Iklan
My Journal

Belajar Dari Rendy Saputra (part 2 : Inti Bisnis)

Dalam dunia ini, terdapat empat spesies yang mengisi dunia kerja manusia. Employee (karyawan), Self Employee (Dokter, pengacara, dll), Business owner (pengusaha), dan investor. Employee adalah mereka yang bekerja untuk orang lain, self employee adalah mereka yang bekerja menggunakan keahlian mereka sendiri, business owner adalah mereka yang bekerja dengan sistem, dan investor adalah mereka yang bekerja dengan menitipkan uangnya kepada sebuah sistem bisnis. Dalam realita, jumlah business owner jauh lebih sedikit dari pada jumlah employee. Tapi hal tersebut tidak menjadikan employee lebih jelek atau lebih baik dari yang lainnya dan demikian sebaliknya. Namun Kang Rendy Saputra selaku seorang enterpreuner (yang berada di zona business owner) berbagi pengalamannya sebagai seorang pemilik perusahaan yang bersistem. Beliau bercerita tentang bagaimana untuk bisa menjadi seorang pebisnis berdasarkan pengalamannya.

Beliau berkisah tentang kenalannya yang  merupakan seseorang yang sedang merintis bisnis, anggap saja namanya ibu Sandra. Ibu Sandra adalah seorang ibu rumah tangga. Suatu ketika ia berniat untuk membuat sebuah usaha, usaha laundri. Kemudian ia meminta suaminya untuk membelikan sebuah mesin cuci yang bisa menggunakan air panas maupun air dingin untuk mencuci. Namun sang suami nampak tidak mendengarkannya dengan sungguh-sungguh dan berkata nanti akan dibelikan. Waktu berlalu dan janji sang suami belum juga ditepati. Akhirnya Ibu Sandra mengambil inisiatif nekat. Ia membuat brosur yang mempromosikan perusahaan laundrinya, “Sandra Laundri, menerima cuci air dingin dan air panas. Hubungi di …..”. Setelah mencetak 500 lembar, ia sebarkan brosur tersebut ke seluruh kota. Padahal alat untuk mencuci dengan air panas pun ia belum miliki. Setelah membagikan brosur tersebut, tiba-tiba ada yang menelpon nomer tersebut. “Sandra Laundri…?”, tanya suara tersebut dalam telepon. “Iya betul, ada yang bisa dibantu?” jawab Bu Sandra. “Kami mau laundri pakai air panas bisa?” tanya suara dari telepon tersebut. “Oh bisa!!!”, jawab Bu Sandra. “Bisa diambil sekarang barangnya bu?” tanya penelpon tersebut. “Bisa!! Bisa!!…” jawab Bu Sandra. Kemudian Bu Sandra pun langsung menuju tempat tersebut yang ternyata merupakan tempat SPA. Bu Sandra terkejut ternyata jumlah cuciannya ada tiga karung. Lalu dibawa pulanglah karung tersebut oleh Bu Sandra. Sesampainya di rumah, ia hanya memandangi cucian tersebut sambil menunggu sang suami pulang. Begitu sang suami tiba, ia terkejut. Bu Sandra menjelaskan bahwa karung tersebut adalah orderan. Sang suami kembali menanyakan orderan tersebut, orderan apakah gerangan? Lalu Bu Sandra menunjukan brosurnya dan menjelaskan apa yang telah dia lakukan. Kemudian karena sang suami juga merasa bersalah tidak membelikan mesin cuci tersebut, dicucilah karungan baju tersebut dengan air panas hasil memasak sendiri oleh pasangan suami istri tersebut. Singkat cerita, dari hasil coba-coba tersebut, saat ini Laundri Bu Sandra sudah memiliki puluhan mesin cuci dengan penghasilan puluhan juta rupiah. Inti sarinya adalah, untuk bisnis tidak perlu pintar, cukup mau mencoba dan berani gagal.

Orang yang sukses bukanlah orang yang dalam hidupnya tidak pernah gagal, tapi mereka yang mengalami ribuan kali kegagalan dan setiap kali mereka gagal, mereka bangkit kembali dan melangkah kembali.

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

1 Comment on Belajar Dari Rendy Saputra (part 2 : Inti Bisnis)

  1. Kang Rendy sekarang makin bersinar. Semoga tetap berkah.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: