Iklan
My Journal

Acara akhir tahun saya

Beberapa hari sebelum tanggal 31, banyak invitation yang datang ke meja kerja saya. Tahun baruan bersama keluarga, tahun baruan di rumah saudara, tahun baruan di tempat teman lama, tahun baruan di tempat kenalan2 baru saya… Tentu tidak mungkin saya bisa menghadiri keseluruh acara tersebut. Saya tidak ingin mengecewakan orang-orang yang sudah mengharapkan kehadiran saya di acara mereka. Mendekati tanggal 31 pun saya masih belum memberikan konfirmasi akan menghadiri acara di mana dan dengan siapa. Saya hanya berkata “Liat nanti saja ya.” Hingga akhirnya tanggal 31 pun tiba.

Siang hari saya sudah ditelpon oleh salah seorang teman saya. Dia menanyakan apakah dia bisa meminta tumpangan untuk ke acara tahun baruan di tempat rekan-rekan saya di daerah duren sawit. Saat itu saya belum menentukan untuk menghadiri acara yang mana, tapi karena ada beberapa teman yang ingin menumpang mobil saya, akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti acara tahun baruan di duren sawit. Malam harinya sekitar pukul 6, Ayah saya mengajak kami sekeluarga untuk makan malam bersama di luar. Namun karena saya sudah memutuskan untuk menghadiri acara di tempat teman saya, saya pun memberitahu ayah saya bahwa saya tidak bisa ikut. Akan tetapi adik terkecil saya (usia 8 tahun) tidak senang dengan keputusan saya. Ia pun merajuk dan membujuk saya yang memang sudah tidak bisa dirubah lagi keputusannya. Sampai adik saya menangis dan pergi dengan sedih. Saya pun menjadi tidak enak dengan adik terkecil saya itu. Dia terlihat sangat kecewa dengan ketidakhadiran saya malam itu. Tapi apa boleh buat.

Tiba-tiba salah seorang teman saya yang tadinya ingin menumpang menelpon saya, mengatakan bahwa dia ingin berangkat sendiri dan menyuruh saya berangkat duluan saja. Saya pun langsung menyalakan mobil saya dan berjalan ke arah pasar minggu (menjemput satu lagi teman saya). Tiba-tiba di tengah jalan, teman saya yang lain menelpon, menanyakan apakah saya jadi datang atau tidak. Teman saya itu mengatakan bahwa dia dan beberapa teman lainnya juga memiliki acara lain yang ingin dihadiri, mereka belum bisa memastikan apakah mereka akan datang ke acara di duren sawit atau tidak. Lalu saya memutuskan untuk menuju tempat teman saya yang di pasar minggu dulu untuk menentukan langkah selanjutnya. Saya sambil menelpon teman saya di pasar minggu dan menceritakan status itu, dan ternyata sebenarnya dia juga diundang ke acara lain. Saya berniat untuk menunggu kepastian rumah teman saya itu sebelum memutuskan untuk membatalkan acara di duren sawit atau tidak. Namun,,, jalanan macet, dan saya tidak sadar bahwa gang rumah teman saya sudah terlewati. Untuk memutar pun sulit. Akhirnya… Saya memutuskan untuk menyusul keluarga saya, memutar arah dan berbalik ke arah rumah.

Acara tahun baru saya pun saya isi dengan belajar menulis dan bermain BLOG, Menonton TV, YMan sama teman-teman, dan yang pasti menemani adik terkecil saya.

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: