Iklan
My Journal

Siklus Gunting Kertas Batu

Menilik kembali tentang tulisan darimana datangnya inspirasi (link di sini), suatu ketika saya pernah datang ke sebuah pameran teknologi. Di dalam pameran tersebut, kebetulan saya bertemu dengan salah seorang staf di laboratorium di ITB yang sebenernya saya tidak begitu dekat tapi saya cukup penasaran dengan karya yang ia pamerkan di pameran IT tersebut. Pas saya samperin, dia juga masih ingat dengan saya lalu kita ngobrol singkat. Dari obrolan itu, dia sharing tentang konsep Gunting-Batu-Kertas dan mengapa sebuah startup itu harus mulai dengan fokus di satu bidang tertentu dulu.

Dalam dunia industri, terdapat tiga golongan besar, yakni gunting, batu, dan kertas. Golongan ini membentuk sebuah siklus dimana perusahaan kecil yang agresif seperti startup di analogikan dengan gunting, perusahaan yang sudah lebih lebar divisi bisnisnya dianalogikan dengan kertas, dan perusahaan yang sudah amat sangat besar dianalogikan dengan batu. Sebagai startup, kita harus mulai dari bidang yang paling kita kuasai dan harus bener-bener fokus di bidang itu. Kita tidak punya cukup resource untuk menggapai semua bidang dan juga “kekuatan” untuk bersaing dengan perusahaan yang sudah amat sangat besar. Andaikata kita membuat startup, jangan langsung berpikir untuk membuat seperti apa yang google miliki, punya email client, punya video sharing, punya social media, dll. Ketika kita maju dengan konsep itu, kita akan langsung dihantam oleh goole. Ibarat kata, gunting tidak bisa melawan batu. Tapi yang bisa kita lakukan, fokuslah di satu bidang, misalkan video sharing, dan jadilah yang terbaik di situ. Sebagai startup, kita memiliki apa yang perusahaan besar tidak miliki, yaitu fleksibilitas untuk menata, menambah, dan mengganti inovasi yang ada pada produk kita. Jadi yang kita lakukan, kita menggunting market share dari perusahaan “kertas” secara perlahan. Tumbuh perlahan mengembangkan produk kita, lalu menambah fitur, dan memperluas scope pasar kita. Lama-kelamaan, perusaahaan kita akan berkembang menjadi perusahaan tipe “kertas”. Nah, perusahaan tipe ini lah yang akan ditakuti oleh perusahaan-perusahaan besar. Ketika kita sudah mencapai taraf “kertas”, kita memiliki peluang untuk membunuh market share perusahaan “batu”. Untuk itu, biasanya perusahaan-perusahaan “batu” ini sering melakukan akuisisi perusahaan “gunting” agar produknya tidak tersaingi. Sudah berapa banyak perusahaan yang diakusisi (baik untuk dikembangkan teknologinya atau untuk dibunuh) google sehingga dia bisa tetap menjadi nomer satu.

Saya sendiri tidak bisa mengonfirmasi teori ini karena belum pernah berhadapan dengan situasi seperti itu, tapi intinya dari cerita tersebut, ada satu poin yang menurut saya penting yakni startup harus fokus. Jangan baru mau bikin startup, semisal startup game, kita udah memasang mindset harus bikin semua genre game, di semua platform, dan untuk semua usia. Mulailah dari segmen yang paling kita pahami, senangi, dan ahli di bidang itu. Saya ambil contoh Radyalabs, sebuah startup mobile apps yang fokus di pengembangan windows phone di Indonesia. Dengan fokus seperti itu, dia saat ini menjadi pengembang Windows Phone no 1 dan yang pertama di Indonesia. Ketika sudah mencapai tahap itu, tidak sulit untuk menambah divisi bisnis baru dan mendapatkan kepercayaan dari orang/perusahaan lain. Kalau kata pepatah, think big, start small, act now. Jadi visi atau mimpi bolehlah besar, tapi mulailah dari yang kecil dan fokus terlebih dahulu.

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: