Iklan
My Journal

Sistem Anti Piracy Youtube

Gambar diambil dari theverge.com

Gambar diambil dari theverge.com

Kita sering lihat di youtube banyak sekali artis youtube yang hobinya cover lagu orang. Lalu saya jadi bertanya-tanya, kalau ada yang upload video cover gitu, apa gak melanggar kekayaan intelektual si artis aslinya yah? Atau kalau ada yang ngerekam konser mereka terus diupload ulang gitu melanggar juga gak yah? Lalu suatu ketika saya menemukan sebuah video TED yang membahas tentang bagaimana Youtube menjaga intelectual property (IP) seseorang.

Hampir tiap hari, ada banyak sekali video yang diupload sekian banyak orang dari seluruh dunia, bahkan konon dalam sehari bisa sampai 1 tahun durasi video masuk ke youtube. Lalu tidak bisa kita bayangkan ada berapa ratus ribu tahun durasi video yang saat ini ada di database youtube. Dari sekian banyak video tersebut, tentu rasanya sulit kalau kita harus menonton video tersebut satu persatu dan memastikan apakah video tersebut melanggar IP seseorang. Untuk itu, youtube memiliki engine khusus yang bisa secara otomatis mendetek suatu video dengan IP yang sudah didaftarkan oleh empunyanya. Bisa kita bayangkan betapa hebatnya sistem super komputer dan algoritma yang dimiliki youtube untuk bisa membandingkan sekian banyak video yang masuk tiap harinya dengan kumpulan video youtube di server yang jumlahnya amat sangat banyak dan terus bertambah tiap harinya.

Sistem tersebut dapat menotice sebuah video dengan video aslinya, semirip apapun itu, walaupun hanya terdapat perbedaan dari segi kualitas video saja. Kalau ternyata ada yang melanggar IP seseorang bagaimana? Youtube akan memberikan notifikasi kepada pemilik IP bahwa ada video yang menggunakan IP miliknya. Sang pemilik IP akan diberikan opsi apa yang akan ia lakukan terhadap video “ilegal” tersebut. Ada tiga pilihan yang tersedia, dibiarkan saja tapi diturunkan dari search engine priority, diblok langsung dari channel tersebut sehingga tidak bisa diakses orang, atau justru dibiarkan saja tapi kita bisa melakukan monetisasi pada video tersebut. Sebagai contoh, ada video wedding reception yang memiliki konsep unik yakni menggunakan gerakan dansa dan tari selama prosesinya. Pada video tersebut, ada lagu latar milik seorang artis ternama yang digunakan. Video tersebut mendapatkan jumlah view yang sangat tinggi. Oleh sang pemilik IP, bisa saja video tersebut diturunkan atau diblok, tapi sang pemilik IP memilih untuk memonetisasi video tersebut dengan iklan dan link lagu tersebut ke iTunes. Akibatnya, penjualan lagu tersebut di iTunes naik drastis serta si pemilik IP mendapatkan pemasukan yang tinggi dari iklan pada video tersebut, yang tentu si pengguna konten IP “ilegal” ini tidak mendapat bagian. Akan tetapi, si pemilik video ini langsung terkenal dan masuk di berbagai acara talkshow.

Metode di atas menjawab pertanyaan saya tentang lahirnya artis-artis youtube yang terkenal karena mencover lagu-lagu penyanyi besar. Ternyata, sang pemilik lagu juga mendapatkan royalti dari lagu-lagunya yang dipakai dari iklan dan bisa melakukan promosi lagu tersebut ke iTunes. Saya kira youtube sudah menjadi media yang akan menjatuhkan industri musik, ternyata sistem mereka jauh lebih bijak dari yang saya bayangkan 🙂 hidup youtube

Iklan
About Adam Ardisasmita (1115 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. Facebook Menjadi Platform Berbagi Video | Ardisaz
  2. Pencurian Konten Video di Facebook – Ardisaz
  3. Youtube vs Youtuber – Ketika Model Monetisasi Berubah Tanpa Penjelasan – Ardisaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: