My Journal

Cashflow Quadrant, Mengenal Tipe-Tipe Arus Keuangan


gambar diambil dari http://www.dotjenna.com

Sekitar tahun 2007-an, saya membaca sebuah buku menarik karangan Robert T Kyosaki yang berjudul Cashflow Quadrant. Walaupun buku tersebut tentang bisnis, saya rasa semua orang wajib membaca buku tersebut sebagai wawasan tambahan tentang bagaimana uang mengalir dalam kehidupan. Mengapa bisa ada orang yang memiliki kebebasan finansial dan kebebasan waktu di saat orang-orang yang lain tidak. Apa yang berbeda dari yang mereka lakukan dengan yang orang lain lakukan. Hal tersebut terkait dengan mindset dan cara pikir yang membentuk 5% dari populasi di seluruh dunia yang akhirnya bisa menjadi orang yang memiliki kebebasan tersebut. Robert T. Kyosaki juga mengarang sebuah buku yang berjudul Rich Dad Poor Dad, sebuah kisah bagaimana orang kaya mendidik anaknya agar jadi kaya juga dengan paradigma yang benar. Saya akan coba mengulas teori tersebut secara singkat, kalau tertarik untuk mempelajari lebih jauh, bisa dicari bukunya di toko buku terdekat.

Jadi, Robert T. Kyosaki membagi tipe orang menjadi 4 quadrant. Quadrant Employee, quadrant Self Employee, quadrant Business Owner, dan quadrant Investor. Secara umum, kita bisa membagi menjadi dua, kuadran kiri dan kuadran kanan. Kuadran kiri adalah mereka yang bekerja mengalokasikan waktunya untuk mendapatkan uang sedangkan kuadran kanan adalah mereka yang tidak perlu menginvestasikan waktunya agar bisa mendapatkan uang. Mengapa begitu? Saya akan coba bahas masing-masing quadrant. Employee adalah orang yang bekerja untuk orang lain, misalkan pegawai bank, karyawan swasta, dan lain sebagainya. Kuadran ini tidak memiliki kebebasan waktu karena jam kerjanya harus mengikuti aturan yang berlaku dan ketika dia tidak bekerja, maka dia tidak mendapat uang. Kemudian ada yang disebut dengan Self Employee atau mereka yang bekerja untuk diri sendiri, contohnya dokter, pengacara, dan lain sebagainya. Mereka memiliki tempat praktek sendiri, bisa kerja dengan jam kerja yang dia tentukan sendiri, namun, ketika dia tidak bekerja maka tidak ada pendapatan yang masuk. Lalu ada yang disebut dengan Business Owner atau orang yang memiliki perusahaan. Bedanya dengan self employee adalah Business owner memiliki yang disebut dengan sistem. Sistem itulah yang membuat ketika business owner tidak bekerja, cashflow akan tetap mengalir. Kemudian yang terakhir adalah investor, yakni orang yang mengalokasikan uangnya agar uang itu kerja untuk dirinya. Sama dengan business owner, investor juga memiliki kebebasan finansial dan kebebasan waktu sehingga ketika dia tidak bekerja, cashflow akan tetap mengalir.

Uniknya, 95% kekayaan di dunia ini dimiliki oleh mereka yang ada di golongan kanan sedangkan 5% sisanya dimiliki oleh golongan kiri padahal mereka yang berada di golongan kanan hanya 5% dari populasi di Dunia. Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena untuk bisa masuk ke golongan kanan amat sangat sulit sekali. Di buku Rich Dad Poor Dad, Robert T. Kyosaki membahas bagaimana sistem pendidikan ini “merancang” kita untuk memiliki mindset menjadi golongan kiri. Selain itu, untuk membangun sistem atau memiliki investasi itu tidaklah mudah. Biasanya, dibutuhkan wawasan yang luas tentang dunia Employee dan dunia self employee terlebih dahulu agar bisa membangun sistem dan menjadi Business Owner atau memahami bagaimana bisnis bekerja sehingga bisa menjadi investor. Bahasan lebih lanjutnya mungkin bisa dibaca di buku-buku karangan beliau yah :D

Kemudian seiring waktu berjalan, saya menemukan berbagai orang dengan berbagai passion yang menurut saya tidak cocok untuk masuk ke area business owner namun juga tidak cukup wawasan untuk bisa berinvestasi. Saya adalah orang yang amat menghargai passion sehingga saya sama sekali tidak pernah memaksa atau mendorong seseorang untuk menjadi Business owner ataupun investor. Tapi, kebebasan finansial dan kebebasan waktu itu penting sekali agar bisa hidup dengan tenang dan juga bisa fokus dengan passion kita. Nah, bagi orang-orang yang merasakan hal itu, jangan khawatir karena sekarang ada jasa financial planner yang bisa membantu kita untuk masuk kuadran kanan, menjadi investor. Seorang financial planner akan mengarahkan alokasi keuangan kita, sesuai dengan profil dan target2 kita. Atau, sekarang juga ada konsep franchise yang bisa membantu kita menjadi business owner tanpa harus membangun sistem karena konsep franchise adalah kita membeli sistem. Jadi, secinta-cintanya kita terhadap passion kita, kita ingin tetap berada di kuadran kiri, jangan lupa untuk tetap memikirkan keamanan finansial dan kebebasan waktu kita dengan mencoba membangun kuadran kanan kita.

About these ads
About Adam Ardisasmita (816 Articles)
Full time husband, Part time CEO and Game Developer at Arsanesia, Tech Enthusiast, Writer, Blogger, and Traveller who Addicted to Tea, Smoothies, and Healthy food.

1 Comment on Cashflow Quadrant, Mengenal Tipe-Tipe Arus Keuangan

  1. Terima kasih atas konten dan info yg menarik dan menginspirasi….thk u

    Like

1 Trackbacks & Pingbacks

  1. Mengapa Tidak Semua Orang Bisa Sukses? « Rumah Pikiran Ardisaz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,786 other followers

%d bloggers like this: