Iklan
My Journal

Ketika Saya Rindu

Dia : “Aku selalu senang bertemu kamu”

saya: “dan Aku selalu benci berpisah dengan kamu”

Itu kata-kata terakhir yang terngiang di kepala saya. Kita pasti akan sangat ingin bisa berlama-lama dan menghabiskan waktu dengan orang yang sangat kita sayangi. Mungkin berbagai hal akan kita lakukan untuk mencegah kita berpisah dengan orang itu. Bisa dengan mengajaknya minum coklat panas yang pasti akan memakan waktu lama menghabiskannya sehingga bisa membuat dia lebih lama di samping kita. Bisa dengan memperlambat jalan kita dengan dia agar semakin lama waktu berjalan bersama. Banyak hal-hal bodoh yang secara sadar maupun tak kita sadari kita lakukan untuk mencegah momen perpisahan itu muncul. Saya pikir itu adalah hal yang alami dan sangat natural.

Namun perpisahan adalah hal yang tidak bisa lepas dari perjumpaan. Di mana ada pagi pasti ada malam. Di mana ada perjumpaan pasti ada perpisahaan. Sangat lekat dan tidak bisa dipisahkan. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menyikapi perpisahan itu. “InsyaAllah kita masih bisa bertemu lagi kok”. Kata-kata itu membalik roda di pikiran kita, di mana ada perpisahan pasti ada perjumpaan. Tentu kita tak sabar menunggu kesempatan untuk berjumpa lagi dengan dia secepat mungkin. Saat-saat penantian itulah yang disebut dengan rindu. Menanti datangnya pertemuan dengan penuh harap. Menanti datangnya saat berjumpa dengan tetap memikirkannya di dalam pikiran kita, tetap merasakannya di dalam hati kita.

Di saat rindu itu tiba, satu yang bisa membuat saya tenang. Apa yang kita alami ketika kita sedang merindukan dia, kita memikirkan dia dan merasakan dia. Maka dia pun melakukan hal yang sama untuk kita. Dipikirannya  ada kita dan di hatinya pun begitu. Saling memikirkan dan saling merasakan, itulah yang menjadikan saya, orang-orang lainnya, menjadi kuat ketika tidak sedang berada di samping orang yang kita cintai. Bahkan mungkin untuk jarak yang sangat jauh dan waktu yang sangat lama.

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

9 Comments on Ketika Saya Rindu

  1. Kan itu gunanya teknologi, bisa sms telpon YMan

    Suka

  2. Sedih emang kalo harus pisah. Tapi, sebenernya hny bermodalkan rindu dan sekilas ingatan udah bisa mengobati sedikit kesedihan dr perpisahan itu, bwt gw. Tnp alat komunikasi krn gw gtw orgnya ada di mana.

    BTW…
    Buka Blog gw yg jdulnya “PR dari Nadine”, trus bikin posting en tag 7 orang kaya yg gw lakuin yo!
    Cukup bermanfaat, Dam.

    Suka

  3. eh ada si ardisaz!
    gw link blog lo yah

    Suka

  4. laksnugroho // 08/01/2009 pukul 9:47 pm // Balas

    lw lagi kangen ama sapa dam?

    wkwkwkwk

    Suka

  5. laksnugroho // 08/01/2009 pukul 9:47 pm // Balas

    lw lagi kangen ama sapa dam?
    ama gw yah?
    wkwkwkwk

    Suka

  6. huah dam… i feel the same… & melakukan hal yg sama

    Suka

  7. feel the same dam,

    Suka

  8. setuju dam..
    tp untuk beberapa kasus, gw ngerasa, the more i think about it/him/them/her, the more i feel weak and brittle

    Suka

  9. hha
    bener kak, itu mengganggu sekali kalau sudah terjadi

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: