Iklan
My Journal

Business Trip Startup Asia Singapore part 3

BHD3T8ACYAAudvY.jpg-small

Hari Jumat tanggal 6 merupakan hari ketiga saya di Singapore. Hari ini saya masih harus menjaga stand Arsanesia di acara Startup Asia. Berhubung malamnya saya tidur dalam keadaan sudah sangat capek dan sudah larut, hari itu saya bangun agak siang. Stand harus mulai diisi jam 08:30, saya baru bangun sekitar jam 9. Nia udah misscall saya beberapa kali, namun karena di dorm HP harus di silence, jadinya gak ngaruh Nia nelpon-nelpon juga. Begitu bangun saya langsung siap2 dan berangkat. Berangkat jam 10an, kondisi MRT sudah jauh lebih sepi dibandung sehari yang lalu ketika kami berangkat di jam kerja. Sampai Biopolis, kami masih sempat foto-foto di area Biopolis karena tempatnya agak lucu. Kami juga baru sempet foto di depan logo Startup Asia.

Begitu sampai di lokasi pameran, pengisi stand yang lain sudah pada standby, namun dasar orang Indonesia, orang saya pikir saya sudah telat, ternyata dari 4 stand Indonesia, Saya dan Nia adalah yang paling cepat dateng. Jadi dua stand lainnya belum pada dateng. Doh, ngaret betul yah kita. Hihi. Tapi justru begitu kami sampai, orang-orang justru kaget dan mengira kami pintar. Kenapa? Ada dua alasan. Yang pertama mengenai materi marketing. Orang-orang pada membawa pulang kembali x-banner dan marketing tools mereka. Tapi orang Indonesia itu pemalas (sebenernya saya yang malas) dan berusaha mencari cara agar tidak membawa barang-barang itu. Akhirnya kami menemukan cara untuk menyimpan marketing tools kami di dalam kotak tempat kami menjaga stand. Begitu kami datang dan mengangkat kotak tersebut, seluruh stand di sekitar kami pada terkagum-kagum dengan kemalasan kreativitas kami. Lalu di hari kedua itu pengunjung jauh lebih sepi, jadi ketika kami datang, tetangga bilang kami sangat cerdas untuk datang lebih siang di hari kedua :p Hihihi

Foto di taman

Foto di taman

Berhubung ini hari terakhir, pengunjung tidak seramai kemarin, paling berkurang sekitar 30-40% dari kepadatan di hari pertama. Lalu yang menyenangkan adalah kami sesama stand di area gaming berkesempatan untuk saling berkeliling dan berkenalan. Jam 15:00, orang-orang udah banyak yang sudah berbenah. Padahal harusnya jaga stand sampai jam 18:00 tapi karena pengunjung sudah lebih sepi jadinya banyak yang memutuskan untuk pulang. Jam 16:00, kami juga jadi berniat untuk pulang. Sebelum pulang, kami foto bareng dulu sesama game developer dari Indonesia (Arsanesia, Nightspade, Altermyth, dan Tinker Games). Lalu kami juga mengajak berfoto para game developer di area itu (yang masih tersisa). Setelah selesai beberes, Saya dan Nia kembali dulu ke hostel untuk naro barang abis itu mau jalan-jalan lagi. Punggung saya encok-encok dan kaki saya pegel parah gara-gara kemarin saya keliling Singapore dengan menggendong tas yang berat.

Developer Indonesia

Developer Indonesia

Developer di stand gaming zone area

Developer di stand gaming zone area

Kami sampai hostel lalu bersantai sejenak. Setelah sudah cukup fresh, Saya dan Nia menuju Orchard. Nia mencari toko buku dan toko alat-alat kantor yang desainnya lucu-lucu. Setelah itu, kami berjalan di orchard road menuju Sommerset untuk ketemuan dengan Yohan (dari FOWAB) untuk makan malem bareng dan sedikit ngobrol-ngobrol. Kami ngobrol-ngobrol sampai jam 21-an, lalu kami harus pergi lagi. Kami janjian untuk ketemuan lagi sama Dea Meitry di Marina Bay Sand jam 21:45. Begitu di jalan, Nia nanya ke saya untuk meyakinkan apakah kita akan benar-benar makan di MBS? Ternyata setelah sampai, kami ditraktir oleh Dea Meitry :’) waaahhh. terharu… nanti kalau ke Bandung, gantian yah kita yang traktir 🙂 Malam itu makan di sky sand park lantai 57 di atap tower MBS. Suasananya sangat enak, apalagi pemandangannya. Kami ngobrol paanjaangg banget sampai hampir jam 2 pagi. Kami ngobrol masalah politik, agama, ekonomi, dan berbagai pembicaraan berat dan serius lainnya tapi kami menikmati obrolan tersebut. Enak banget klo ngobrol sama orang yang open minded karena kita bisa saling sharing pandangan masing-masing tanpa perlu judging terhadap keyakinan dan cara berpikir seseorang. Buat Saya itu merupakan obrolan yang menarik karena sangat menambah wawasan saya tentang berbagai hal dan sudut pandang yang berbeda. We should do this again 🙂

WP_20130405_047

at Ku De Ta – Marina Bay Sand Sky Park

Selesai ngobrol-ngobrol, kami di anter pulang ke hostel sama Dea Meitry (si anak taksi). Sampai hostel, Firman masih nongkrong di depan. Ternyata dia gak berniat tidur karena pesawatnya berangkat pukul 6 pagi kalau tidak salah. Begitu kami sampai, kami ikut duduk di depan. Eh, kok kami malah jadi ngobrol panjang lebar juga, kali ini membicarakan tentang industri IT di Indonesia, gosip-gosip IT, dan banyak lainnya. Obrolan ini juga sangat seru sampai tanpa sadar waktu sudah menunjukan pukul 3:30. Sebenernya obrolan masih seru banget, tapi karena Nia mau jalan-jalan hari Sabtunya dan saya ada pesawat pulang juga, akhirnya kami memutuskan untuk mengakhiri perbincangan menarik itu dan segera tidur (kecuali firman). Dan berakhirlah malam terakhir saya di Singapore dengan wawasan dan pandangan yang baru 🙂

Iklan
About Adam Ardisasmita (1117 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: