Iklan
My Journal

Style Ngoding Saya

Ilustrasi dari Codepolitan

Kemarin nemu artikel menarik mengenai tipe karakter orang dalam membuat program menurut golongan darah dari codepolitan.com. Pas baca itu, kayaknya sedikit banyak mirip dengan Saya :p Kemudian juga setelah hampir setahun ini saya kembali terjun ke teknikal (membuat program/menjadi programmer/ngoding), saya jadi lebih memahami style ngoding saya berbeda dengan rekan-rekan yang lain di Arsanesia.

Memang tiap orang punya gayanya sendiri dalam ngoding. Bahkan untuk melakukan satu aksi yang sama, tiap programmer bisa memberikan sintaks program yang berbeda-beda. Tak hanya sintaks, bahkan masalah formating saja beda-beda loh, sampai sekecil masalah indentasi. Ada programmer yang lebih suka nulis begini:

if (i>=x){
//some code
}

Ada juga yang begini:

if (i>=x)
{
//some code
}

Mungkin dari kodingan seseorang, kita bisa melihat lebih detil tentang karakter orang itu yah? Menarik juga nih personality test dari source code buatannya :p Nah kalau saya sendiri, saya melihat ada beberapa style ngoding yang saya miliki (yang jelas klo dari contoh di atas, saya termasuk golongan yang contoh pertama).

Yang pertama, saya ternyata orangnya sangat visual. Masalah identasi harus rapih, formatting juga harus seragam, dan juga spasi harus seragam. Satu hal yang paling mengganggu saya adalah masalah penamaan variabel. Saya itu paling susah kalau ngasih nama, termasuk ngasih nama variabel atau method itu suka bingung penamaannya gimana. Terus paling bete kalo udah untuk beberapa poin konsisten nama variabel, terus ternyata ada variabel lain yang harus dinamakan tapi jadi gak seragam, rasanya pengen ganti semua nama variabelnya deh -_-

Yang kedua, saya tipe orang yang klo ngoding itu dimulai dari nyari source code orang :p Saya bukan jenius alogritmik, jagoan matematik, atau dewa pemrograman yang bisa dengan mudah menemukan solusi paling efisien. Untuk itu, saya ketika bertemu dengan problem yang agak unik, saya langsung googling dulu cari solusi dari orang lain yang paling pas. Klo para master pasti ketika ngeliat problem bakal penasaran dan berusaha mencari sendiri gimana menyelesainkannya pakai cara dia, kalau saya liat dulu solusi paling mudah yang ada di dunia luar sana apa :p

Kemudian yang ketiga, saya itu sangat rapih dari sisi front end, terutama masalah UX. Saya itu gak bisa ngebuat prototype tapi tombolnya gak ada feedbacknya, peletakannya gak manis, dan lain-lain. Gatel rasanya pengen dirapihin semua yang bakal nampak di layar meskipun masih under development. Makanya saya bakal ngabisin banyak waktu di front end dulu, baru masuk ke mekanik. Yang paling eksterm, untuk objek di luar layar yang gak akan keliatan user aja suka saya rapihin. Contohnya nih, klo bikin sidescrolling game, wajar dong klo kita instantiate objek di luar layar terus digerakin masuk ke layar. Gak ada yang salah dengan itu. Tapi saya mikirnya gak logis aja tiba-tiba ada item yang muncul mendadak gitu di pinggir layar. Kalau sama saya, saya kasih parent dulu entah itu box atau apa yang ngegambarin klo si box itu adalah “pabrik” dari item/obstacle yang akan diinstantiate. Jadi nanti objek-objek baru itu munculnya dari dalem box :p gak penting kan, tapi saya sering gatel sama hal-hal gak penting kayak gitu.

Melihat karakter tersebut, maka saya merasa diri saya paling pas klo ngoding front end (terutama poin terakhir tadi). Bagi saya UX itu adalah bagian yang sangat esensial dari sebuah software, mau itu game atau apps. Hal-hal seperti animasi transisi, efek feedback dari input, posisi konten, dan lain sebagainya selalu menjadi konsiderasi penting bagi saya. Agak malu aja klo ngebawa prototype atau deliverable atau mungkin bahkan ngerilis produk yang dari sisi tampilan kurang cihuy. Bahkan untuk “benda” yang di luar layar aja saya perhatiin :p

Iklan
About Adam Ardisasmita (1204 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: