Iklan
My Journal

Financial Insight dari Fahmi Mumtaz

gambar diambil dari http://www.intellitrain.com.au

Kamis pagi yang lalu, saya mendapat kesempatan berbincang-bincang dengan seorang alumni IT ITB yang berpindah jalur ke dunia finance. Fahmi yang saat ini beraktivitas di dunia perbankan mulai merintis kariernya di dunia financial planning. Nah ketika awal mendengar kata “financial planning” di dunia maya, saya masih kurang menangkap makna dibalik itu. Saya kira cuma mengatur pemasukan dan pengeluaran saja, ternyata lebih kompleks dari itu. Saya akan coba ceritakan ulang pertemuan saya sekitar dua jam dengan Fahmi.

Pertanyaan pertama yang keluar dari saya adalah, apa itu financial planning? Fahmi menjelaskan dari awal hingga akhir secara mendetil. Dimulai dari halaman pasal perjanjian yang isinya hak dan kewajiban baik itu client maupun sang planner (biasanya terkait informasi-informasi yang tidak ingin disebarluaskan). Berhubung saya bukan sedang ingin dibuatkan financial planning, jadi kita skip bagian itu. Langsung ke bagian melihat profile saya. Di situ ada tabel yang mendata pemasukan dan pengeluaran rutin saya bulanan dan tahunan mulai dari kebutuhan premier, sekunder, hingga yang bersifat hore-hore :p Bahkan pengeluaran impulsif harus ditulis juga di situ 😀 Lanjut, didapatkanlah selisih antara pendapatan dan pengeluaran. Bagian berikutnya adalah goals. Singkatnya, target yang ingin kita capai dalam jangka waktu tertentu. Contoh punya rumah sendiri 8 tahun lagi, punya anak 9 tahun lagi, pergi haji 10 tahun lagi, pergi ke luar negeri tiap tahun, dst. Nah baru masuk ke bagian paling menyeramkan, prediksi pengeluaran yang dibutuhkan untuk memenuhi target-target tersebut di waktu yang sudah ditetapkan dengan memperhitungkan biaya inflasi. Ternyata angkanya sangat menyakitkan mata dan besar sekali, terutama pendidikan anak untuk beberapa tahun ke depan -___-” Itu bisa sampai milyaran rupiah lebih hanya untuk bayar sekolah aja! Kalau kata Fahmi, angka2 di bagian ini merupakan “alat kontrasepsi” paling ampuh. Hehehehe.

Nah setelah dapet kebutuhan pengeluaran kita sampai kita nanti pensiun (atau diperkirakan sudah tidak produktif), ini bagian paling serunya. Okelah kalau ngerancang mau punya apa berapa tahun lagi itu gampang, ngitung kira2 butuh berapa juga masih bisa, tapi untuk bagian yang satu ini, kita memang butuh seorang financial planner yang oke. Hmm.. gimana yah ngejelasinnya, jadi gampangnya gini. Seorang fin. planner akan memberikan kita rekomendasi dan action plan untuk berinvestasi dan mengalokasikan uangnya tiap bulan agar kebutuhan kita tiap tahun bisa terpenuhi. Jadi akan ada sebuah ceklis action plan misalkan pada bulan januari 2013 belilah emas 150gram, deposit uang 16 jt selama sekian tahun, tabung uang sekian rupiah dst. Lalu Februari 2013 cairkan uang di sana dan belilah reksa dana saham, dst. Semua action plan itu tertulis rapih setiap bulan sampai dengan tahun dua ribu sekian lah. Di sini, fin planner tidak hanya mengatur agar investasi kita sesuai dengan profile keuangan kita, tapi juga sesuai dengan jangka waktu goal kita sehingga pada waktunya kita butuh uang sekian milyar, kita sudah mampu memilikinya. Fin planner juga akan memberikan kita rekomendasi produk yang sesuai (misal produk asuransi, reksa dana, emas, dsb) sehingga kita gak perlu lagi googling2 nyari harga barang, ngeliat tabel kurva segala macam, cukup serahkan perencanaan keuangan kita kepada sang Fin Planner dan jalani action plan yang sudah dirancang.

Pertanyaan dari saya kepada Fahmi adalah, emangnya ini terjamin pasti akan tercapai? Katanya sistem perencanaan keuangan yang ia gunakan telah teruji secara internasional dan diakui di Indonesia sebagai metode yang mumpuni. Apalagi Fahmi juga sudah mendapatkan sertifikasi sebagai seorang financial planner secara internasional, jadi kata-katanya bisa dipegang. Karena kalau menurut saya, jika terkait masalah masa depan, terutama financial, untuk menggantungkan planning tersebut kepada seorang financial planner butuh kepercayaan dan kredibilitas. Bisa-bisa kita ditipu atau diberikan perencanaan yang tidak benar jika tidak memilih fin planner kita dengan baik. Jadi minimal pastikan yang bersangkutan sudah bersertifikasi dan memiliki reputasi yang baik. Saya sendiri sudah ngetag nanti akan meminta dibuatkan financial planning sama Fahmi. Hehehe… Nah kalau ada yang pengen nanya lebih lanjut tentang apa itu financial planning dan segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia finance, bisa dicoba follow akun twitter beliau nih @fahmimumtaz. Dia juga rajin ngasih kul tweet tentang dunia finance 🙂 Semoga bermanfaat yah

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

1 Trackback / Pingback

  1. [Supercoolday] Persiapan Mengatur Keuangan Rumah Tangga | Rumah Pikiran Ardisaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: