Iklan
My Journal

Official Third Anniversary : menyulap ruangan menjadi tidak biasa

Tepat tanggal satu Februari 2010 kami merayakan hari jadi ketiga kami. Sebenernya hari resminya tanggal 14 Januari 2010, namun ketika itu kami berdua sedang berlibur di bali, sehingga tidak sempat merayakan secara official hari jadi kami. Tiap tahun kami membawa nuansa dan tema yang berbeda, termasuk kali ini.

Kali ini dia tidak tahu konsep seperti apa yang akan kami gunakan sebagai perayaan hari jadi kami. Saya memang ingin membuatnya menjadi kejutan. Saya menjanjikan kepadanya tempat merayakan yang semi private, nyaman, dan menarik. Dia berkali-kali penasaran tentang tempat yang akan kami kunjungi, tapi saya selalu berikan clue yang membuat dia tidak terpikirkan bahwa tempatnya adalah itu. Tempat itu adalah ruangan tempat tinggal saya biasanya. Namun sudah saya ubah menjadi tempat yang romantis, penuh dengan lilin, balon-balon, dan berbagai macam hiasan lainnya. Malam itu dia kebagian menyiapkan makan malam karena di clue yang saya berikan, tempat tersebut bukan restaurant, sehingga harus membawa makan sendiri. Saya sendiri pun mempersiapkan dekorasi ruangan di tengah himpitan waktu yang sangat sedikit sekali.

Jam enam tepat, saya telah selesai mempersiapkan segala sesuatunya. Dia pun sudah siap untuk berangkat. Dia masih beranggapan kita akan pergi ke suatu tempat sehingga saya minta tempat ketemuannya adalah di tempat saya.  Lalu jam tujuh kurang kami sudah bertemu di dekat tempat saya tinggal. Saya meminta dia menunggu di garasi tempat saya menaruh motor dengan alih ingin mengambil barang di kamar. Padahal saya ke kamar untuk menyalakan lilin, lagu, dan menyiapkan tempatnya. Lalu saya kembali ke garasi dan memintanya membantu membawakan barang yang akan saya bawa. Tapi saya bilang bahwa ada barang yang dia tidak boleh liat dulu, sehingga saya menyuruhnya menutup mata dan saya tuntun ke ruangan tersebut. Lalu ruangan saya buka dan saya persilahkan dia membuka mata. Saya khawatir dia tidak menyukainya, namun ternyata dia sangat menyukai tatanan ruangan tersebut. Dua tali menyilang dekat di langit-langit ruangan dimana bergantungan hiasan-hiasan dan balon. Ruangan pun telah berubah menjadi dominasi putih dan merah. Dua buah kursi menghapad ke meja dengan taplak dengan warna merah. Puluhan lilin menerangi ruangan tersebut. Lantai pun penuh dengan balon berwarna putih dan merah. Hingga akhirnya dia duduk dan terpesona melihat ruangan yang biasanya dia lihat telah berubah total. Dia tampak menyukai ruangan tersebut.

Acara kemudian adalah tiup lilin dan potong cake buatan dia sendiri. Dari dulu saya ingin merasakan pancake khas buatan dia, dan baru malam itu terlaksana. Saya sangat menyukai cake tersebut. Tidak heran dia menggunakan pancake tersebut sebagai menu favorit untuk sarapan. Setelah selesai tiup lilin dan makan cake, Kami melakukan ritual kami, yaitu tuker kado. Kali ini dia duluan yang memberikan kadonya dan meminta saya membukanya. Ternyata isinya adalah buku rencana perjalanan ke eropa kami yang dari dulu ingin kami buat namun tidak terealisasikan juga. Akhirnya kami memiliki buku itu yang akan membuat langkah kami semakin dekat ke sana. Terima kasih yah untuk hadiahnya. Harus kita isi dengan gambar-gambar tempat tersebut biar semakin terasa dekat kita dengan tujuan kita itu. Kemudian giliran saya yang memberikan hadiah saya. Hadiah saya cukup besar, sehingga agar merepotkan. Dia membuka kardus berukuran besar dimana di dalamnya terdapat sebuah bangun segi delapan berukuran 30 centimeter yang tiap sisinya terdapat foto yang menggambarkan perjalan kami berdua selama 3 tahun. Lalu di atasnya terdapat menara eiffel, standing figure kami berdua sebanyak empat buah, yang semuanya beralaskan panorama di eropa yang ingin kami kunjungi. Di bawah miniatur tersebut terdapat ucapan dan kalimat resmi kami pertama kali yang kami ucapkan 14 Januari tiga tahun yang lalu. Dia nampak sangat senang dengan hadiahnya hingga telihat sangat haru. Saya pun bahagia melihatnya yang sangat gembira tersebut. Kemudian kami mengabadikan moment di lokasi yang unik tersebut. Kemudian, kami bermain puzzle. Terdapat satu dinding yang tidak dilapasi kain berwarna putih merah, dinding tersebut dijadikan lokasi pemasangan puzzle panorama malam berbintang. Setelah bersusah payah menyelesaikan puzzle tersebut, semakin lengkaplah nuansa malam itu ditemani oleh panorama malam yang penuh dengan bintang. Setelah itu kami menyantap makan malam yang tentu saja dibuat sendiri oleh dia. Saya disuruh menutup mata saya ketika dia menyiapkan makanan tersebut. Ketika saya membuka mata, terjadi ketidak adilan karena dia memberikan porsi yang sangat banyak kepada saya sedangkan miliknya sedikit. Menu makan malamnya adalah mie-telor-sosis plus kentang. Setelah selesai menyantap makanan, kami pun kembali menikmati indahnya tempat tersebut. Hingga akhirnya dia tertidur dan waktu memang sudah cukup larut. Saya pun mengantarkannya pulang dan mengakhiri malam yang istimewa ini.

-Happy Third Anniversary 14/01/2010-

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

1 Comment on Official Third Anniversary : menyulap ruangan menjadi tidak biasa

  1. Happy Third Anniversary!
    Kadonya adam oke banget ^o^

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: