Iklan
My Journal

Mendidik Pengendara di Jalan

gambar diambil dari gov.uk

Tempo lalu saya pernah post tentang Zebra Cross di Indonesia yang tidak pernah diindahkan di sini. Saya sadari bahwa sebagian besar pengendara di Indonesia mendapatkan SIM-nya dengan cara yang tidak sesuai prosedur. Bahkan ketika tidak menggunakan jokey sekalipun, proses pembuatan SIM masih kurang baik, terutama dari segi pemahaman tentang rambu dan aturan berlalu lintas. Faktor yang dilihat hanya prakteknya saja, pengemudi bisa mengendalikan kendaraan dengan baik. Perihal dia mengerti rambu lalu lintas, itu kurang ditekankan. Akibatnya, banyak pengemudi di jalan yang buta akan aturan yang benar dan hanya ikut-ikutan aturan di jalan.

Contoh pengetahuan berlalu-lintas “jalanan” yang salah adalah menyalakan lampu hazard ketika hujan, membalap kendaraan dari sisi kiri, ngedim kalau gak mau ngasih jalan ke orang, keluar dari gang menuju jalan besar tanpa berhenti dulu, tidak mendahulukan kendaraan dari arah kanan di bunderan, dan masih banyak lainnya. Selain karena proses pembuatan SIM yang kurang ketat, faktor penyebab lalu-lintas ngasal ini adalah lemahnya penegakan hukum dari kepolisian dan minimnya panduan mengenai tata cara berlalu-lintas. Saya coba cari di beberapa toko buku besar dan sulit menemukan buku panduan berlalu lintas yang lengkap. Akhirnya setiap orang membuat standar berlalu-lintasnya sendiri-sendiri dan membuat kacau lalu lintas. Saya kalau mau mengetahui aturan di Indonesia, harus googling pasal-pasal yang bahasanya ngejlimet, beda dengan di negara lain yang kata-katanya sederhana, bahkan ada ilustrasinya.

Solusi yang ideal adalah mengetatkan dan merapihkan proses pembuatan SIM, mengetatkan pengawasan terhadap pelanggaran lalu lintas, dan menerbitkan buku panduan dan pedoman berlalu-lintas yang baik dan benar secara massal. Kalau perlu, ketika membeli kendaraan bermotor, buku panduan tersebut wajib untuk dibeli juga. Masalahnya, solusi tersebut sulit diimplementasikan karena yaaa tahulah pemerintah kita gimana. Kayaknya sulit menaruhkan harapan dan menitipkan pesan kepada mereka agar hal ini bisa diperjuangkan. Akhirnya, saya memutuskan untuk mencoba “mendidik” pengendara dalam berlalu-lintas yakni dengan super disiplin dalam berlalu-lintas.

Maksudnya super disiplin adalah walaupun “hukum jalanan” sudah terbiasa dengan suatu habit, kita harus berani dan membiasakan diri untuk tetap disiplin. Mau sebrutal apapun orang lain mengemudi, kita harus konsisten dengan aturan. Paling sederhana adalah Zebra Cross. Sekarang saya sudah mulai membiasakan diri untuk melambatkan kendaraan jika melihat Zebra Cross dan berhenti jika ada yang ingin menyebrang. Buat orang Indonesia, hal ini adalah hal yang gak biasa dan langka. Melihat jalan di depan kosong, tapi melambatkan kendaraan dan berhenti untuk memberikan jalan bagi penyebrang jalan. Menurut “hukum jalanan”, penyebrang itu yang harus nunggu jalan kosong baru boleh nyebrang. Harapannya sih dengan saya membiasakan diri seperti itu, mobil di belakang saya akan sedikit tercuil pikirannya bahwa pejalan kaki itu harus diutamakan. Bagi pejalan kaki pun, akan jadi lebih merasa aman untuk menyebrang di Zebra Cross, bukan di sembarang tempat. Tapi rasanya sulit kalau cuma satu mobil di antara ratusan ribu mobil di jalan yang seperti itu, jadi saya ikut menghimbau semua yang membaca tulisan ini untuk sama-sama “mendidik” para pengguna jalanan. Sederhana saja, hanya melambatkan kendaraan kalau melihat Zebra Cross dan mengutamakan pejalan kaki untuk menyebrang. Saya lampirkan aturan bagi pengendara dan penyebrang mengenai penggunaan Zebra Cross. Beberapa sumber lainnya bisa ditemukan di sini (tentang zebra cross) di sini (tentang menyebrang) yang dua-duanya saya ambil dari UK karena sudah bisa ditebak, Indonesia mana punya penjelasan mengenai aturan yang bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat (ironi).

Drivers must stop to let you cross. As they approach the crossing, theyshould slow and be prepared to stop. They must stop behind the stop line if there is one and must not enter any part of the crossing.

Drivers must not overtake or park within areas covered by zig-zag markings on either side of the crossing. More information in the Parking section.

  • You do not have the right-of-way over other traffic until you actually step onto the crossing. Never step onto the crossing if this would cause a driver to brake or swerve suddenly.
  • You must not cross within the area marked by zig-zag white lines if these are provided on either side of a zebra crossing. If they are not provided, you must not cross within 15 metres of the crossing.
  • If there is a central island, treat each side as a separate crossing.
  • Always watch carefully for approaching traffic. Place one foot on the crossing to indicate that you wish to cross. Wait until traffic has stopped before you start crossing.
Iklan
About Adam Ardisasmita (1117 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

3 Comments on Mendidik Pengendara di Jalan

  1. good, memang sebagian besar pengendara di jalan ga ngerti aturan jalan raya. kaya yang simpel ini soal zebra cross. yang nyebrang juga ga ngerti kalo mereka nyeberand di zebra cross makan akan diprioritaskan, kalo pun sampe kecelakaan maka pasti di jamin sama asurans jasa raharja *syartnya nyebrang di zebra cross itu.

    Suka

  2. setuju sama adam. peraturan lalu lintas di Indonesia udah ga berjuntrungan sama sekali. bukan cuman masalah memperlambat kendaraan ketika mau menghampiri zebra cross, tapi selagi lampu merah menyala pun zebra cross sudah dipenuhi kendaraan bermotor sampe penyebrang jalan ga bisa lewat zebra cross dengan nyaman.

    Suka

  3. Setuju bgt ama tulisan ini!!!
    Teutama bagian memberikan kesempatan orang yg nyebrang di zebra cross.
    Pengalaman waktu di norway, kalo nyebrang di zebra cross gampang banget, mobil pasti pada berhenti dan memberikan kesempatan buat kita nyeberang.
    Ampun pas balik ke Indonesia… Oalaaah, yang ada malah di klaksonin keras-keras, atau dari jauh malah mobil makin ngebut sambil ngasih lampu kedap kedip soalnya ogah ngasih kesempatan saya buat nyebrang… padahal udah jelas-jelas saya di zebracross nyebrangnya…

    Iya bener banget, mari kita mulai dari diri sendiri untuk menjadi pengendara mobil yg baik dan pengguna jalan yang benar

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: