Iklan
My Journal

Bahagia itu Sederhana

gambar diambil dari http://www.teachingdegree.org

Bahagia itu sederhana. Itu adalah kesan yang saya dapatkan ketika pertama kali mencoba mengajar di sebuah bimbingan belajar bagi anak SD yang kurang mampu yang bernama Creative Center (CC). CC memang dibuat untuk membantu para siswa SD yang kurang mampu dan tidak memiliki biaya untuk mengambil les di luar jam pelajaran. CC sama sekali tidak dipungut biaya, para pengajarnya pun merupakan suka relawan.

Saya ke sana hanya sebagai asisten saja karena Dea kesulitan mengajar anak-anak tersebut sendirian. Saya parkir mobil di IP lalu menuju lokasi CC. Tempat bimbingan tersebut berlokasi di sebuah ruko kecil di deket Istana Plaza Bandung. Dari luar, rasanya seperti ruko tidak terpakai. Begitu masuk ke dalam, terdapat ruangan kecil dan sebuah tangga. Di atas tangga, terdapat satu ruangan beralas karpet yang dibagi dua oleh papan tulis. Tiap bagian merupakan kelas yang bisa memuat hingga 10an anak. Tembok-temboknya dihiasi gambar-gambar sederhana dan terdapat beberapa meja kecil untuk tempat anak-anak belajar. Ketika saya tiba, anak-anak belum datang sehingga saya menunggu di bawah. Ketika anak-anak datang, saya langsung ikut bersama anak-anak tersebut menuju lantai atas.

Di atas ternyata sudah ada anak-anak kelas 1 SD (sekitar 12 anak) yang sedang belajar ditemani oleh pengajar tetap di sana sekaligus pengelola yang bernama Kak Puput. Hari itu, saya membantu dea mengajar Bahasa Indonesia untuk anak-anak kelas 3 SD. Pelajarannya cukup sederhana, membedakan mana konsonan dan mana vokal dengan metode-metode yang menarik. Ada 7 anak yang menurut saya memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Ada yang pendiam, ada yang super aktif, dan lain sebagainya. Yang menarik adalah metode pengajarannya yang benar-benar bisa membuat anak-anak tersebut semangat belajar, tertib, namun tetap bersenang-senang 🙂

Dari sesi kurang lebih 1,5 jam tersebut, rasanya banyak sekali hal yang bisa saya pelajari dan nikmati dengan pertemuan saya dengan anak-anak tersebut. Yang pertama adalah saya belajar bagaimana menghadapi anak kecil, memahami karakter mereka, dan bagaimana mendidik anak-anak dengan baik dan benar. Tidak terlalu tegas, tidak juga terlalu santai. Ada metode-metode yang unik, sistem pendidikan yang menyenangkan, dan lain sebagainya yang rasanya bisa saya adopsi nanti jika sudah punya anak. Lalu pelajaran yang paling mengena bagi saya adalah tentang memahami kebahagiaan yang sederhana. Saat ini, kita, terutama anak-anak zaman sekarang, perlu hal-hal yang luar bisa canggih atau mahal untuk bisa bahagia. Seperti meminta dibelikan PS3, Blackberry, atau barang mahal lainnya baru bisa bahagia. Anak-anak ini hanya dengan buku cerita saja senangnya sudah bukan main. Lalu cerita mengenai liburannya berkunjung ke rumah sodaranya saja sudah super excited. Rasanya hidupnya sederhana dan bahagia. Dibalik kekurangannya (terhadap materi), terdapat sebuah ruang kebahagiaan yang sangat luas. Hal ini turut membuat saya bahagia karena dengan kontribusi dan hal kecil yang bisa saya berikan, saya bisa menjadi salah satu bagian dari kebahagiaan mereka. Hanya dengan mengajarkan anak-anak tersebut membedakan huruf vokal dan konsonan saja mereka sudah bahagia bukan main 😀

Saya sangat menyarankan dan menganjurkan teman-teman semua untuk mencoba menjadi bagian dari kebahagiaan untuk lingkungan di sekitarnya, terutama lingkungan yang kekurangan. Rasanya ada kepuasan tersendiri yang tak terbayangkan indahnya ketika hal sederhana yang bisa kita berikan ternyata membuat mereka begitu bahagia. Oh ya, klo buat teman-teman yang berminat juga ingin mencoba mengajar di Creative Center, mungkin bisa hubungi saya karena setau saya tempat tersebut masih membutuhkan banyak suka relawan karena pengajar-pengajar yang dahulu mengajar kini sudah lulus dan kembali ke kota masing2 (karena kebanyakan pengajarnya mahasiswa). Bayangkan betapa ilmu yang kita ajarkan bisa memberikan kebahagiaan dan manfaat bagi saudara-saudara kita yang kurang mampu tersebut 🙂

silahkan buka web ini untuk info tentang CC creativeindonesia.org

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

2 Comments on Bahagia itu Sederhana

  1. Dam, mauuuu tp gw di depok.. Hehe.
    Gw pgn nyoba ngajar sukarelawan gt deh rasanya..

    Suka

  2. Wah,, gw belum tau win di depok ada juga ato enggak 😀
    klo belum ada, lu inisiasi aja bikin program kayak gini 🙂 hehehe

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: