Iklan
My Journal

Menyeimbangkan Spiritual dan Intelektual

gambar diambil dari dunianyaridwan.blogspot.com

Saya masih ingat perkataan Habibie ketika berkunjung ke Insan Cendekia yang sangat menarik, “Hidup itu harus seperti burung, seimbang antara sayap kanan dan kirinya, Sayap IPTEK dan IMTAQnya. Kalau salah satunya tidak berfungsi dengan baik, tentu burung tersebut tidak bisa terbang”. Konsep hidup itulah yang menurut saya sangat penting untuk bisa dikembangkan dan diterapkan di Indonesia, bahkan di Dunia. Ketidak seimbangan antara keduanya dapat merusak tatanan hidup di masyarakat hingga merusak pribadi itu sendiri.

Banyak orang yang secara agama dan spiritual baik, tapi orang-orang tersebut jarang kita temukan di dunia akademisi serta demikian juga sebaliknya. Saya yakin, ada banyak sekali ulama dan ustadz ahli agama yang sangat jujur, sangat bijak, dan punya integritas yang tinggi. Tapi karena tidak diseimbangkan dengan kemampuan IPTEK (intelektual) yang luar biasa, mereka jadi tidak bisa bersaing di dunia nyata. Kita ambil contoh salah satu abang haji yang mau nyalon presiden yang mengklaim dirinya adalah da’i. Saya coba bersumsi deh, abang yang satu itu pasti orangnya jujur dan berintegritas harusnya, tapi ketika dia mau nyalon presiden, ditanya oleh Najwa Shihab tentang subsidi BBM, tentang kasus BP Migas, dan kasus-kasus umum lainnya tidak bisa menjawab. Yang seperti itu, mau sepinter apapun pengetahuan agamanya, mau sehebat apapun ilmu akhiratnya, mau sejujur apapun dia, kalau tidak dibekali dengan sayap IPTEK yang baik ya tidak akan kemana-mana.

Sebaliknya juga sama, jika seseorang memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi, tapi tidak memiliki IMTAQ yang kuat, ya hasilnya adalah sebagian besar pejabat kita yang ada di kursi mewahnya. Orang-orang tersebut itulah yang punya kapasitas untuk memperbaiki nasib bangsa, tapi karena moral yang rendah, tergoda dengan uang, tergoda dengan tahta, dan banyak sekali godaan lainnya yang menyebabkan orang tersebut akhirnya hancur. Coba bayangkan, bagaimana bisa bintang iklan “katakan TIDAK pada korupsi” yang merupakan partai nomer satu di Indonesia bisa ditangkap satu persatu menjadi tersangka? Saya yakin mereka itu cerdas-cerdas semua, tapi kalau keadaan spiritualnya sudah mati, ya kecerdasan itu tidak ada gunanya.

Inilah tantangan bangsa. Sistem pendidikan yang ada hingga kondisi sosiokultural kita masih terlalu mengedepankan sayap intelektual sehingga sayap spiritual kurang terbangun dengan baik. Apalagi pengaruh liberalisme yang semakin menggerus nilai-nilai spiritual sehingga IMTAQ dianggap sebagai sebuah bagian kecil dari kehidupan yang saat ini terkesan kuno dan tidak menganut asas kebebasan. Untuk itu, bagi para pelajar yang sedang mendalami ilmu agama dengan tekun, perkuat juga ilmu dunianya. Belajar juga untuk masuk ke area heterogen dengan penuh keterbukaan pikiran dan toleransi yang tinggi. Kita butuh orang-orang bijak dan baik untuk bisa menguasai dunia intelektual dan terjun ke dunia nyata. Lalu untuk pelajar yang sedang mendalami ilmu dunia dengan semangat, walaupun jaman sudah berkembang dengan pesat dan teknologi sudah jauh lebih maju, spiritual kita adalah bagian dalam hidup yang sangat penting dan haus untuk selalu disiram. Sulit memang saat ini untuk menemukan media untuk menggapai spiritual dengan baik yang sesuai dengan ritme dan perkembangan zaman. Untuk itu kita harus berperan aktif membangun sayap spiritual kita agar kecerdasan intelektual kita tidak tersalahgunakan. Semoga ke depannya bisa lebih banyak habibie-habibie baru yang mampu menyeimbangkan antara intelektual dan spiritual. 😀

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

1 Trackback / Pingback

  1. Integritas Beragama: Tribute to Bapak | Ardisaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: