggota bisa ngeliat trus menghina habis2an account tersebut, padahal salah mereka apa ? sodara bukan, musuh bukan, kenal juga ga.

    see ?? kalo buat gw, gw 100x lebih baik dibilang alay daripada harus ninggalin sesuatu yang gw suka dan bertindak konyol-sok-gaul kayak gitu supaya ga dibilang alay.
    dan lebih milih buat “suka2 lo aja dah mau ngapain juga” sama si para alay2nya.

    so what ? gw masih suka foto dengan mulut dimonyong2in; nama temen2 dihp gw, masih pake huruf gede-kecil karna gw pikir lucu, daripada datar2 aja.

    CMIIW

    Suka

  7. wah nice info gan, aku baru tau ternyata persepsi yang timbul tentang alay ternyata seperti ini. aku tuh setuju yang di quote terakhir itu. setuju banget pokoknya 🙂

    Suka

  8. mantab
    berita baru ne gan

    Suka

  9. Ternyata alay g jauh sareng lebay, bener teu my friend

    Suka

  10. Pembela Alay // 03/04/2010 pukul 12:28 am // Balas

    NOMOR 1 kalo mereka emang tau???????

    Suka

  11. infonya menarik..
    pandanganya jyga aku raa tepat….

    alay busa dibilang lebay gak??
    soalnya banyak banget tmen2 yg sms aku pake hruf besar kecil, simbol2 gak jelas sampe ribet kalo baca

    Suka

  12. arohmanpanji // 19/06/2010 pukul 9:29 pm // Balas

    nais inpoh gan!

    *hehehe, ini t’masuk alay gak yah? kayaknya enggak deh, ‘coz kayaknya ini mah kaskus mode on deh..

    salam blogger ^_^

    Suka

  13. Omong-omong soal akronim anak layangan jadi alay, bukan karena main layang-layang dianggap norak. Tapi golongan alay yang pertama dikategorikan di dunia ini adalah mereka rambutnya dihighlight kepirang-pirangan (padahal muka tidak mendukung). Hubungannya dengan layangan apa? Ya, kan kalau anak-anak kecil yang main layangan di terik matahari rambutnya jadi coklat toh. 🙂

    Suka

  14. wehh, sorry yah…
    saya mah bukan alay…
    hidup anti alayyyyy..
    fuck this alay..
    alay, go to hell!!!

    Suka

  15. diatas ane salah satu dari ALAY..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: