Iklan
My Journal

Mengapa Tidak Semua Orang Bisa Sukses?

Screen Shot 2013-01-19 at 10.42.11 PM

Saya sempat menonton sebuah video menarik mengenai persebaran kekayaan di bumi. Dari video tersebut, terdapat sebuah data bahwasannya lebih dari 70% kekayaan yang ada di muka bumi ini hanya dikuasai oleh 20% dari penduduk di bumi. Sedangkan sisa 30% uang yang ada di muka bumi ini dimiliki oleh 80% penduduk di bumi. Ketika ditanya mengapa hal ini bisa terjadi? Salah satu jawabannya adalah paradigma seseorang tentang uang dan cashflow (penjelasan tentang cashflow di sini). Lalu saat ini sudah banyak buku-buku yang mengajarkan cara untuk menjadi 20% penduduk di bumi yang menguasai sebagian besar kekayaan di bumi ini, tapi mengapa pada kenyataannya komposisinya tidak pernah berubah?

Pada kesempatan yang lalu, saya diberi kesempatan untuk menjadi pembicara pada acara DepokMobi, sebuah komunitas pengembangan aplikasi dan game mobile di Depok (link tentang depokMobi di sini). Saya tertarik untuk melakukan experiment terhadap suatu hipotesis yang saya buat sendiri bahwa sebenernya potensi atau peluang seseorang untuk bisa menjadi golongan yang 20% itu ada, namun sebagian besar dari kita tidak cukup berani untuk mengambil peluang tersebut. Simulasinya sederhana, di awal presentasi saya cuma mengatakan saya butuh satu orang untuk maju ke depan panggung. Seperti yang saya duga, tidak ada yang mau maju. Lalu saya tambahkan informasi bahwa satu orang yang berani maju ke depan, akan saya berikan hadiah. Hmm.. masih tidak ada yang mau maju juga, padahal hanya maju saja bisa dapat hadiah. Mungkin tidak percaya kali yah, saya keluarkan sebuah tas dan saya tunjukan bahwa saya serius, hanya maju saja, akan saya beri hadiah. Namun karena masih belum ada yang mau maju, saya tunjukan hadiahnya, bagi yang berani maju ke depan akan saya berikan sebuah handphone. Yang mengejutkan, tetap tidak ada yang mau maju. Saya harus meyakinkan audience berkali-kali, beneran, ayo cuma maju doang, gak ngapa-ngapain, saya kasih HP. Masih aja gak ada yang berani hingga tiba2 ada satu orang yang ragu-ragu akhirnya mengangkat tangan dan maju ke depan. Akhirnya saya persilahkan maju, saya berikan hadiahnya, dan orang yang berani tersebut bisa kembali ke tempat duduknya sambil diiringi oleh tepuk tangan dari penonton yang lain.

Ini dia peserta DepokMobi yang bakal jadi orang sukses :)

Ini dia peserta DepokMobi yang bakal jadi orang sukses 🙂

Unik bukan? Ada suatu mental yang terbentuk jauh di dasar alam bawah sadar kita yang menjadikan kita “takut.” Dari beberapa buku yang saya baca, mereka yang sukses itu adalah mereka yang berani untuk mengambil peluang. Peluang itu ada dimana-mana dan banyak sekali namun ternyata hanya untuk menjulurkan tangan dan menggenggam peluang itu saja kita banyak yang tidak berani. Orang-orang yang 20% ini, mereka adalah tipikal orang yang ketika saya katakan saya butuh satu orang untuk maju ke depan, mereka akan dengan sigap maju ke depan tanpa peduli apapun resikonya. Toh kemungkinan terburuk dari maju ke depan apa sih? Kemungkinan terburuk dari mengambil peluang apa sih? Gagal? Gagal itu justru kunci keberhasilan. Gak ada orang yang berhasil tanpa mengalami kegagalan. Jadi semakin banyak gagal, semakin dekat orang tersebut dengan keberhasilan. Nah, orang-orang yang duduk di tempatnya, diam, dan tidak berani melakukan apa-apa, mereka tidak pernah merasakan gagal. Jadi kalau kembali ke pertanyaan mengapa tidak semua orang bisa sukses? Saya rasa ada yang salah dengan sistem pendidikan, budaya, dan sosiokultural kita yang menyebabkan seseorang menjadi takut. Itu merupakan sebuah sistem global yang universal terbentuk di lingkungan kita bahwasannya kegagalan adalah sesuatu yang buruk. Kesalahan adalah hal yang harus dihindari sehingga kita dibesarkan untuk tidak boleh salah. Menurut saya, tidak ada yang salah dengan kegagalan, yang salah adalah jika kita mengulangi kesalahan kita dan tidak belajar dari kesalahan itu. Mengutip sebuah kalimat yang ada di tembok kantor Facebook “Move Fast and Break Things”. Maksudnya adalah kita harus bergerak cepat dalam mengambil setiap peluang yang ada di depan kita dan melakukan kegagalan kemudian segera belajar dari kegagalan itu. Ketika kita berpikir cepat dan bertindak cepat dalam mengambil suatu peluang, kita dapat dengan segera melihat apakah yang kita lakukan benar atau salah, kalau salah, kita bisa dengan cepat belajar dan tidak kehilangan fokus atau motivasi untuk terus mengejar peluang. Kalau kita tidak cukup cepat, maka peluang tersebut akan segera diambil oleh orang lain. Jadi, kalau kita ingin menjadi golongan yang 20% itu, mulailah untuk berani bertindak dan jangan takut akan kegagalan.

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

3 Comments on Mengapa Tidak Semua Orang Bisa Sukses?

  1. hai adam, saluuute~ kejadian diatas itu pengaruh didikan juga ga sih dam? kayaknya otak orang banyak tersugesti kalo disuru maju pasti harus ngelakuin sesuatu, ya jawab soal lah, ya ditanya2in lah, trus ga pede banyak orang yg ngeliatin, kalo salah takut diketawain gitu2. tapi kalo udah diiming2in sesuatu tetep ga maju juga keterlaluan sih. maunya di dorong terus kapan majunya. hehe. tulisan2 lo bagus dam, dari list bloger2 yg disamping ini, gue buka2in cuma dikit yg masih nulis..

    Suka

  2. iya ie, memang akibat edukasi, sosial, dan budaya yang ada di sekitar kita. hihi iya nih, banyak yg udah jarang nulis blog di list samping blog gw :p tar gw apus deh yg udah gak aktif dr blog

    Suka

  3. adam just read this.. yg punya mental takut ambil peluang tuh kayaknya emg org2 yg dididik dg cara jaman order baru deh.. klo anak murid gw di al fikri, gw ga nyuruh mrk maju, mrk malah menawarkan diri hahaa.. menurut gw, hal terpenting itu dari budaya dan cara didik di sekolah dan rumah sih, khususnya pendidikan usia dini, anak hrs merasa aman ketika menyampaikan pendapat, jd mrk pun akan seneng nyampein pendapat mrk dan ga takut utk nanya..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: