My Journal

Menjajal Dunia Composing dan Sound Engineering

Saat ini ada beberapa project game yang sedang berjalan di Arsanesia. Kebetulan ada satu project yang pengisi suaranya tidak bisa mengerjakan project tersebut. Akhirnya saya pun mencoba untuk bermain-main sedikit di dunia composing background music serta sound effect sembari mencari sound director baru Arsanesia. Kebetulan semenjak SMA saya cukup akrab dengan dunia musik dan tools untuk membuat musik digital. Era itu, saya menggunakan Adobe Audition (yang mana saat ini sudah tidak ada lagi). Akhirnya sekarang saya menggunakan dua buah software, yaitu Garage Band dan Adobe Sounbooth. Saya akan coba ceritakan kira-kira kedua software itu kerjanya gimana sih.

Gambar Garage Band diambil dari soundonsound.com

Yang pertama adalah Garage Band (GB). GB merupakan software music editing milik OSX-nya Apple. Ini software menurut saya luar biasa sekali. Khasnya Apple banget deh. Tampilannya sederhana, mudah digunakan, tapi hasilnya luar biasa ajib. Saya yakin learning curve untuk menguasai GB tidak akan begitu lama. Jadi di GB itu banyak sekali fiturnya, ada untuk editing sound, ada untuk recording, dan yang paling sering saya gunakan adalah untuk composing lagu BGM. Jadi saya bisa mengunduh atau menciptakan kumpulan suara yang ingin saya gunakan menjadi sebuah set tangga nada (misalkan set piano, set biola, dan set2 lainnya dengan berbagai jenis bunyi), set tersebut bisa saya mainkan menggunakan keyboard di komputer saya sekaligus direkam sebagai suara digital. Jadi untuk membuat BGM, GB sangat ampuh dan mudah untuk digunakan. Apalagi ada versi iPadnya yang membuat saya bisa menyimpan lagu yang tiba2 saya kepikiran di tengah jalan dengan sangat mudahnya.

Gambar Sound Booth diambil dari library.creativecow.net

Lalu software kedua yang saya gunakan adalah Adobe SoundBooth. Jadi Adobe Soundbooth adalah versi kompleksnya dari GB. Fitur2nya lebih banyak dan lengkap (dan tentunya lebih sulit untuk digunakan). Namun Soundbooth membuat saya bisa mengubah dan mengatur frekeuensi, pitch, timing, dan gelombang dari sebuah suara. Adobe Soundbooth lebih sering saya gunakan untuk membuat sound effect. Sound effect bisa menjadi lebih detil, bisa kita atur sesuai keinginan kita, dan mudah untuk dipadupadankan dengan efek lainnya. Ini biasa saya gunakan apabila saya mengambil sample suara dari internet dan kurang pas, maka akan saya ambil, modifikasi, gabungkan dengan efek lain, sehingga bisa didapatkan efek suara yang sesuai dengan keinginan kita.

Masalah terbesar bagi saya adalah pengetahuan atau teori tentang musik saya tidak baik. Saya rasa orang paling tepat untuk menjadi Sound Director adalah seorang konduktor orkestra karena ia memiliki intuisi, feeling, dan bakat dalam mengarrange berbagai instrumen dan suara menjadi musik yang sangat indah. Tapi namanya saya cuma iseng2, gak papa lah sekalian belajar juga. Nanti klo sudah dapat Sound Director, BGM dan SFX di game-gamenya Arsanesia bisa lebih oke lagi pastinya.

Iklan
About Adam Ardisasmita (1204 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: