Iklan
My Journal

Satu Tahun Arsanesia

Kue ulang tahun Arsanesia

Puji syukur dan rasa bahagia yang luar biasa bisa melewati satu tahun Arsanesia berdiri. Semenjak tanggal 2 April 2011, banyak sekali pengalaman, pembelajaran, suka, dan duka yang telah dilalui. Pada tulisan kali ini, saya ingin sedikit mengilas balik perjalanan Arsanesia selama satu tahun ke belakang serta momen-momen penting juga bantuan serta dukungan yang telah diberikan oleh rekan-rekan dan sahabat Arsanesia.

Sebelum kepada cerita tentang Arsanesia, saya ingin menceritakan dulu bagaimana awalnya saya bisa menjadi seorang developer aplikasi mobile. Sebenernya semenjak awal sekali, saya ingin bisa ngoding di HP. Harapannya nanti kalau punya anak, bisa bikin game sendiri untuk anaknya. Mulai dari game belajar warna, belajar baca, belajar bicara, hingga nanti belajar fisika. Jadi semenjak tingkat 2, saya mulai mencari-cari tutorial untuk ngoding tersebut. Tapi namanya juga niat, seringkali tertunda-tunda. Hingga akhirnya saya mengambil mata kuliah Sistem Multimedia yang dibuka khusus untuk jurusan STI. Bedanya Sismul STI dan IF adalah dosennya dan alur belajarnya. Beruntung di Sismul STI saya bertemu dengan Pak Yusep yang sangat luar biasa memotivasi kami. Tugas akhir dari mata kuliah tersebut adalah sebuah aplikasi mobile. Beliau berkata, kalau aplikasi kita sudah publish, maka otomatis nilai mata kuliah tersebut akan langsung A. Wah, rasanya langsung semangat membara. Lalu tidak hanya disitu, kesempatan juga datang dari Nokia. Nokia sedang membuat sayembara, kompetisi dimana yang menang akan mendapatkan beasiswa dan exposure besar-besaran dari Nokia. Saya mengajukan beberapa ide ke Pak Yusep dan beliau menyarankan ide saya yang Gamelan Player. Akhirnya fokuslah saya mengerjakan ide yang satu itu. Sempat mengalami kesulitan di sampling sound dan di codingannya, lalu bermasalah di QA, tapi akhirnya publish juga.

Setelah publish, Gamelan Player mendapat jumlah download yang luar biasa tinggi. Saya pun tidak menyangka :’). Lalu tak hanya itu, bantuan dari Nokia semakin kencang saya rasakan. Mulai dari mendapatkan device tester, konsultasi gratis dengan ahli UX, hingga perjalanan ke Singapore untuk mendapatkan insight dan promosi gamelan player pada event Communicasia 2011. Selain itu, muncul banyak lagi program dari Nokia yang semakin mentrigger saya untuk mengembangkan aplikasi mobile.

Lalu setelah saya mengambil kuliah Sismul, semester 6 saya mengambil kuliah dari Pak Yusep lagi yang berjudul Pengembangan Aplikasi Mobile (PAM). Di kuliah ini, kami mendapatkan lebih banyak ilmu tentang pengembangan aplikasi mobile. Lalu suatu ketika, di akhir kelas, Annas, Hazki, Dana, dan Saya berkumpul di kelas. Annas mengajak untuk membuat mobile game bareng-bareng, ya buat iseng-iseng aja sekalian nambah uang jajan :D. Akhirnya diskusi kami semakin panjang hingga sampa pada masalah keuangan. Rasanya klo ngurus beginian isinya cowo-cowo doang, gak akan beres kerjaan. Alhasil kami langsung menuju Sekre yang gak jauh dari ruang kuliah untuk mengajak Dera kerja bareng. Dera pun langsung mengiyakan dan akhirnya kami mulai merancang game yang akan dibangun. Tak lama dari hari itu, Annas menawarkan untuk memasukan ide bisnis ke sebuah acara yang deadline submisinya tinggal H-sekian dan acaranya minggu depan. Besoknya sempat konsultasi ke Pak Budi Rahardjo tentang ide kami dan beliau bilang gak papa submit aja. Klo toh emang harus pitching ya pitching aja. Klo emang gak keterima ya gak papa. Yang penting kan dapet pembelajarannya. Akhirnya tanggal 2 April kami berlima kumpul bareng di S28 untuk nyiapin business plan.

Tanggal 2 April kami mendapatkan nama Arsanesia, yang berarti pulau kebahagiaan. Tujuan kami adalah ingin memberikan warna baru dalam dunia entertainment di Dunia dengan nuansa kebudayaan Indonesia. Visi, misi, target, monetisasi, logo perusahaan, hingga struktur perusahaan kami selesaikan hari itu. AD/ART juga kami sahkan saat itu juga. Semua jadi secara cepat karena dipepet deadline submisi. Rasanya benar-benar sehari yang menguras energi. Esoknya langsung kami submit business plan instant kami ke acara Bandung Venture Night. Eh ternyata ide bisnis kami lolos dan kami dipersilahkan mempresentasikan ide kami di acara Bandung Venture Night. Bisnis plan jadi tanggal 2, Bandung Venture Night tanggal 8. Hanya jeda 6 hari :p hehehe… Tapi dari acara itu, kami mendapatkan feedback yang luar biasa baik, respon yang mendukung kami, serta sebuah liputan yang membuat nama Arsanesia pertama kali dikenal di dunia maya 😀 Akhirnya kami “terlanjur basah” dan meneguhkan diri untuk benar-benar serius mengembangkan Arsanesia.

Dari April hingga pertengahan tahun, kami mengikuti banyak sekali kompetisi ide bisnis untuk memperbaiki bisnis model dan monetisasi kami. Kami merevisi bisnis plan kami, memoles power point kami, dan melatih presentasi kami untuk pitching. Kami juga aktif di meetup-meetup untuk menyerap banyak ilmu. Meetup pertama kami yang menambah ilmu serta semangat kami adalah Startup lokal. Walopun produk belum ada, kami dengan pedenya datang ke sana untuk belajar. Lalu kami mulai mengembangkan ide-ide game. Di awal, proses ini tidaklah mudah. Kami mengalami banyak kesulitan, banyak kebuntuan, bentrokan dengan akademis, dan berbagai kendala lainnya. Banyak pelajaran yang kami dapatkan mulai dari mengelola waktu, mengelola SDM, dan banyak hal lainnya. Lalu datang juga kesempatan berharga yang datang dari project eden, kesempatan untuk inkubasi dan investasi terhadap Arsanesia. Namun kesempatan itu terhalang status kami yang masih mahasiswa (karena dibutuhkan komitmen untuk kerja full time). Lalu dititik itu juga kami memutuskan untuk tidak lagi mencari investor dulu. Setelah ngobrol-ngobrol juga dengan teman-teman dari Agate dan Nightspade, kami memutuskan untuk jalan sendiri dulu. Kami ingin menguatkan internal kami, membangun kualitas dan sistem, serta bergerak dengan kaki kami sendiri. Mungkin suatu saat akan mencari investor atau tetap berdikari, saya juga belum tahu.

Kisaran bulan November, ketika banyak ide games kami yang mati dan berhenti karena berbagai kendala selama berbulan-bulan, kami berhasil merelease sebuah game yang bernama Temple Rush: The Legend of Prambanan Temple. Game ini sangatlah penting bagi kami, karena bukan hanya game pertama yang berhasil kami bangun, game ini juga merupakan pertama kalinya kami bertemu dengan Artistic Director kami saat ini yaitu Aziez. Game ini dikerjakan dalam waktu yang singkat sekali namun berhasil menuai jumlah download yang tinggi juga. Lalu satu kesempatan emas yang kami alami adalah kesempatan untuk berbicara sebagai seorang developer lokal di ajang INAICTA. Ini merupakan kebanggaan terbesar Arsanesia, selain bisa showcase di acara tersebut, kami juga diundang menjadi speaker pada acara ajang penghargaan tertinggi di dunia IT di Indonesia. Tak lama setelah itu, saya mendapatkan gelar Nokia Developer Champion dari Nokia yang memberikan saya kesempatan untuk bisa berbagi dengan lebih banyak lagi developer di Indonesia.

Akhir Desember, kami mulai melakukan pencarian untuk kantor. Kami merasa kerja kami kurang produktif klo tidak ada basecamp. Mulailah pencarian kami dengan duit seadanya. Lalu kami mendapat kabar gembira dari salah satu startup juga yang bernama NoLimit. CEO NoLimit, Aqsath, mengajak kami untuk share kantor. Ukurannya besar, tempatnya cozy, dan klo dibagi dua jadi lumayan terjangkau. Jadilah target kami untuk punya kantor di Januari tercapai 😀 (Thanks to NoLimit). Dengan adanya kantor, produktifitas kami meningkat sangat pesat 😀 Kami juga kedatangan seorang Lead Programmer super Dewa yang bernama Irul, seorang artistic director yang super mahir mengkaji dan melakukan research bernama Mateus, dan seorang programmer serupa Hedi Yunus bernama Roy. Tim kami semakin besar, produk kami semakin berkembang kualitasnya, semakin banyak ide-ide yang bisa diwujudkan dalam waktu cepat. Saat ini in line ada 2 game baru yang siap di publish, 2 game baru yang sedang di dapur, dan ada ide-ide lainnya yang siap untuk diwujudkan 🙂

Satu tahun pertama memang berjalan cukup berat, tapi pelajaran yang didapat juga banyaknya bukan main. Semoga di tahun ke depan, karya-karya Arsanesia bisa terus meningkat kualitasnya, bisa semakin mengangkat derajat karya anak bangsa, bisa mengembalikan kebudayaan Indonesia yang semakin pudar, juga bisa mengenalkan kebudayaan kita ke mata dunia. Terima kasih yang sebesar-besarnya saya ucapkan kepada teman-teman dari Nokia Indonesia (Naren, Bu Upik, dan Mbak Reta), Nokia Singapore (Pearlyn, Tse-jia), teman-teman developer lokal dari Agate, Nightspade, Dycode, Wappa, Radyalabs, dan dev. lokal lainnya, Pak Yusep, teman-teman terdekat saya, kerabat, dan keluarga yang selalu memberikan dukungan, support, serta do’a kepada kami.

Let’s bring back legend to life

p.s thanks juga buat teman-teman yang sudah memberikan ucapan selama ulang tahun baik itu lewat video testimoni, lewat email, twitter, dan media lainnya. Love you all 🙂

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

1 Comment on Satu Tahun Arsanesia

  1. Waw keren selamat ulang tahun Arsanesia, semoga menjadi perusahaan yang terus inovatif di masa depan. Semangat ya kak Adam 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: