Iklan
My Journal

Mengenang Kemahasiswaan di Kampus : Tingkat 3

Ini adalah serial ke 3 dari 4 jilid saga kemahasiswaan di ITB, seri pertama di sini dan seri kedua di sini. Intinya saya coba memflashback kehidupan saya di kampus gajah ini selama empat tahun dan edisi kali ini saya akan menulis kisah di tingkat 3. Lumayan padat sih sepertinya kegiatan kemahasiswaan di tingkat 3, oh ya, dan kemahasiswaan itu tidak sama dengan kegiatan di kabinet ataupun himpunan aja yah, ikut lomba, ngulik di lab, ataupun berkegiatan di unit juga bagian dari kemahasiswaan (karena akan ada beberapa cerita tentang itu nanti).

Di liburan musim panas (maksudnya bulan juli) tahun lalu, saya diospek (fakultas dan jurusan), liburan kali ini giliran saya yang menjadi panitia ospek. Saya menjadi kepada divisi materi dan metode PLO, sebuah amanah yang menurut saya amat sangat super menantang. Saya harus memastikan anak-anak 2009 ini mendapatkan materi yang tepat dengan metode yang baik. Bukan hal mudah, saya dan tim materi dan metode (mamed) berkali-kali rapat hingga larut malam, membahas berbagai hal mulai dari yang fundamental, filosofis, historikal, hingga praktikal. Momen mempersiapkan PLO ini benar-benar membuka wawasan dan cakrawala saya tentang berbagai hal, mulai dari makhluk sebagai individu, dunia engineering, sosial, hingga visi misi hidup terutama tanggung jawab sebagai mahasiswa. Mungkin eksekusinya tidak seindah rancangan di atas kertas, namun saya sangat senang telah bekerja bersama tim yang super duper hebat. Cerita tentang mamed di sini.

Rapat Mamed di Tree House Dago

Rapat Mamed di R. Baca CC Barat

Setelah kepanitiaan PLO berakhir, selanjutnya adalah SPARTA. Di SPARTA kali ini saya menjabat sebagai koordinator SWASTA (atau mahasiswa tingkat akhir). Tapi rasanya kinerja saya tidak begitu banyak dan maksimal karena di sambi dua amanah lainnya, yakni menjadi staf eksternal OSKM (yg dulu namanya PROKM dan sebelumnya INKM) dan ketua sertifikasi nautika. Awalnya saya ditawari menjadi ketua divisi di bagian eksternal OSKM, tapi mengingat tanggung jawab yang saya emban di Nautika cukup berat, saya pun tidak bisa menerimanya. Alhasil, prioritas saya lebih banyak di Nautika, mengurus segala persiapan untuk mendapatkan sertifikat selam, mulai dari menyiapkan kelas untuk teori, mengoordinir alat-alat seperti tangki yang segeda gaban, dan banyak hal lainnya. Bayangkan setiap latihan di kolam, pagi-pagi kita sudah menggotong tanki, pemberat, dan alat-alat lainnya ke pick up, lalu menuju kolam saraga, menurunkan benda-benda berat itu lagi, menaikan ke kolam renang (yang di lt 2 itu), latihan berbagai teori, menurunkan benda-benda itu, mencuci, lalu membawa tangki ke suatu tempat di daerah pasteur untuk diisi udara lagi agar besok bisa dipakai lagi. Setelah latihan berhari-hari, kita ke daerah lampung untuk melakukan ujian selam di laut yang sesungguhnya. Cerita tentang proses sertifikasi ada di sini.

Survey Tempat Pelantikan SPARTA

Angkat Tabung Tiap Pagi

Goes to Lampung

Diving di Lampung

Setelah semua itu terlalui, kegiatan di tingkat 3 berikutnya adalah kegiatan di bidang informatika. Saya, dana, prisma, annas, dan imam membuat tim untuk mengikuti imagine cup. Icup merupakan ajang terprestise di informatika karena merupakan kompetisi bertaraf internasional. Kita lumayan memberikan effort untuk melakukan analisis hingga membuat tawaran solusi di bidang mobile apps sehingga kita bisa masuk ke babak semi final (100 besar internasional), tinggal selangkah lagi menuju babak final namun langkah kami terpaksa berhenti sampai di situ. Tapi melihat mereka yang lolos ke final, rasanya memang solusi mereka jauh lebih baik dan effort yang mereka lakukan jauh lebih besar dari kita :p hehehe… jadi, tips buat ikut iCup adalah berikan effort terbaik dengan persiapan sematang mungkin 😀 yang kita buat di iCup dulu bisa dilihat di sini dan ini.

Brainstorming iCup, tim Dynasti – Motion

Coret-coretan awal

Sembari itu, di awal tahun ajaran ini, saya juga sempat diminta tolong membantu di kabinet KM ITB era Herry. Kebetulan saya diminta oleh Mayung, untuk menjabat menjadi deputi propaganda. Jobdescnya cukup banyak karena menyangkut berbagai bentuk media untuk pensuasanaan kampus, mulai dari media digital, cetak, fisik (forum TPB), dan banyak lainnya. Pekerjaan ini cukup menarik karena saya punya akses untuk “menyetir” opini di kampus dengan berbagai fasilitas yang KM ITB miliki. Namun sayang saya tidak bisa menuntaskan amanah ini hingga akhir karena di tengah masa jabatan ini saya mengalami kesulitan membagi waktu untuk kegiatan lain. Pengalaman paling berkesan selama menjabat ini adalah page FB KM ITB pernah di hack oleh orang yg tidak bertanggung jawab  -_-. Abis itu langsung revitalisasi semua password akun KM ITB mulai dari web, twitter, fb, email, dan semua-semuanya. hehehe

Page KM ITB di FB

Acara Kekeluargaan Kominfo

Salah satu kegiatan lain yang mengisi waktu saya adalah Arkavidia. Arkavidia adalah acara besar dari HMIF dimana terdapat berbagai mata acara yang berhubungan dengan dunia informatika. Bisa dibilang, Arkavidia itu ITB Fairnya HMIF. Di sini saya menjabat jadi kadep Eksternal. Kadep eksternal membawahi berbagai divisi yang berhubungan dengan dunia luar dan dunia kampus. Banyak sekali pengalaman menarik mengemban amanah ini, mulai dari lebih mengeratkan hubungan lintas angkatan, dikepanitiaan ini saya berkesempatan untuk mengantar jemput band MOCCA 😀 hehehe…

Promosi Arkavidia di Car Free Day Dago

Bersama Bos Arkavidia

Menjelang akhir perkuliahan di tingkat 3, kegiatan kepanitiaan saya sudah sangat minim (paling hanya ikut di kepanitiaan kecil di himpunan). Sisanya, saya mulai menemukan jalan saya menuju dunia startup dan mobile games. Saya bertemu dengan kuliah sistem multimedia dimana pada kuliah ini kita semua diminta membuat aplikasi mobile sebagai tugas akhirnya. Tak hanya itu, di sinilah saya pertama bertemu dengan Nokia. Pak Yusep (dosen sistem multimedia) menawarkan sebuah kompetisi yang diadakan oleh Nokia. Dari situlah saya pertama kali membuat Gamelan Player dan menjadi pemenang (jumlah download terbanyak) kompetisi tersebut. Hadiahnya adalah jalan-jalan di singapore 😀 (ada ceritanya di sini). Semenjak itu, perjalanan saya di dunia tersebut dimulai. Langkah pertamanya adalah dengan berdirinya Arsanesia 🙂 Salah satunya adalah pitching pertama arsanesia di BVN (link di sini)

Kolam Tanpa Batas di Marina Bay Sand

Pitching Pertama Arsanesia

Di tingkat 4, rasanya tidak banyak aktivitas di himpunan apalagi di kemahasiswaan terpusat, akan lebih banyak aktivitas terkait dunia akademik, dunia industri, dan kegiatan membangun masa depan saya 😀 Nantikan lanjutannya

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

1 Comment on Mengenang Kemahasiswaan di Kampus : Tingkat 3

  1. Indah Permata Sari // 17/09/2012 pukul 10:03 am // Balas

    wah jadi mahasiswa ITB sibuk ya, eh itu tempat yang ada kolam2nya lokasinya dimana? bagus tuh pemandangannya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: