My Journal

Pelajaran Luar Biasa dari Acara Junior Masterchef Australia

Junior Masterchef adalah acara pertandingan masak untuk koki-koki cilik kisaran 9-13 tahun. Acara ini menyaring bakat memasak mulai dari ratusan anak hingga ditemukan  1 pemenang sebagai masterchef. Di setiap babaknya, ada berbagai macam tantangan seperti memasak sesuai teman tertentu, memasak dengan bahan-bahan yang sulit, memasak dalam jangka waktu tertentu, memasak dengan meniru resep seseorang, dan lain sebagainya. Saya sendiri tidak bisa memasak, tapi saya menemukan beberapa poin menarik dari film ini selain dari faktor masak-memasaknya

Pelajaran yang berharga dari film ini adalah atmosfir kompetisi yang dibangun baik oleh hostnya dan pesertanya. Dari hostnya, walaupun ini kompetisi yang menegangkan dan penuh dengan tantangan, host di sini bisa menempatkan diri sesuai dengan para pesertanya yang merupakan anak-anak. Tidak seperti ajang reality show atau talent show yang ada di Indonesia, di acara ini hostnya selalu memberi motivasi, semangat, dan mengarahkan anak-anak tersebut untuk berkreasi dan berjuang. Tidak ada kata-kata yang menjatuhkan ataupun memojokan anak-anak tersebut. Bahkan ketika memberi kritikan atau masukan, bahasa yang digunakan benar-benar konstruktif dan penuh dengan inspirasi serta semangat bagi anak-anak. Ini merupakan contoh yang baik bagi seluruh orang tua untuk bisa mengarahkan dan mendidik anak dengan baik. Bagaimana sebagai orang dewasa selalu memberikan ruang bagi anaknya untuk berkreasi, membuat kesalahan, belajar, meraih kemenangan, ataupun menerima kegagalan dengan bijak.

Lalu dari segi anak-anak pesertanya sendiri, perilaku yang ditampilkan merupakan hal yang wajib untuk dipelajari oleh masyarakat di Indonesia (tidak cuma untuk anak-anak). Bagaimana mereka bersikap sportif dalam pertandingan. Walaupun ini kompetisi tingkat nasional yang sangat bergengsi, tidak ada satupun dari mereka yang saling sikut. Secara spontan mereka memeluk temannya (saingannya) yang akan berjuang mengalahkan dirinya, jika menang dia akan memberikan senyum semangat dan penghargaan untuk yang kalah, jika kalah dia akan memberikan apresiasi dan selamat kepada pemenang. Aroma persaingan seperti ini yang seharusnya dimiliki oleh mentalitas masyarakat Indonesia yang saat ini sudah mulai menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan saingannya. Poin lain yang saya catat, yaitu disiplin dan integritas yang tinggi. Contohnya adalah terhadap waktu, ketika waktu sudah habis, walaupun itu hanya kurang menaburkan saus, anak-anak tersebut tidak melanjutkannya karena tau waktunya sudah habis dan merupakan perbuatan yang tidak sportif atau curang jika dia menambahkannya. Walaupun hal kecil itu akan membuatnya kalah, walaupun itu merupakan babak terpenting dari kompetisi tersebut, kejujuran dan sportifitas tetap diutamakan.

Semoga tayangan ini bisa disaksikan oleh masyarakat Indonesia dan memberikan pelajaran berharga tentang mendidik anak, menyikapi persaingan, berlaku sportif, jujur, dan juga memiliki integritas.

About Adam Ardisasmita (1185 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Vice President Asosiasi Game Indonesia | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

2 Comments on Pelajaran Luar Biasa dari Acara Junior Masterchef Australia

  1. eh adam nonton junior masterchef juga yah…hhe

    Suka

  2. Iya, klo lagi di rumah suka nonton juga nih

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: