My Journal

[Supercoolkids] Suka Duka dan Tips BLW

Di Instagram, saya sering sekali share sesi klo Jenna lagi makan. Dan memang kebahagian orang tua adalah ketika ngeliat anaknya makan dengan lahap. Paling stres tentu ketika anak males makan atau pilih-pilih makan. Itu mengapa untuk urusan mendidik anak makan, saya bener-bener belajar dan memastikan menggunakan metode yang terbaik untuk anak.

Setelah mencari referensi dan diskusi dengan teman-teman yang sudah punya anak (dan anaknya makannya hebat), saya dan istri memutuskan untuk menggunakan metode yang namanya Baby Lead Weaning. Saya udah pernah bahas sekilas sih tentang BLW itu di blog tapi waktu itu belum menjalaninya secara langsung. Setelah hampir 5 bulan menjalani BLW, saya mau share pengalaman menggunakan BLW dari Jenna usia 6 bulan sampai sekarang.

Sarapan sambil ngobrol #babyJenna #supercoollife #g7x #10months #blw #blwindonesia

A post shared by Adam Ardisasmita (@ardisaz) on

Pertama saya ingin tentang sukanya dulu yah menggunakan metode BLW. Yang pertama adalah anak menikmati makan. Mindset makan itu menyenangkan sangat ditekankan dalam konsep BLW. Jadi anak akan makan ketika lapar, akan mengambil makanannya sendiri, akan menggigit makanan sesuai dengan kapasitasnya dia, intinya suasana makan itu fun sehingga lama-lama anak akan menanti dan mencari sesi makan. Gak pakai paksa-paksaan dan gak pakai berantem-beranteman karena momen makan terasa natural.

Yang kedua enaknya adalah praktis. Metode ini membuat anak bisa makan apapun (tentu bertahap yah) tanpa perlu preparation yang ribet. Dengan BLW, kita cukup menyiapkan makanan seukuran jari aja abis itu anak bisa makan sendiri. Anak makan, kita juga bisa sambil makan sendiri jadi tenang. Apalagi kalau travelling, gak perlu bawa alat tempur untuk makanannya Jenna. Kalau di restoran gitu, tinggal cari aja makanan apa yang kira-kira bisa Jenna makan.

Makanan favoritnya Jenna #babyJenna #supercoollife #g7x #10months #blw #blwindonesia

A post shared by Adam Ardisasmita (@ardisaz) on

Lalu kalau dukanya, yang pertama dan yang paling berasa adalah proses belajar BLW harus sabar. Ketika anak masih belum ngerti konsep makan, belum ngerti konsep lapar, itu adalah momen yang harus kita terus support. Kadang anak cuma icip-icip, cuma lempar-lempar makanan, dan tidak ada yang masuk mulut. Tapi satu tahun pertama, anak itu kebutuhan utama nutrisinya ada di ASI, jadi gak perlu terlalu khawatir. Yang penting ketika beres ASI, si anak udah bisa makan sendiri dengan mindset yang benar.

Dan duka berikutnya adalah sesi beres-beresnya hahahaha. Emang sih prepare-nya gak perlu pakai blender, gak perlu disaring, dan lain-lain. Tapi pas abis makan, si anak bakal super berantakan banget (tapi tergantung makanannya juga sih). Kalau lagi makan yang sangat heboh kayak buah naga, wah itu siap-siap aja bersihin anaknya bakal kayak mandi deh. Hahaha Terus kalau makanannya lagi yang kecil-kecil kayak nasi gitu, wah butiran nasi bertebaran dimana-mana. Itu mengapa saya ngakalinnya di bawah highchairnya Jenna, saya kasih alas koran klo lagi mau makan yang berantakan. Hehehe

baca juga : [Supercoolkids] Mulai Mengenalkan Metode Makan Baby Led Weaning

Terakhir tips-tips untuk BLW yah. Tips terpenting adalah percaya pada anak. Percaya kalau anak kita itu secara biologi dan alamiah ngerti konsep makan. Dengan membiarkan anak yang mengambil sendiri makanannya, memilih sendiri makanannya, menentukan sendiri jika sudah ingin berhenti, maka anak akan jadi percaya diri dan semakin mahir BLW.

Tips berikutnya adalah jangan ngemil di sela-sela jam makan, terutama antara makan pagi dan makan siang. Hal ini untuk melatih anak tentang konsep lapar dan mengatur jam biologis kalau ada sarapan, makan pagi, cemilan sore, dan makan malam. Karena ketika new born, waktu makan dia kan masih dua jam skali nyusu. Kalo ini pelan-pelan kita ubah timing makannya menjadi sesuai jam biologis normal.

Tips selanjutnya adalah buat suasana makan senatural mungkin. Pas anak makan, ya kita sekeluarga juga makan. Biarkan aja anak melihat orang tuanya makan, nanti dia pelan-pelan niru kok. Kalau kita sibuk duduk di depan dia mastiin dia makan, malah lebih lambat belajarnya. Dengan terbiasa seperti ini, jadi pas saya jagain Jenna, saya bisa tetap makan siang sambil Jenna makan siang sendiri. Oh ya, ini juga konsep natural jangan taro mainan di meja makan yah atau jangan sambil nonton TV. Biarkan anak fokus sama moment makan aja.

Lalu terkait teknis, sebaiknya gunakan highchair/babychair sehingga dia bisa duduk sendiri. Untuk masakan2nya, bisa beli cookbook untuk ide kira-kira dibuatin apa. Klo Jenna mostly makanannya dikukus, kadang Dea bikinin yang agak perlu diproses juga sih. Biasanya Jenna makan karbonya nasi, ubi, kentang. Klo protein ikan kayak salmon, dory, gitu Jenna suka. Sayur kesukaan Jenna udah jelas brokoli, sama labu siam dia juga suka. Buah rasanya hampir semua suka kecuali pisang, gak tahu kenapa hahaha. Dan kalau lagi traveling, kita bisa siapkan makanan2 yg gak terlalu berantakan kalau dimakan sendiri sama anak supaya gak ribet.

Itu sih Suka duka dan beberapa tips BLW. Sebenernya banyak sih tips lainnya, tapi mungkin itu tiap anak beda-beda ya tergantung karakter dan tipikal anaknya sendiri. Kalau ada pertanyaan lagi, silahkan yah 🙂 Oh ya, di bawah ini beberapa video vlog yang saya sempet bahas sedikit tentang BLW yah.

Iklan
About Adam Ardisasmita (1204 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: