Iklan
My Journal

[Review] [Film] The Dark Knight Rises (TDKR)

gambar diambil dari screencrave.com

Yes akhirnya sudah nonton TDKR 🙂 Sebelumnya ini ada sedikit tulisan mengenai persiapan sebelum menonton TDKR (link di sini). Saya udah nonton TDKR 1,5 kali, yang setengah itu lagi ada acara nobar di GI bareng Nokia tapi harus pulang duluan soalnya udah terlalu malem. Hehehe.. Ohya, di tulisan ini akan ada banyak spoiler, jadi buat yang belum nonton, mending gak usah dilanjutin yah bacanya 🙂

gambar diambil dari screenrant.com

Pada TDKR, kisah TDK berlanjut. Ending TDK adalah si batman menjadi tokoh antagonis yang dianggap membunuh harvey dent. Kemudian, 8 tahun setelah itu, si batman udah gak pernah keliatan lagi. Gotham jadi kota yang aman dan damai. Di sini, kurang lebih ceritanya adalah di tengah2 kedamaian itu, muncul tokoh jahat yang namanya Bane yang mau menghancurkan kedamaian itu. Lalu di film ini juga muncul karakter baru yaitu catwoman. Si Bane ini lebih ke sosok teroris yah, dia nanem bom dimana-mana dan mengancam untuk menghancurkan gotham dengan bom nuklir. Tapi endingnya ternyata sosok master mind villain bukan si Bane, tapi karakter lain yang namanya Miranda Tate, yang di awal film merupakan sosok yang baik. Lalu Batman berhasil membuang bom nuklir itu agar tidak meledak di gotham dan dia menjadi pahlawan lagi. Ya kurang lebih begitu sih filmnya. Selanjutnya komentar mengenai film ini yah.

Dari sisi positifnya dulu deh. Seperti biasa, Christopher Nolan luar biasa jago dalam menyampaikan cerita menjadi sebuah dialog dan pengambilan gambar yang supeeerrr daleeemmm. Kita bisa seakan-akan merasakan emosi, kebimbangan, kesedihan, dan kegembiraan seseorang dari alur yang dibuat. Itu yang membuat saya kagum sekagum-kagumnya dengan film ini. Tapi sayang, alur ceritanya terlalu panjang, rentang waktu dalam cerita juga terlalu lebar, terlalu banyak karakter yang muncul, dan menurut saya yang paling fatal adalah banyak plot hole. Kalo plot yang bolong itu bukan bagian inti dari cerita, saya masih bisa memaklumi yah (misalkan adegan Blake yang bisa nemu gordon di antara sekian banyak aliran sewer, mayat yang mati di sewer tanpa ada kelanjutannya apa-apa, luka di punggung tate yang tidak diteruskan, adegan penembakan di pesawat dimana anggota CIA gak ada yang melawan padahal sedang siaga memegang senapannya, dan masih banyak yg saya tidak ingat), tapi klo yang bolong itu adegan inti, itu rasanya ngeganggu banget. Kayak adegan pertarungan antara Batman dengan Bane, ketika di sabuk si betmen terdapat berbagai jenis bom, di sarung tangannya terdapat berbagai jenis senjata tajam, dia milih bertarung dengan Bane tangan kosong. Terus adegan di pithole, dimana bruce wayne akhirnya bisa keluar setelah “takut mati”, sebenernya banyak cara yang bisa dilakukan agar bisa keluar. Misal nih, si bruce udah sampe atas, terus talinya di kasih ke bawah lagi, terus temennya naik, terus dengan bantuan temennya, si bruce di lontarkan ke sisi seberang, kan bisa? Terus tali yg di atas diturunin deh buat temen2nya biar bisa keluar.

Walaupun banyak plothole, tapi Nolan berhasil menutup kecacatan itu dengan ending yang hampir epic. Kenapa hampir, soalnya saya gak suka dengan ending ketika ternyata tate lah otak di balik semua ini dan anak yg lahir di pithole. Padahal scene cerita dari awal ampe akhir mengarahkan ke Bane, Bane yang bilang kalo dia lahir di neraka dan kegelapan dipadu dengan adegan ada wanita hamil yang dimasukan ke pithole sampe si Bruce yang nebak klo orang itu Bane di pithole tapi gak dibantah sama orang di pithole (yang ini juga lobang nih, dia awalnya gak bisa bahasa inggris, tapi diakhir2 bisa bahasa inggris, hehehe). Gak ada tanda-tanda si Miranda itu penjahat. Klo gitu bisa aja dong klo tiba2 si blake yang jahat, ato si selina, ato fox, ato alfred sekalian -_-. Yah tapi lepas dari itu, menurut saya endingnya dibawa enak banget sama Nolan. Mulai dari yang autopilotnya batmobile, awal mula robin, hingga bruce yang ketemu alfred. Seperti saya bilang di awal, Nolan ini rajanya bercerita, dia bisa bikin detik-detik akhir jadi sangat klimaks.

Gambar diambil dari dark.pozadia.org

Overall, sejam pertama alur lambat dan agak ngebosenin, sejam kedua mulai seru, dan diakhir klimaks. Bikin orang bingung soalnya ada banyak banget karakter masuk dan keluar, baik itu yg penting maupun yang ternyata gak penting. Tapi film ini tetep oke banget, walopun tidak seepic TDK. Joker itu terlalu karismatis dan menjadi beban juga buat image Bane, hehehe.. Jadi klo film TDK mungkin saya kasih rate 9,9/10, TDKR mungkin sekitar 9/10. Konon katanya, si Nolan ini bakal ngeremake superman (dengan nama Man of Steel). Semoga bisa jadi film yang sama epicnya dengan TDKR ini deh. Oh ya, di Man of Steel, si superman udah tobat, sekarang dia pake celana dalemnya di dalem 🙂 hehehe

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

2 Comments on [Review] [Film] The Dark Knight Rises (TDKR)

  1. IMHO, john blake itu bukan robin, dia pengganti batman, clue-clue yang aku tangkep lebih mengarah ke situ.
    1. Gak pernah ada nama John Blake di sejarah komik sebagai Robin
    2. Kalo emang dia jadi Robin, jati dirinya terlalu mudah diketahui
    3. Bruce pensiun, dan gak akan kembali ke Gotham, makanya dia memalsukan kematian.
    Trus soal Man of Steel, awalnya emang Nolan dimintai tolong buat menulis naskah Man of Steel, tapi setelah sutradara Zack Snyder dateng, Nolan lepas tangan biar bisa lebih fokus di TDKR.
    Tapi saya setuju TDKR ini gak se epic TDK. Joker emang archenemy nya Batman, dan Heath Ledger sukses menghidupkan karakternya.

    Suka

  2. Kalo John Blake gw pribadi sih lebih ngeliat klo dia ngarah ke robin, pas ngambil paket sebelum ke batcave, si mbak2nya bilang lebih suka nama lengkapnya dia, Robin. Dan katanya sempet ada di komik sih si Blake ini muncul, tapi emang bukan jadi robin ato batman, jadi bisa dibilang ini twist aja dari Nolan. hehehe

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: