Iklan
My Journal

Uang Bukan Segalanya, Tapi…

Banyak orang bilang, uang tidak bisa membeli segalanya. Uang tidak bisa menjamin kita bahagia. Saya setuju sekali dengan itu. Saya pun juga bukan orang yang mata duitan sama sekali. Jujur, saya tidak butuh uang. Yang saya butuhkan adalah keberlangsungan hidup saya di dunia dan akhirat sebagaimana yang saya inginkan. Di dunia saya ingin hidup bahagia, harmonis, bersama orang-orang yang saya cintai, bersama seluruh penduduk di muka bumi ini. Di akhirat pun saya juga ingin tetap hidup bahagia dan tenteram. Bukan uang yang saya butuhkan. Saya butuh kebahagiaan, keharmonisan, impian-impian saya, dan berbagai macam lainnya. Saya menekankan kembali bahwa saya setuju bahwa saya tidak butuh uang. Tapi, dunia tempat kita tinggal ini butuh uang.

Uang tidak bisa menjamin kebahagiaan kita, tapi jika kita tidak memiliki uang, lebih dijamin untuk tidak bahagia. Bagaimana bisa berbahagia kalau kita tidak punya uang untuk membeli makan pagi bagi anak-anaknya, tidak mampu membeli tempat berteduh untuk keluarganya, tidak mampu mencukupi kebutuhan hidupnya. Uang tidak bisa membeli segalanya, tapi segalanya butuh uang sekarang. Jangankan untuk beli Handphone seri terbaru atau beli pemutar musik dengan fasilitas layar sentuh, untuk ke kamar mandi pun sekarang butuh uang. Untuk beribadah pun butuh biaya.

Ironis bukan, dunia tempat kita lahir membuat kita harus memiliki uang. Jadi tidak salah jika saat ini orang rela mati-matian banting tulang untuk mendapatkan uang, untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Banyak cara dan banyak jalan untuk mendapatkan uang. Bagi mereka yang tidak sanggup bersekolah atau tidak berpendidikan yang tinggi, mereka berlomba-lomba mencari lowongan pekerjaan di koran dan tempat-tempat lainnya. Dengan jumlah pengangguran yang semakin banyak tiap tahunnya, menyebabkan persaingan antar pencari kerja semakin tinggi. Itu sebabnya saya sangat menganjurkan teman-teman yang memiliki pendidikan yang tinggi, memiliki keuangan yang baik, memiliki kepintaran dan kecerdasan berpikir, untuk menjadi kaya. Menjadi kaya dengan membuka lapangan pekerjaan. Gunakanlah potensi yang ada di diri kita semaksimal mungkin. Manfaatkanlah keahlian-keahlian yang kita miliki untuk bisa memperkaya diri kita serta pikiran kita sehingga kita bisa membantu lebih banyak orang, memperkaya orang-orang di sekitar kita, dan memperkaya negara kita.

(gambar dari http://dapatincome.com/?id=ernaxu)

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: