Perjuangan Melapor Pajak Perusahaan


1450461827992

Jadi sama seperti pajak individu yang tiap tahun kita laporkan, pajak perusahaan juga tiap tahun harus dilaporkan. Melaporkan pajak perusahaan ternyata jauh lebih rumit dibandingkan dengan pajak individu. Klo individu cukup memberikan bukti potong saja maka beres, klo pajak perusahaan agak lebih sulit. Apalagi ada perubahan kebijakan mengenai perpajakan di pertengahan tahun 2013 yang mempengaruhi besaran pajak dan cara melaporkannya. Berhubung keuangan di Arsanesia belum sebegitu ribetnya, awalnya saya pikir lapor sendiri dan buat laporan sendiri aja bisa lah yah. Lalu menjelang deadline baru mulai puyeng.

Ternyata membuat laporan keuangan tanpa dibekali ilmu akuntantsi adalah hal yang mustahil. Untuk mempelajari hal tersebut di waktu yang singkat pun bukan urusan yang mudah. Padahal, sebelum deadline, beberapa kali konsultasi ke AR kantor pajak untuk Arsanesia katanya sih gampang bikinnya, saya sih iya-iyain aja. Ternyata jauh lebih kompleks dari yang saya bayangkan dan akhirnya deadline pun terlewati dan katanya bakal kena denda sejuta. Ini pelajaran berharga untuk tidak menyepelekan laporan keuangan :p Akhirnya saya memutuskan untuk meminta bantuan seorang akuntan untuk membuatkan laporan keuangan dan mengisikan form laporan pajak untuk Arsanesia. Tentu akan mengeluarkan biaya tambahan, tapi tidak masalah, namanya juga baru belajar. Ini pertama kalinya lapor pajak soalnya PT-nya baru berdiri bulan April tahun 2013.

Setelah proses pembuatan laporan keuangan dan pengisian form SPT selesai, tadinya beliau yang ingin melaporkan pajaknya. Tapi saya mikirnya, toh tinggal dateng doang apa sulitnya, biar saya aja yang lapor. Pas saya mau lapor, ternyata AR untuk daerah kantor Arsanesia ganti orang, ya gak papa sih, tapi beliau mengoreksi cukup banyak (ada sekitar 4 halaman) dari form yang sudah saya bawa. Ini karena ada perubahan kebijakan dari yang sebelumnya menggunakan PPh 25 menjadi PPh Final. Yasudah saya sampaikan ke akuntan yang membantu Arsanesia, lalu beliau revisi, lalu saya datang lagi ke kantor pajak. Ternyata AR untuk Arsanesia sedang tidak ada, jadinya diterima oleh orang lain. Lalu ada bagian form tambahan yang harus saya lampirkan dan ada bagian yang harus dicap juga, alhasil saya pulang lagi dan datang lagi dengan revisi itu. Setelah datang kembali, yang menemui adalah AR untuk Arsanesia, bukan penggantinya yang kemarin. Lalu ada lagi revisi katanya ada format yang gak sesuai dan laporan keuangan yang salah, terus selama ini kan pakai eSPT, jadi tinggal ketik dan print. Beliau meminta saya untuk ngisi manual pake form yang tulisa tangan saja dan mengganti istilah bahasa inggris di neraca keuangan dalam bahasa Indonesia saja. Akhirnya, setelah pingpong panjang ini, laporan saya diterima.

Walaupun bakal kena denda, mengalami proses yang panjang dan rumit, ini jadi pengalaman berharga agar tidak terulang di tahun berikutnya. Menurut saya sih pelayanan kantor pajak so far so good yah, cuma sosialisasi dan digitalisasinya saja yang masih kurang. Harusnya lapor-lapor dan bayar-bayar gini gak usah lagi pake acara dateng ke kantor. Harusnya konsultasi juga tidak harus dateng ke tempatnya. Andai teknologi IT sudah diimplementasi dengan baik, proses lapor pajak bisa lebih mudah lagi untuk dilakukan. Semoga ke depannya kantor pajak berbendah dan memiliki pelayanan yang jauh lebih baik dari sekarang.

Siapapun Presidennya, Mari Bersatu Kembali


Persatuan Indonesia

Persatuan Indonesia

Tanggal 22 Juli 2014, KPU menetapkan Jokowi-JK sebagai pemenang pemilu 2014. Hasil penetapan ini diwarnai dengan aksi penolakan keputusan perhitungan oleh kubu Prabowo. Untungnya, masyarakat Indonesia saat ini sudah jauh lebih pintar dan demokratis dalam menyikapi aksi protes dari Prabowo dengan tidak adanya kerusuhan sama sekali. IHSG sempat jeblok momen ketika Prabowo melantunkan ungkapan kekecewaannya terhadap KPU, tapi beranjak naik ketika terdengar isu Hatta Rajasa menerima keputusan KPU dan Mahfud MD mundur dari tim kampanye.

Sikap kedua petinggi dan ikon dari kubu Prabowo yang gentleman dan tenang itu yang menurut saya membuat tidak ada kerusuhan apapun yang terjadi. Tak hanya itu, tokoh-tokoh di sosial media mulai dari pejabat hingga artis yang merupakan pendukun Prabowo banyak yang memberikan komentar yang menyejukan menyikapi kemenangan Jokowi. Hanya mungkin di dunia maya Prabowo habis menjadi bulan-bulanan baik itu oleh pendukung Jokowi maupun pendukungnya sendiri. Andaikan Prabowo menerima momen itu dengan lebih terhormat, mengucapkan selamat dan dukungan, tentu nama Prabowo akan semakin besar. Beliau mendapat suara hampir dari separuh rakyat Indonesia, itu adalah prestasi yang amat sangat besar yang harusnya bisa menjadi kekuatan politik untuk menjaga pemerintahan saat ini, untuk memenangkan berbagai pilkada, dan juga untuk menyiapkan amunisi pilpres berikutnya. Tapi ini adalah hak beliau dan harus kita hormati. Prabowo juga masih punya kartu untuk dimainkan yakni mengajukan kasus kecurangan ke MK.

Jadi hingga nanti ditetapkan dan dilantiknya presiden, masih ada peluang bagi kedua calon untuk ditetapkan sebagai presiden. Walaupun masyarakat sudah euforia kemenangan Jokowi, saya tetap menganggap masih ada peluang untuk Prabowo menjadi presiden jika dikabulkan oleh MK. Yang pasti, kita harus siap mendukung siapapun yang menjadi presidennya, apakah itu Jokowi ataupun Prabowo (jika melanjutkan ke MK). Saya sangat senang ilustrasi 1+2 =3, pendukung 1 maupun pendukung 2, ketika presiden sudah terpilih, kita harus bersatu untuk mendukung, mengawasi, dan mengakui presiden terpilih tersebut. Saya rasa iklim demokrasi di Indonesia ini semakin baik dan ini mendorong percepatan kemajuan Indonesia. Untuk itu, mari kita terus jaga dan kawal pemilu 2014 ini hingga pemilu 2019 nanti dengan seksama, damai, dan dewasa.

Pidato John McCain ketika kalah dari Obama tahun 2008

Pidato John McCain ketika kalah dari Obama tahun 2008

[UX] Thumb Zone, Panduan Untuk Mendesain UI Mobile Apps


recite-21095--88729723-lce71e

Membuat aplikasi untuk mobile devices memilliki tantangan sendiri. Untuk membuat aplikasi mobile, kita perlu memikirkan berbagai keterbatasan yang dimiliki oleh perangkat kerasnya, salah satunya adalah ukuran layarnya yang terbatas. Ukuran layar yang relatif kecil jika dibandingkan dengan monitor komputer ini menjadi sebuah isu yang harus kita perhatikan dengan baik. Apalagi mengingat sebagian besar smartphone saat ini menggunakan teknologi touchscreen untuk navigasi, kita harus memperhitungkan icon apa yang harus diletakan, dimana dia diletakan, dan konten apa saja yang harus ditampilkan dalam satu layar. Poin-poin tersebut adalah salah satu tantangan besar dalam mendesain sebuah mobile apps.

Untuk bisa mendesain apps yang baik, kita harus memikirkan bagaimana user berinteraksi dengan apps yang kita buat. Dari hasil peneletian (dari UXMatters.com), ada tiga kebiasaan user dalam memegang smartphonenya (untuk tablet berbeda kasusnya). Ada tipe yang menggunakan satu tangan dan melakukan input dengan satu jari (one handed), ada yang menggunakan dua tangan, satu tangan memegang handphone satu tangan untuk input (cradled), ada yang menggunakan dua tangan untuk input (two handed). Dari hasil penelitannya, ditemukan bahwa persentasi user memegang perangkat smartphonenya adalah 49% One Handed, 36% Cradled, dan 15% Two handed. Dari setiap behaviour user tersebut, bisa kita rancang sebuah area yang memudahkan user untuk memasukan input atau melakukan navigasi di apps yang kita kembangkan. Mengingat persentasi paling besar adalah one handed, maka penting bagi kita untuk memastikan apps kita friendly untuk one handed user.

One Handed

One Handed

Craddled

Cradled

Two Handed

Two Handed

Ada aturan main untuk mendesain apps agar tombol dan konten yang kita buat mudah diakses oleh user yang bernama Thumb Zone. Scott Hurff, seorang ahli di bidang UX dengan pengalaman lebih dari 15 tahun membahas Thumb Zone dari beberapa aplikasi mobile dan menunjukan bagaimana UI dan UX sebaiknya dirancang. Dia mengambil contoh kasus navigasi yang kurang baik dari aplikasi Facebook Paper (tulisan dari Scott Hurff bisa dibaca di sini). Teori Thumb Zone ini menarik karena kita bisa mengatur peletakan icon dengan mengitui area yang mudah dijangkau untuk user. Atau jika kita merasa ada button yang akan jarang untuk dipencet, bisa kita letakan di area yang lain. Hal ini membantu kita membuat prioritas icon atau informasi mana yang penting untuk kita tampilkan di layar yang sangat terbatas.

Thumb Zone

Thumb Zone

Mobile Button Location

Mobile Button Location

Kita bisa menilai sebuah aplikasi mobile itu bagus atau tidak UX nya salah satunya dari penempatan button/icon dan konten di dalam aplikasi tersebut. Saya ingin mencoba memberikan contoh penerapan thumb zone yang diterapkan pada aplikasi.

Pengaplikasian Thumb Zone pada 6tag apps

Pengaplikasian Thumb Zone pada 6tag apps

6Tag adalah aplikasi instagram untuk windows phone buatan Rudy Huyn. Developer ini cukup ternama di Windows Phone karena sering membuat aplikasi dengan UX yang luar biasa cantik. Dulu ketika Instagram official belum masuk di WP, 6Tag adalah andalan banyak user WP. Bahkan saya sendiri saat ini masih prefer 6tag dibandingkan yang official. Kalau kita mau membedah 6Tag dari sisi UX, sesuai dengan teori Thumb Zone, bisa kitap erhatikan bahwa tombol yang paling penting dari instagram diletakan di natural zone, yakni tombol untuk mengambil gambar dan untuk melakukan navigasi (scrolling). Tombol search adalah fitur yang cukup jarang digunakan, oleh karena itu berada di stretch zone. Lalu tombol menu tambahan (yang lingkaran ada tiga) diletakan di red zone karena termasuk tombol yang tidak jadi prioritas. Lalu kita lihat di atas ada empat buah tab yang berada di red zone dan stretch zone, tab ini bisa diakses dengan mudah menggunakan gesture swipe di layar, tanpa perlu klik tombol tersebut. Kalaupun harus klik, default ketika apps ini di buka berada di home sehingga tidak masalah berada di red zone juga.

Thumb Zone di Roly Poly Penguin

Thumb Zone di Roly Poly Penguin

Ketika mendesain Roly Poly Penguin, saya berusaha meletakan setiap ikan untuk berada di natural zone agar mudah dimainkan. Walaupun karena terkendala ukuran ikan, saya terpaksa harus meletakan beberapa di stretch zone. Salah satu peran penting thumb zone ini adalah ketika ingin meletakan tombol pause. Tombol pause bukanlah tombol yang sering dipencet sehingga saya menghindari meletakannya di natural zone. Namun tombol pause juga harus bisa diakses sehingga jangan sampai masuk ke red zone. Akhirnya diputuskanlah tombol pause diletakan di sisi kanan atas, di area stretch zone.

Semoga penggunaan aturan thumb zone ini bisa membantu meningkatkan UX dari aplikasi yang kita kembangkan. Thumb zone bisa kita jadikan patokan untuk meletakan button, icon, konten, dan berbagai elemen lainnya sesuai dengan prioritasnya. Apalagi kalau mendesain aplikasi untuk pengguna di Indonesia yang relatif ukuran jarinya lebih kecil dibandingkan orang Amerika, kita harus lebih hati-hati lagi dalam mendesain layout dari aplikasi kita.

Korean House, Masakan Khas Korea di Sukajadi, Bandung


Interior Korean House

Interior Korean House

Bosan dengan makanan yang itu-itu aja, alhasil membuat saya dan istri mencoba restoran yang belum pernah kami kunjungi sebelumnya. Kebetulan beberapa kali lewat daerah Sukajadi, ada restoran korea yang menarik rasanya untuk dikunjungi tapi belum kesampean. Kami lalu mencoba untuk makan malam di Korean House jalan Sukajadi, posisinya dekat dengan perempatan yang ada bank mandirinya, dekat jalan cemara. Kebetulan di jam makan malam selama bulan ramadhan ini, restoran dan mall sepi sehingga mudah bagi kami untuk parkir dan makan di sana tanpa reservasi2an. Kalaupun penuh pun, sepertinya di sana juga disediakan valet service (ngeliat di pos satpamnya ada tempat gantung kunci cukup banyak).

Ketika masuk, kami langsung di antar oleh staf yang sedang berjaga ke meja. Awalnya saya kira restorannya indoor, ternyata begitu ke dalam bentuknya semi outdoor. Ada juga ruangan2 kecil buat yang ingin menikmati santapan lebih private lagi. Seperti restoran korea di negara asalnya, di sini kita juga diberikan minuman secara cuma-cuma yakni teh korea (kalau gak salah sih bahan dasarnya dari jagung CMIIW). Ketika kami melihat menunya, so far makanan2 terkenal khas korea ada di situ seperti bulgogi, ramyon, bibimbab, topoki, samgyetang, dan lain-lain. Range harganya bisa dibilang cukup tinggi dimana perporsi berada di kisaran 60.000-80.000 rupiah. Di tiap meja juga disediakan alat panggang untuk makanan yang dipanggang langsung. Di sini juga disediakan daging babi bagi yang non muslim, tapi tidak bisa dipanggang di meja, harus dipanggang di belakang untuk menjaga agar yang non muslim tidak memakan kandungan babi di panggangan.

Makanan Pembuka + Kimchi gratis

Makanan Pembuka + Kimchi gratis

Sebelum makanan kami keluar, seperti restoran korea pada umumnya, kami diberikan berbagai jenis makanan pembuka khas korea. Saya sendiri tidak hapal namanya masing-masing piring apa, tapi terlihat ada banyak sayur-sayuran, ada singkong goreng, ada brokoli wortel, dan lain-lain. Yang menarik adalah brokoli wortel yang mirip dengan capcay di Indonesia, tapi tastenya sangat korea. Bukannya gurih, tapi lebih ke asam pedas. Oh ya, sama pastinya disediakan kimchi juga secara cuma-cuma.

Dolsot Bimbibap

Dolsot Bimbibap

Campong

Campong

red paste

red paste

Saya memesan makanan favorit saya, Bibimbap (nasi yang disajikan di pot panas dengan campuran berbagai sayuran) dan istri memesan Campong (mie dengan campuran seafood dan bumbunya pedas). Untuk bibimbap, yang paling penting untuk rasanya adalah red paste khas korea yang menjadi bumbu utamanya. Untuk lidah saya, red paste korea di sini lumayan pedas, tapi overall rasanya enak dan sayurnya segar. Telur yang dimasukan pun hanya kuningnya dan masih mentah, persis seperti bagaimana Bibimbap harusnya disajikan. Nanti tinggal dicampur di dalam pot panas untuk memasak telurnya (bagi yang tidak suka mentah). Untuk Campongnya sendiri, rasanya sangat pedas. Berhubung istri saya sangat suka pedas, jadi menurutnya pas di lidah. Isinya pun sangat banyak, ada jamur, cumi, udang, dan lain-lain.

Semangka (tinggal sedikit, tadinya ada sekitar 6 slice) :p

Semangka (tinggal sedikit, tadinya ada sekitar 6 slice) :p

Satu gesture menarik yang menurut saya cukup meningkatkan experience makan di sini adalah ketika kami meminta bill, tidak hanya tagihan yang datang tapi juga beberapa potong kecil semangka. Mungkin dari sisi harga tidak seberapa, tapi saya tidak memiliki ekspektasi akan diberikan buah secara cuma-cuma dan semangka itu tepat sekali untuk menjadi pencuci mulut setelah makan di sini. Hehehe. Sebuah sajian sederhana tapi bisa membuat kita senang dengan pelayanan di sini. Secara umum, saya menikmati makanan yang ada di sini dari sisi rasa dan juga porsinya. Pelayanannya juga cukup baik, stafnya ramah, dan cepat. Cuma mungkin memang harganya agak mahal sehingga tidak bisa sering-sering makan di sini. Silahkan mencoba ;)

Penurunan Pelayanan Cepat Net


1433619952605

Dulu saya pernah memberikan review tentang Cepat Net di tulisan ini. Tapi tanggal 1 Juli lalu, saya mendapatkan sebuah surat pemberitahuan yang cukup mengejutkan mengenai perubahan pelayanan Cepat Net yang menurut saya pribadi membuat harga dan fasilitas yang diberikannya tidak sebanding lagi. Mulai 1 Juli 2014, Cepat Net memangkas jumlah channelnya dari yang sebelumnya berjumlah 60 Channel menjadi hanya 44 Channel. Sayangnya, banyak sekali Channel bagus yang dihilangkan dan digantikan dengan Channel gratis yang bisa didapatkan dari antena TV biasa. Berikut perubahan Channel yang saya alami.

Screen Shot 2014-07-19 at 6.55.10 PM

Dari daftar di atas, ada 36 Channel yang hilang dari 60 Channel, menyisakan 24 Channel saja sisanya dari paket yang sebelumnya ada. Lalu 20 Channel lainnya ditambahkan dengan Channel2 yang menurut saya tidak menarik, bahkan sebagian besar bisa ditangkap melalui antena biasa. Kalau kita mau paket yang sama seperti sebelumnya, kita harus menyewa dekoder seharga 40rb rupiah dan tetap membeli paket-paket secara terpisah. Untuk paket full seperti sebelumnya (yang mana tetap tidak ada beberapa channel penting untuk saya seperti HBO atau Nat Geo People), total kita harus nambah Rp. 380.000 perbulan dari paket basic yang sudah kita ambil.

Jadi saya pakai paket yang Rp. 300.000 perbulan yang dulu dapet 60 Channel dan internet 1MBps, kini dengan nilai yang sama saya hanya dapat 24 Channel + 20 Channel tidak menarik. Katanya sebagai kompensasi, internet kita dinaikan jadi 1 tingkat di atasnya untuk dua bulan (saya jadi 2MBps), lalu sudah abis itu akan kembali ke paket seperti biasanya. Menurut saya ini tidak masuk akal, dengan layanan yang berkurang, harusnya harganya juga turun dong. Saya merasa kehilangan sebanyak 36 Channel (lebih dari setengahnya) tapi harganya tidak turun satu rupiah pun.

Akhirnya saya memutuskan untuk (merencanakan) berhenti memakai Cepat Net. Saya saat ini sedang mencoba menggunakan layanan TV Berbayar lain untuk melihat kualitasnya. Lumayan ada promo 210.000 free instalasi, semua channel dibuka selama 2 bulan, dan tidak perlu bayar selama 3 bulan. Bisa banget klo cuma untuk ngetes dulu kualitasnya. Nanti klo sudah saya tes, saya akan tulis review tentang TV bebayar tersebut. Yang masih PR adalah internet nih. Kayaknya pengen coba pake Bolt aja, tapi ya di tes dulu bagus ato enggak jaringannya di rumah saya.

Semoga sih Cepat Net bisa segera memperbaiki layanannya sebelum saya memutuskan untuk menghentikan langganan saya ini. Atau minimal, bisa memberikan paket internetnya saja dengan harga yang jauh lebih terjangkau :)

Selamat Tinggal Nokia X


Screen Shot 2014-07-18 at 11.37.11 AM

Rasanya baru sekitar bulan Februari akhir saya menulis tentang kehadiran Nokia X di pasar (tulisan di sini), tapi baru saja kemarin mendapat kabar bahwa Nokia X akan tidak lagi menjadi fokus dari Microsoft dan akan dihentikan pengembangannya (Email dari Stephen Elop tentang rencana Microsoft di sini). Microsoft akan mengisi lini low cost device yang kemarin diisi oleh Nokia X dengan perangkat Lumia yang menggunakan sistem operasi Windows Phone. Tentu ini menjadi suatu kabar yang cukup mengejutkan tapi juga bisa dimaklumi.

Dari tulisan saya sebelumnya, saya sempat membahas bahwa platform Nokia X berbasis Android ini adalah platform yang menarik. Strategi ini mungkin relevan jika Nokia masih berdiri sendiri. Nokia X adalah platform yang paling ideal untuk mengganti platform Asha mereka. Tapi begitu diakuisisi oleh Microsoft, Android adalah rival mereka, rival dari sistem operasi Windows Phone. Agak aneh secara arah gerak perusahaan jika Microsoft mengembangkan platform milik tetangganya sedangkan mereka punya platform sendiri. Mungkin alasan utama dari Nokia X ini adalah untuk menutup kerugian perusahaan Nokia dengan menjual nama besar Android. Kini ketika Nokia sudah menjadi bagian dari keluarga Microsoft, support keuangan bisa menjadi lebih stabil karena lini bisnis Microsoft yang besar dan mapan.

Tidak hanya Nokia X yang akan diberhentikan, Microsoft juga terlihat ingin lebih fokus dan lebih dinamis terhadap perubahaan. Selain kabar ini, Microsoft juga mengumumkan akan menutup beberapa divisi dan melakukan pemberhentian pekerjaan dengan jumlah cukup besar (beritanya bisa dibaca di sini). Jadi memang ini akan jadi satu langkah yang cukup besar dari Microsoft untuk beradaptasi dengan situasi dan juga untuk menentukan arah gerak baru.

Kalau saya ditanya apakah Nokia X gagal, jawabannya adalah belum cukup waktunya untuk bisa mengambil kesimpulan. Dulu waktu device Asha pertama keluar, butuh waktu sekitar 6 bulan untuk kita sebagai developer bisa melihat apakah platform ini berhasil atau tidak mengakuisisi pasar dari jumlah download dan revenuenya. Kalau ini, dari Februari hingga Juli rasanya masih terlalu dini untuk bisa memberikan penilaian. Arsanesia termasuk yang pertama memasukan game-nya ke Nokia X. Baik developer maupun Nokianya sendiri dalam beberapa tahun terakhir ini memang mengalami tahun yang penuh dengan perubahan, mulai dari Qt untuk Symbian^3, Meego, lalu J2ME untuk platform Asha, lalu ke Windows Phone, masuk ke Android, dan kini kembali fokus ke Windows Phone. Tapi bagi saya, support yang diberikan oleh tim Nokia bagi developer tidak ada yang bisa menyaingi. Bagaimana mereka menganggap developer adalah bagian penting dari perusahaan, niat mereka yang ingin membuat developer juga sukses bersama, dan kepercayaan yang diberikan kepada para developer, membuat Nokia adalah ekosistem dengan developer yang besar dan loyal di Indonesia.

Semoga Microsoft dan Nokia bisa semakin bersinergi, masa transisi dilalui dengan baik, dan mampu memberikan platform dan ekosistem terbaik bagi developernya. Selamat tinggal Nokia X, semoga “Nokia X” yang baru mampu mengisi pasar low cost dengan baik. Jangan lupa, resistensi market terhadap platform WP adalah kuantitas aplikasinya sehingga penting sekali bagi Microsoft untuk bisa terus meningkatkan kerja sama dengan para developer untuk menghadirkan aplikasi dan games terbaik di platform tersebut.

Masyarakat Turut Mengawal Pemilu Dengan Teknologi Informasi


Website c1yanganeh di tumblr

Website c1yanganeh di tumblr

Satu lagi terobosan besar dari KPU untuk pemilu kali ini adalah transparansi. KPU memberikan akses kepada masyarakat untuk bisa melihat secara langsung hasil scan dari formulir C1 yang merupakan hasil dari pemilihan di tiap TPS yang ditandantangani oleh panitia dan para saksi beserta total perolehan suaranya. Ini menurut saya adalah langkah besar bagi transparansi birokrasi di Indonesia dan bukti bahwa KPU berada di posisi yang netral dan siap dikritik oleh masyarakat. Namun memang karena keterbatasan bandwidth, proses scanning C1 ini memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar, jadi pertanyaan internet cepat untuk apa yang dilontarkan oleh menkominfo kita itu sangatlah tidak relevan.

Dari proses scanning ini, masyarakat bisa langsung melihat bahwa terjadi banyak sekali kejanggalan. Dengan teknologi IT, masyarakat secara sporadis bisa turut mengawal form C1 yang aneh. Bahkan ada yang membuat blog di tumblr dengan alamat c1yanganeh.tumblr.com yang isinya adalah kumpulan form C1 yang janggal. Ada yang jumlah total pemilihnya tidak sama dengan jumlah suara pemenangnya, ada yang tidak ada isinya, dan banyak lainnya bisa dicek di sana. Masalahnya, TPS yang jumlahnya sangat banyak di Indonesia ini gimana cara kita kawalnya?

Hasil rekap dari kawalpemilu.org

Hasil rekap dari kawalpemilu.org

Untungnya, ada lulusan NTU yang berdomisili di Singapore, dibantu dua rekannya yang bekerja di Silicon Valley Amerika, yang membuat sebuah situs bernama kawalpemilu.org. Situs ini menggunakan bantuan relawan yang jumlah hampir 700 orang untuk mendigitasi formulir C1 yang ada di situs ini (yang datanya diambil langsung dari situs resmi KPU). Relawan yang membantu situs ini juga terdiri dari masyarakat umum, baik itu pemilih calon 1 ataupun calon 2, sehingga datanya tidak dimanipulasi. Terakhir saya akses, hanya rekap C1 yang tersedia, namun saat ini sudah ditambahkan hasil dari DA1 juga. Dari sisi UX, web ini sangat memudahkan kita untuk bisa melihat informasi yang ada, bahkan sampai ke tingkat TPS-nya. Jadi kita bisa mencocokan benar tidak hasil hitung di TPS kita sama dengan yang ada di form C1 tersebut.

Rasanya menyenangkan melihat iklim politik dan birokrasi di Indonesia bisa semakin transparan dan terbuka. Rakyat bisa langsung mengawasi pemerintah bekerja secara langsung. Apalagi dengan akses teknologi informasi yang semakin baik, proses pengawasan bisa menjadi jauh lebih mudah untuk dilakukan. Kota Jakarta sendiri sudah cukup maju dan terbuka dengan teknologi IT yang dibuktikan dengan mengadakan kompetisi bagi para developer untuk membuat aplikasi pengawasan kota jakarta menggunakan data-data yang dibuka dari pusat data di Jakarta. Harapannya, ini menjadi satu langkah besar menuju keterbukaan informasi dan peran aktif masyarakat dalam mengawal tidak hanya proses pemilihan umum saja, tapi juga keberjalanan pemerintahan kita ke depan.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,731 other followers

%d bloggers like this: