Iklan
My Journal

Kekuatan Dari Komunitas Digital Untuk Melawan Kejahatan di Muka Bumi

Pahlawan fiksi seperti Batman adalah wujud dari rasa frustasi untuk menumpas kejahatan didalam sistem yang sudah terlalu korup. Tidak ada yang bisa diandalkan lagi untuk melawan sehingga muncul lah karakter yang melawan kejahatan itu melalui caranya sendiri. Hal ini juga terjadi di dunia nyata dalam bentuk kekuatan cyber. Ada kasus menarik yang terjadi di Singapore yang sempat heboh di media masa yakni seorang turis asal Vietnam yang sampai sujud di depan penjualnya memohon refund karena merasa telah ditipu. Dan bagaimana Internet bereaksi?

Kasus Mobile Air di Sim Lim Square

Awalnya semua ini di mulai pada tanggal 5 November 2014, ketika ada toko bernama Mobile Air di Sim Lim Square yang melakukan tindakan jahat kepada pembelinya. Seorang pembeli asal China baru saja membeli iPhone 6 plus seharga SGD 1.600, dan ternyata dia baru tahu kalau di akhir dia harus bayar lagi SGD 2.400. Pembeli itu meminta refund, namun hanya dikembalikan SGD 1.010, dalam bentuk koin! Tidak jelas gimana, yang jelas satu kantong tas isi koin tersebut jatuh di lantai, si pembeli tersebut memungut koin-koin tersebut, sambil pemilik toko memberikan gesture yang tidak sopan kepada pembeli tersebut.

Yang terbaru, Mobile Air ini menjadi headline beberapa hari kemudian karena turis dari Vietnam yang hingga sujud memohon diberikan refund. Dia hanya buruh biasa dengan gaji minim, nabung berulan-bulan ingin memberikan kado iPhone 6 kepada pacarnya, namun dia mengalami nasib yang sama yakni tertipu dengan mobuds Mobile Air di Sim Lim Square. Si pemilik tokonya hanya menertawakan kebodohan turis Vietnam ini yang hanya pekerja di pabrik ini dengan memberikan refund dalam bentuk koin juga (sama kasusnya kayak pembeli dari China). Namun ia hanya mendapatkan refund setengah dari yang seharusnya ia dapatkan. Kasus ini langsung heboh di sosial media dan menjadi headline dimana-mana.

Lalu kenapa tidak ditindak lanjuti oleh pemerintah setempat? Mobile Air ini dalam waktu dua bulan beroprasi (Juni-Agustus) telah menjadi toko dengan komplain terbanyak. Namun apa yang bisa kita harapkan dari pemerintah, mereka tentu tidak akan bisa mengurus kasus tersebut dengan cepat. Sedangkan yang berbelanja di sana adalah turis asing yang pasti prosesnya akan sangat ribet dan birokratis untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Akhirnya Internet menjawab dan melawan kejahatan tersebut. Inilah yang komunitas digital di Internet lakukan untuk memberantas kejahatan.

Gerakan #opsAirKangkang

 

Munculah sebuah gerakan yang diinisiasi oleh Fanpage di Facebook bernama SMRT Ltd (Feedback). Mereka melakukan investigasi terkait pemilik tokonya hingga mendapatkan nama lengkap pemilik toko tersebut, alamat rumahnya, nama istrinya, toko milik istrinya, dan lain sebagainya. Data pribadi tersebut lalu disebar di internet agar para pengguna Internet bisa ngirim “salam” kepada orang tersebut. Dan hari berikutnya, mereka membuat order besar-besaran delivery food McD dan Pizza Hut ke alamat kantor dan rumah tersebut, dengan bayar Cash on Delivery. Silahkan tuh koin-koin pecahannya digunakan untuk ngebayar makanan tersebut. Bahkan #opsAirKangkang ini juga berhasil menemukan second Adress dari pemilik toko tersebut serta menyebar foto pribadi pemilik tokonya. Mereka melakukan serangan ke berbagai penjuru lokasi hingga istri dan mertuanya memohon kepada fanpage tesebut untuk menghentikan operasi tersebut. Bahkan toko Mobile Air di Sim Ling sampai tutup karena serangan tersebut. Pada akhirnya, fanpage tersebut meminta toko tersebut untuk mengganti seluruh kerugian kostumernya dan melakukan topup sebesar SGD 1.500 untuk menjamin bahwa mereka tidak akan mengulangi hal tersebut lagi. Aksi ini pun mendapat banyak pujian dari komunitas di internet.

Crowdfunding iPhone 6 untuk Turis Vietnam

Secara sporadis, muncul gerakan dari pengguna internet untuk urun tangan membelikan iPhone 6 untuk turis Vietnam tersebut melalui situs Indiegogo. Gabriel Kang adalah yang menginisiasi kampanye tersebut. Dia bilang untuk beli iPhone 6 paling hanya butuh $1000, tapi dia mau ngasih merchandise lain ke Turis Vietnam tersebut untuk mengobati rasa sakitnya. Bahkan kalau targetnya tidak tercapai, dia sendiri yang akan membelikan iPhone 6 tersebut. Namun ternyata Internet merespon positif, dari target hanya $ 1.300an, sudah terkumpul $12.300. Namun kerennya lagi, turis Vietnam tersebut tidak mau menerima lebih dari yang ia butuhkan. Dia dirugikan 550 dolar dan hanya mau menerima uang sebesar itu.

“I lost SGD550. So I will accept only SGD550 donated by kind people. Nothing more. I’m grateful for all your kindness but I do not want to take more than what I’ve lost.”

Uang yang terkumpul sekian banyak dari pengguna internet di berbagai belahan dunia menunjukan bahwa kita masih peduli terhadap sesama. Apalagi ketika melihat seseorang yang tak berdaya disakiti dan dicurangi seperti ini, kita bisa berkontribusi untuk memperbaiki hal itu. Total ada 1.600-an donatur di situs Indiegogo tersebut yang berasal dari berbagai negara, ada yang dari Singapore, Thailand, South Korea, dan lain-lain.


Ini adalah contoh bagaimana people power bisa diakomodir dengan sangat masif menggunakan teknologi Internet. Gerakan seperti “Batman” ini memang terkadang diperlukan mengingat pihak berwenang terkadang kurang responsif terhadap keluhan masyarakat. Di Indonesia sendiri, forum seperti kaskus terbukti telah berhasil beberapakali memberikan pressure kepada pelaku kejahatan baik itu kejahatan virtual maupun penjahat di dunian yata menggunakan gerakan yang serupa. Biasanya di kaskus maksimal akan menyebar data sensitif penjahat tersebut untuk akhirnya dibully di Internet. Semoga saja kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi para retailer untuk memperlakukan kostumernya dengan baik.

Iklan
About Adam Ardisasmita (1204 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

1 Comment on Kekuatan Dari Komunitas Digital Untuk Melawan Kejahatan di Muka Bumi

  1. memang komunitas digital di era sosial media ini berkembang pesat sekali. selama digunakan untuk keperluan yang baik sepertinya tidak masalah.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: