Iklan
My Journal

Prosesi Ritual Hari Raya Idul Fitri

Setiap keluarga memiliki tradisi sendiri-sendiri dalam merayakan hari kemenangan idul fitri. Demikian juga tradisi yang biasa keluarga saya lakukan di setiap moment hari kemenangan setelah satu bulan berpuasa.

Saya sekeluarga hampir setiap tahunnya mudik ke jogja, tempat kakek dan nenek saya tinggal. Di sana, sanak sodara saya yang lain juga berkumpul dari satu atau dua hari menjelang idul fitri. Rumah kakek-nenek saya memiliki ruang tengah yang cukup besar yang dikala lebaran ruang tengah tersebut digelar kasur-kasur sebagai tempat saya dan sodara-sodara saya tidur. Tiap tahun anggota keluarga kami bertambah dikarenakan sepupu saya yang sudah menikah dan ada yang memiliki anak sehingga ruang tengah tersebut semakin ramai.

Pada hari H, kami seringkali terburu-buru (pernah suatu kali telat) untuk mengikuti sholat ied. Ini dikarenakan banyaknya jumlah keluarga yang menginap di tempat kakek-nenek saya yang tidak disejajar dengan jumlah kamar mandi yang sedikit. Juga dikarenakan masih ada anak-anak yang susah untuk dibangunkan dan diminta bersiap-siap dengan cepat. Oleh karena itu suasana di pagi itu seringkali hektik karenanya. Kami sekeluarga besar biasa melaksakan sholat ied di sebuah lapangan besar di dekat rumah kakek-nenek kami. Di sana kami menggelar sajadah yang dialasi koran lalu sholat ied. Setelah sholat biasanya ada khotbah dalam bahasa jawa halus yang saya pribadi tidak dapat menerjemahkannya dengan baik. Lalu setelah sholat selesai, ritual kami adalah sarapan ringan yang lalu kebanyakan kami tertidur lagi (entah kenapa tidur sehabis sholat ied sudah menjadi rutinitas tiap tahun walaupun tidak seluruhnya melakukan itu). Lalu biasanya kami yang tidur dibangunkan di siang hari ketika seluruh keluarga telah lengkap untuk melakukan prosesi sungkeman. Prosesi tersebut dilakukan di ruang tamu. Kakek dan nenek saya duduk di kursi ruang tamu yang kemudian satu persatu anggota keluarga dimulai dari anak pertama kakek-nenek saya melakukan sungkeman memohon doa restu dan wejangan dari beliau. Seringkali prosesi tersebut diliputi dengan tangis haru dari saudara-saudara saya maupun tingkah jenakan dari sepupu atau ponakan saya yang masih kecil. Kemudian setelah prosesi sungkeman, kami foto bersama satu keluarga besar. Yang kemudian diakhiri dengan makan siang dengan opor ayam dan ketupat.


— Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Batin–

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

1 Comment on Prosesi Ritual Hari Raya Idul Fitri

  1. wkwkwk…. aneh banged. tidur dulu baru sungkeman…

    wku lebaran tiap tahun di klaten. gag jauh beda, kok! tapi habis sholat id sungkeman dulu baru tidur! hehehe…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: