Iklan
My Journal

Komunikasi dengan hati

Sekarang membahas kembali tentang perasaan. Saya menemukan beberapa poin yang cukup menarik masalah perasan. Saya harap ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Karena saya pun masih sedang belajar mengenai perasaan.

Ada orang yang perasaannya sensitif sekali. Melihat sesuatu yang mengharukan saja, langsung menangis. Ada orang yang mudah tersinggung. Mendengar satu kata “kramat” walaupun hanya dalam bisikan, langsung menggelegar emosinya. Ada orang yang sangat lembut. Dijahati maupun dihina seperti apapun, kata-kata yang keluar adalah kata-kata yang menyejukan. Ada orang yang sangat cuek. Diberitahu seperti apapun caranya, ia tidak peduli dan menjalankan segala sesuatunya seperti yang dia inginkan.

Poin menarik dari setiap jenis orang adalah, bahwa setiap orang punya hati. Sejahat-jahatnya orang, ia pasti bisa merasakan sedih dan kasihan. Secuek-cueknya orang, dia pasti tetap memiliki rasa peduli di dalam hatinya. Saya percaya dengan sangat bahwa setiap orang punya hati dan bisa merasakan. Tapi tidak semua orang mempunyai yang namanya empati. Kemampuan untuk merasakan apa yang orang lain rasakan. Seberapa peka seseorang terhadap ekspresi yang disampaikan oleh perasaan seseorang. Kepedulian dan kepekaan inilah yang sulit. Perasaan, ekspresi, empati, dan kepedulian, semuanya satu bagian yang saling berkaitan.

Banyak kasus yang bisa terjadi dalam ketidakmerataan kemampuan seseorang menguasai kemampuan berbicara dengan hati. Ketika orang memiliki rasa kepedulian dan empati yang tinggi, ia bisa dengan segera menangkap apa yang dirasakan seseorang. Ia bisa membaca dari ekspresi sekecil mungkin. Kebalikan dari itu, orang yang memiliki rasa kepedulian yang rendah, ia membutuhkan lebih dari sekedar ekspresi. Ia membutuhkan penekanan dan arahan untuk akhirnya dapat memahami perasaan.

Dari yang saya rasakan adalah, hubungan antar manusia akan berjalan dengan baik kalau kita bisa saling memahami dan saling mengerti. Bisa bicara heart to heart. Karena tidak ada manusia yang sempurna, jadi kita harus selalu bisa memahami kekurangan yang ada dalam diri manusia. Mungkin kita merasakan bahwa lawan bicara kita terlalu sensitif. Kata-kata yang kita anggap biasa, ternyata melukai hatinya. Kita harus bisa mensikapinya dengan tetap menjaga perasaannya. Coba segera cari topik lain agar tidak menyinggung perasaannya. Jangan mengharapkan orang lain paham kalau kita tidak bermaksud buruk. Kitalah yang harus paham bahwa orang tersebut itu sensitif, pilihlah kata-kata yang akan dikeluarkan. Jaga emosi adalah tantangan terberat kalau menurut saya. Menjaga agar tidak terbawa susana yang panas dan tetap menjaga perasaan orang lain. Sebaliknya, jikalau kita berperan sebagai orang yang satu lagi. Sebagai orang yang sensitif. Ketika kita bertemu orang yang kurang bisa menanggapi perasaan kita, jangan keburu marah dengan orang itu. Karena kalau kita marah, yang ada hanya dua kemungkinan. Kalau tidak orang tersebut semakin cuek karena bingung kenapa tiba-tiba kita marah, atau orang tersebut malah marah balik ke kita. Hal yang baiknya kita lakukan adalah mencoba lebih ekspresif. Jika kita ingin dimengerti, cobalah kita buat dia mengerti maksud kita. Gunakanlah bahasa-bahasa yang lebih dapat sampai ke orang itu.

Intinya kunci dari hubungan tersebut adalah saling memahami. Jika kita ingin dimengerti, kita harus mulai dengan mengerti perasaan orang lain itu terlebih dahulu. Saya masih perlu banyak belajar bagaimana memahami perasaan. Bagaimana bisa mengerti orang lain lebih dalam.

Iklan
About Adam Ardisasmita (1205 Articles)
CEO Arsanesia | Google Launchpad Mentor | Intel Innovator | Writer Dailysocial.id and Dicoding.com | Blogger ardisaz.com | Gagdet, Tech, and Community enthusiast.

1 Comment on Komunikasi dengan hati

  1. ya ampuun. stuju daam. hehe. ajarin dong dam caranya ber empati. x)

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: