Iklan
My Journal

[Supercoolday] Pertanyaan Kapan Pertama Kali Berantem

Saya dan Istri punya pengalaman menarik ketika kami sudah menikah. Beberapa kali kami ditanya oleh teman kami, baik itu yang sudah menikah maupun yang belum menikah, kapan pertama kali berantem abis menikah. Sepertinya ada ekspektasi bahwa pasangan yang baru menikah itu pasti akan mengalami pertengkaran. Biasanya saya tanya balik, emang kenapa harus berantem? Biasanya jawabannya karena namanya baru menikah, pasti ada hal-hal sepele yang membuat pasangan baru itu berantem sesimpel seperti kebiasaan pasangannya sehari-hari. Contohnya misalkan pasangan tidak rapih, suka males untuk bersih-bersih, atau perbedaan kebiasaan yang lainnya.

Anehnya, baik saya maupun istri beranggapan rasanya kami berdua gak mengalami deh berantem-beranteman karena alasan adaptasi kebiasaan. Bisa jadi salah satu faktornya adalah karena saya dan istri sudah kenal cukup lama sebelum menikah sehingga memang sudah tahu kebiasan satu sama lain. Lalu faktor lainnya mungkin juga karena kami dibesarkan dengan pola pendidikan yang tidak jauh beda dimana kami sama-sama diajarkan untuk independent, untuk berkomunikasi, dan saling menghormati. Hal itu membuat tidak adanya perbedaan culture yang terlalu drastis dalam memandang kehidupan. Ato ya memang kami anomali aja sih yah dimana pasangan baru memang harusnya berantem-berantem :p

Tapi gini, ada gak sih kebiasaan pasangan yang membuat masing-masing, baik saya atau dea, tidak nyaman? Jawabannya ya ada. Misalkan saya ini orangnya tidak inisiatif dan mager, terutama dalam urusan kebersihan rumah. Atau kalau istri, tidak hobi masak (dalam artian cooking, bukan baking. Istri hobi banget baking). Mungkin bagi pasangan lain, itu bisa menjadi masalah yah. Tapi poin pentingnya sih ya komunikasi. Kayak klo saya lagi males-malesan, karena saya tidak inisatif, istri tinggal minta tolong aja untuk bantuin nyapu dan ngepel rumah, udah deh abis itu ya saya kerjain. Atau kalau saya lagi pengen makan sesuatu, ya tinggal minta tolong aja, terus beres deh masalah. Dan saya sendiri juga orangnya gak yang mengharuskan istri harus bisa masak, harus bikinin segala macem untuk suaminya, dan lain-lain. Kalau saya bisa kerjakan sendiri ya kenapa enggak. Jadi ya rasanya agak aneh aja untuk hal-hal yang kecil, sepele, dan bisa diselesaikan dengan komunikasi, harus menjadi sebuah bahan pertengkaran suami istri.

Namun kondisi tersebut hanya bisa terjadi apabila pola pandang suami dan istri dalam menjalani kehidupan berumah tangga berada dalam satu framework yang sama. Menurut saya tidak ada yang benar atau salah dalam metode berumah tangga. Kalau seperti saya yang berpandangan suami  punya porsi sama seperti istri dalam mengurus rumah sehingga pekerjaan rumah kita kerjain bareng-bareng, tapi ada juga suami yang berpandangan rumah itu tanggung jawab istri saja, ya masing-masing sah-sah aja asalkan satu sama lain satu pandangan tentang hal itu. Itu baru untuk hal yang sepele yah, lebih jauh lagi pandangan yang fundamental terhadap rumah tangga juga harus sejalan, seperti prinsip-prinsip berumah tangga, aturan di rumah, mendidik anak, dan lain sebagainya. Jadi kalau pola pikir dan fondasi itu sudah sejalan antar pasangan, proses kompromi tidak akan susah, komunikasi menjadi lancar, dan menjalani kehidupan suami istri tentu jadi menyenangkan. Abis rasanya aneh aja, alasan ketemu setiap hari, dari melek sampe melek lagi, kok malah jadi pemicu pertengkaran. Justru itu alasan kita menikah kan, supaya bisa ketemu setiap hari, dari melek sampai melek lagi, dan itu seharusnya menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan dong 🙂

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

1 Trackback / Pingback

  1. [Supercoolday] Satu Tahun Menikah | Ardisaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: