Iklan
My Journal

Wisata di Singapore Hari 1 : Menjejakan Kaki di Singapore

Singapore Merlion

Semenjak kunjungan pertama ke Singapore untuk keperluan bisnis di bulan Juli lalu, saya merencanakan untuk kembali lagi ke Singapore dengan tujuan berlibur. Akhirnya saya bersama lima orang teman merencanakan perjalanan kami sendiri. Dari bulan Agustus, kami sudah memesan tiket pesawat. Awalnya kami mengincar tiket yang 199rb, tapi karena kami ketinggalan promo, akhirnya dapat yang 239rb. Dengan segala biaya lainnya, total tiket pp 700rb-an. Lalu untuk penginapan, kami mencari hostel murah untuk berenam. Akhirnya setelah googling2, kami dapat hostel seharga 200rb/malam yang berada di tengah Singapore, fasilitas yang sangat baik, dan mendapatkan makan pagi gratis. Sebelum perjalanan, kami sudah merencanakan rute perjalanan dan perkiraan biaya yang akan dikeluarkan. Total pengeluaran untuk tiket, penginapan, transport, dll selama di Singapore diperkirakan sekitar 3-4 juta rupiah untuk lima hari.

Menunggu Pesawat di Airport

Kamis, 12 Januari 2012 menjadi hari keberangkatan kami. Ketika berangkat, kami yang seharusnya berenam terpaksa harus berangkat berlima karena salah satu teman kami, Ery, terpaksa harus tinggal di Bandung untuk melakukan Seminar Tugas Akhirnya. Ery akhirnya memutuskan akan menyusul ke Singapore lagi pada hari Sabtu. Oke kembali lagi, pesawat seharusnya berangkat pukul 11.20 dari Terminal 3 Soekarno Hatta, namun karena trafik bandara yang padat, kami baru bisa berangkat sekitar pukul 12.30. Sembari menunggu, kami mengisi kartu yang akan dicap oleh imigrasi. Kartu tersebut terdiri dari dua bagian, yang satu untuk keluar dan yang satu lagi untuk kembali ke Indonesia. Jadi jangan sampai hilang loh ya kartunya. Nah, di pesawat kita juga dapet kartu yang mirip, tapi untuk masuk dan keluar dari Singapore. Kartu ini juga gak boleh hilang, soalnya nanti gak bisa keluar dari Singapore. Perjalanan ke Singapore memakan waktu 1 jam 40 menit sehingga kami tiba di Singapore sekitar pukul 14.00. Sampai Bandara Changi, salah satu teman kami lagi, Imam, berpisah dengan kami karena ia ingin ke Malaysia sebentar untuk membeli iPhone 4S yang sedang promo di sana. Lalu kami berempat memutuskan untuk menggunakan taksi menuju ke hostel kami. Dari Bandara ke Hostel yang berada di jalan Serangoon tersebut menempuh waktu kurang lebih 30 menit. Hostel kami ternyata terletak di daerah pemukiman India, sehingga terlihat banyak orang India di daerah tersebut. Sesampainya di hostel, kami langsung disambut ramah oleh pemilik hostel. Setelah mengisi form untuk masing-masing orang, kami mendapatkan kunci loker di kamar dan kunci kamar (kartu RFID). Kami diantar menuju ke kamar oleh pegawai di sana. Sesampainya di kamar, kami cukup puas dengan kondisi kamarnya. Bersih, cukup lega, dan ada kamar mandi dalam yang bersih juga :). Posisi kasur tingkat yang dijejer seperti itu mengingatkan saya tentang kamar saya di asrama dulu, hehehe.

Kamar Hostel

Setelah beberes singkat, kami langsung meluncur keluar untuk menjelajah Singapore. Di lobi hostel, teman-teman membeli kartu lokal singapore seharga 12 dolar agar mudah dan murah untuk berkomunikasi satu sama lain. Setelah itu kami langsung meluncur ke stasion MRT terdekat, yaitu di Farrer Park. MRT adalah media transportasi kereta di Singapore. Saya kagum dengan sistem MRT tersebut. Rute-rute MRT terorganisir dengan baik dan efektif. Jumlah kereta yang datang sangat banyak, hampir 5 menit sekali kereta baru datang, bahkan ada LCD screen yang menunjukan berapa menit lagi kereta berikutnya datang. Dan yang paling saya sukai adalah metode pembayarannya yang menggunakan kartu RFID. Jadi ketika masuk ke pintu stasion, saya cukup mengeluarkan dompet (yg terdapat kartu RFID di dalamnya) dan menempelkan kartu ke mesin di pintu tersebut maka pintu kecil akan terbuka. Ketika keluar pun juga sama, cukup menempelkan dompet dan saldo saya akan berkurang sendiri dengan menghitung jarak dari tempat saya masuk ke tempat saya keluar. Mesin untuk mengisi kartu tersebut atau membeli tiket sekali jalannya pun sangat canggih. Kita tinggal menekan lokasi tujuan kita di sebuah layar sentuh, maka akan keluar biaya yang harus dibayarkan. Lalu kita memasukan uang ke dalam mesin tersebut (bisa koin ataupun kertas), maka akan keluar kartu RFID sekali pakai beserta kembalian kita.

Suasana di Dalam MRT

Kami langsung menuju patung Merlion khas Singapore. Rasanya belum ke Singapore kalau belum foto-foto di sana. Sampai di Merlion pukul 18.00, tapi cuaca masih sangat cerah. Kami di sana hingga pukul 19.30, namun langit berasa masih magrib jika di Indonesia. Setelah puas foto-foto, kami mencari tempat makan. Kebetelan di dekat merlion terdapat sebuah tempat makan kaki lima yang cukup murah. Saya memesan nasi lemak set seharga 5 dolar yang sudah lengkap isinya, ada ayam, ikan, telor, teri, dan lain-lain. Ada juga yang jual sate padang di situ. Hahaha… Setelah makan, tadinya mau melanjutkan ke double helix dan marina bay sand, tapi rasanya kaki sudah cukup pegel kalau harus kesana. Akhirnya kami menuju fountain of wealth yang searah dengan stasion MRT untuk kami pulang. Ternyata karena gak tau jalan, perjalanan ke sana pun cukup jauh dan muter-muter. Sampai di fountain of wealth sekitar pukul 21.30. Keren banget, ada air mancur yang sangat besar dan ditemani dengan atraksi laser-laser di airnya. Setelah puas main di sana, kami pun kembali ke hostel.

Fountain of Wealth

Ternyata wilayah hostel kami dekat dengan daerah karaoke plus-plus. Tidak hanya melewati kuil, kami juga melewati beberapa karaoke-karaoke tersebut. Dan ternyata, sebelah hostel kami persis adalah tempat karaoke juga. Dari kamar kami, terdengar sayup-sayup suara karaoke dengan bahasa mandarin -_-. Sampai di kamar, tenaga kami sudah habis total. Mengingat hari Jumatnya destinasi kami adalah ke Universal Studio Singapore, kami pun tidur cepat. Lalu ketika kami selesai beres-beres, Imam pun datang setelah puas mendapatkan iPhone4S white barunya 😀

Yap, itulah hari pertama wisata di Singapore. Besok di posting lagi cerita di hari-hari berikutnya 🙂

 

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

1 Comment on Wisata di Singapore Hari 1 : Menjejakan Kaki di Singapore

  1. aaaah gw jg pernah fountain of wealth dam.. tapinya nggak pas malem2 dan nggak pas air mancurnya nyala T_T

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: