Iklan
My Journal

Nikah Dini Sebuah Masalah?

Keluarga Berencana

Belum lama ini, teman SMP saya yang satu angkatan dengan saya baru saja melangsungkan pernikahannya (dengan teman satu angkatan saya juga semasa SMP). Lalu tak jauh dari hari itu, teman seangkatan saya waktu SD juga menikah dengan teman seangkatan saya waktu SMP. Mereka berdua menikah di usia yang masih sangat muda, 20 tahunan, memiliki tingkat pendidikan yang kurang lebih setingkat dengan saya (masih kuliah), dan mungkin masih belum stabil dari sisi ekonomi. Lalu apakah hal tersebut adalah sesuatu yang salah?

Suatu ketika, saya melihat sebuah papan billboard yang sangat besar yang berisikan kampanye untuk tidak menikah di usia muda yang di sampaikan oleh pemerintah. Lalu juga ada propaganda untuk memiliki anak cukup dua saja. Saya yakin semua itu bertujuan untuk membimbing warga negara Indonesia agar tidak mengalami kesulitan dalam merencanakan masa depannya.

Namun dalam hal ini, saya sepakat dan tidak sepakat. Saya sepakat bahwa masa depan harus dirancang dengan baik, butuh kedewasaan untuk memutuskan akan menikah, dan butuh perencanaan ekonomi yang baik untuk bisa membangun rumah tangga. Namun statement “jangan menikah dini” seakan-akan menyampaikan bahwa menikah di usia muda adalah tidak baik. Menikah muda adalah suatu masalah. Tapi menurut saya, kedewasaan seseorang tidak berbanding lurus dengan usia. Selama seseorang sudah merasa siap dan matang, tidak ada yang salah dengan keputusan mereka untuk melangsungkan pernikahan. Malah hal ini lebih baik daripada terjerumus ke dalam hal-hal yang tercela seperti pergaulan bebas. Namun ya itu tadi, kedua pasangan harus benar-benar yakin dan merasa siap secara lahir batin, yakin, dan mempunyai perencanaan finansial juga. Toh tidak ada garansi juga bahwa seseorang yang sudah berusia cukup tua mampu menikah dan membangun keluarga dengan baik dan pada kenyataannya ada orang-orang yang menikah di usia muda dan memiliki keluarga yang luar biasa harmonis dan bahagia.

Kesimpulan saya, tidak ada yang salah jika seseorang menikah di usia muda ataupun di usia lanjut selama pada fase tersebut kedua pasangan telah sama-sama memiliki kematangan dan perencanaan yang baik. Kalau bisa, billboard di pinggir jalan jangan lagi membuat image bahwa menikah dini adalah sesuatu yang tidak baik, tapi berikanlah kampanye bahwa menikah haruslah direncanakan dengan baik.

*postingan ini saya dedikasikan untuk sahabat saya semasa SD dan SMP yang saat ini telah membina hubungan rumah tangga. Semoga menjadi keluarga yang bahagia

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

1 Trackback / Pingback

  1. Waktu untuk Menikah « Rumah Pikiran Ardisaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: