Konsolidasi Bank di Indonesia

20140420_132424_btn-dan-bank-mandiri

Sekarang sedang marak isu konsolidasi bank di Indonesia. Saya sendiri sudah mengharapkan adanya kerja sama yang erat antar bank-bank di Indonesia, terutama bank miliki negara. Saya melihat dari kasus yang simpel, metode pembayaran tanpa uang tunai menggunakan teknologi kartu ber-RFID. Saya mengambil contoh sederhana di negara maju seperti Singapore atau Korea dimana terdapat satu kartu yang dapat digunakan untuk berbagai macam pembayaran, mulai dari pembayaran transportasi, supermarket, dan lain-lain. Kalau di kita, tiap lembaga punya kartu masing-masing yang hanya bisa ditopup di atm milik bank tersebut, misal untuk tol kita harus menggunakan kartu milik bank mandiri, untuk belanja di tempat tertentu harus pakai kartu yang lain, dan seterusnya. Ini sebenernya contoh simpel aja dari perlunya integrasi fasilitas atau infrastruktur bank demi mempermudah masyarakat.

Tapi untuk isu yang lebih makro, saya sempat berdiskusi dengan beberapa pelaku di industri perbankan. Salah satu topik yang ramai dibicarakan adalah ketika Bank Mandiri ingin mengakuisisi BTN. Sebagai orang yang tidak mengerti keuangan dan perbankan, saya sih berpikir naiv aja, klo Bank bergabung, tentu powernya akan semakin besar. Saya lalu bertanya kepada om saya yang berada di BI, beliau juga menganggap akuisisi itu adalah hal yang logis dari sisi keuangan dan ekonomi. Lalu saya bertanya kepada rekan saya yang bekerja di bank mandiri, kondisinya memang BTN itu kemampuan untuk menyimpan modalnya sudah mentok dan tidak bisa diperbesar lagi, untuk itu perlu dilakukan akuisis untuk memperbesar kapasitas dari bank tersebut. Jadi memang sebenernya itu adalah hal yang tepat untuk dilakukan demi kebaikan dua belah pihak serta masyarakat luas.

Faktanya, teman saya bercerita kalo kasus itu sudah dipolitisasi dan isunya menyimpang dari yang seharusnya. Bank Mandiri sudah berencana untuk mengakuisis beberapa bank lain juga yang itu bertujuan baik untuk kemajuan ekonomi di Indonesia, tapi tidak mudah karena banyak sekali orang yang punya kepentingan di sini. Hambatan datang dari banyak sektor, mulai dari penggiringan opini di media, interfensi presiden, dipersulit di legislatif, hingga teman saya menyaksikan sendiri preman-preman bayaran yang demo di depan kantor bank mandiri. Kalau situasi politiknya seperti ini, sulit rasanya bank di Indonesia untuk bisa maju dan bersaing.

Ada satu hal yang cukup mengerikan, di tahun 2015 akan mulai era perdangan bebas, lalu di tahun 2020 akan jauh lebih terbuka lagi. Saya lupa istilahnya apa, tapi di tahun 2020, bank asing dan bank swasta bisa dengan mudah membuka cabangnya di Indonesia. Menyikapi hal ini, seluruh negara sedang merencanakan konsolidasi bank milik mereka untuk bersatu karena tidak mungkin bisa bersaing jika mereka tidak bersatu. Semengerikan itu potensi ancaman di 2020 dimana seharusnya bank milik kita pun harusnya melakukan hal yang serupa. Tapi namanya pemerintah, politik, dan pejabat di Indonesia, semua itu pasti balik lagi ke kepentingannya masing-masing. Dibutuhkan revolusi besar-besaran di tatanan pemerintah untuk bisa membuat Bank di Indonesia bisa bergerak dengan cepat dan menyiapkan diri. Melihat kondisi saat ini sih sangsi yah, tapi gak tau pemerintah kedepan akan jadi seperti apa nanti. Selama BUMN masih penuh kepentingan, Bank kita dan perusahaan BUMN kita lainnya gak akan kemana-mana. Saya juga curiga, dirut pertamina yang sekarang mengundurkan diri karena males ngurusin ketidaktegasan pemerintah serta banyaknya tarik ulur kepentingan. Jadi kita doakan saja, pemerintah berikutnya bisa lebih baik memimpin Indonesia ini.

Satu kabar gembira adalah bank milik negara saat ini sedang merencanakan untuk menggabungkan infrastruktur mereka, seperti jaringan ATM, EDC, dan lain-lain. Hal ini tentu akan menjadi contoh konsolidasi yang positif untuk bisa bersaing dengan bank lain. Memang seharusnya dari sisi infrastuktur, bank-bank milik negara harus bersatu. Nanti diferensiasinya di fitur dan fasilitas produk perbankannya saja. Tapi ya ini hanya opini dan celoteh dari seseorang yang tidak mendalami ilmu ekonomi dan perbankan, mungkin analisis saya ada yang salah atau mungkin ada informasi yang belum diketahui publik. Yang penting, kita harus terus mendukung kebijakan dan regulasi yang memberikan impact positif buat ekonomi dan masyarakat Indonesia.

[Supercoolday] Pertanyaan Kapan Pertama Kali Berantem

Screen Shot 2014-08-19 at 2.48.46 AM

Saya dan Istri punya pengalaman menarik ketika kami sudah menikah. Beberapa kali kami ditanya oleh teman kami, baik itu yang sudah menikah maupun yang belum menikah, kapan pertama kali berantem abis menikah. Sepertinya ada ekspektasi bahwa pasangan yang baru menikah itu pasti akan mengalami pertengkaran. Biasanya saya tanya balik, emang kenapa harus berantem? Biasanya jawabannya karena namanya baru menikah, pasti ada hal-hal sepele yang membuat pasangan baru itu berantem sesimpel seperti kebiasaan pasangannya sehari-hari. Contohnya misalkan pasangan tidak rapih, suka males untuk bersih-bersih, atau perbedaan kebiasaan yang lainnya.

Anehnya, baik saya maupun istri beranggapan rasanya kami berdua gak mengalami deh berantem-beranteman karena alasan adaptasi kebiasaan. Bisa jadi salah satu faktornya adalah karena saya dan istri sudah kenal cukup lama sebelum menikah sehingga memang sudah tahu kebiasan satu sama lain. Lalu faktor lainnya mungkin juga karena kami dibesarkan dengan pola pendidikan yang tidak jauh beda dimana kami sama-sama diajarkan untuk independent, untuk berkomunikasi, dan saling menghormati. Hal itu membuat tidak adanya perbedaan culture yang terlalu drastis dalam memandang kehidupan. Ato ya memang kami anomali aja sih yah dimana pasangan baru memang harusnya berantem-berantem :p

Tapi gini, ada gak sih kebiasaan pasangan yang membuat masing-masing, baik saya atau dea, tidak nyaman? Jawabannya ya ada. Misalkan saya ini orangnya tidak inisiatif dan mager, terutama dalam urusan kebersihan rumah. Atau kalau istri, tidak hobi masak (dalam artian cooking, bukan baking. Istri hobi banget baking). Mungkin bagi pasangan lain, itu bisa menjadi masalah yah. Tapi poin pentingnya sih ya komunikasi. Kayak klo saya lagi males-malesan, karena saya tidak inisatif, istri tinggal minta tolong aja untuk bantuin nyapu dan ngepel rumah, udah deh abis itu ya saya kerjain. Atau kalau saya lagi pengen makan sesuatu, ya tinggal minta tolong aja, terus beres deh masalah. Dan saya sendiri juga orangnya gak yang mengharuskan istri harus bisa masak, harus bikinin segala macem untuk suaminya, dan lain-lain. Kalau saya bisa kerjakan sendiri ya kenapa enggak. Jadi ya rasanya agak aneh aja untuk hal-hal yang kecil, sepele, dan bisa diselesaikan dengan komunikasi, harus menjadi sebuah bahan pertengkaran suami istri.

Namun kondisi tersebut hanya bisa terjadi apabila pola pandang suami dan istri dalam menjalani kehidupan berumah tangga berada dalam satu framework yang sama. Menurut saya tidak ada yang benar atau salah dalam metode berumah tangga. Kalau seperti saya yang berpandangan suami  punya porsi sama seperti istri dalam mengurus rumah sehingga pekerjaan rumah kita kerjain bareng-bareng, tapi ada juga suami yang berpandangan rumah itu tanggung jawab istri saja, ya masing-masing sah-sah aja asalkan satu sama lain satu pandangan tentang hal itu. Itu baru untuk hal yang sepele yah, lebih jauh lagi pandangan yang fundamental terhadap rumah tangga juga harus sejalan, seperti prinsip-prinsip berumah tangga, aturan di rumah, mendidik anak, dan lain sebagainya. Jadi kalau pola pikir dan fondasi itu sudah sejalan antar pasangan, proses kompromi tidak akan susah, komunikasi menjadi lancar, dan menjalani kehidupan suami istri tentu jadi menyenangkan. Abis rasanya aneh aja, alasan ketemu setiap hari, dari melek sampe melek lagi, kok malah jadi pemicu pertengkaran. Justru itu alasan kita menikah kan, supaya bisa ketemu setiap hari, dari melek sampai melek lagi, dan itu seharusnya menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan dong :)

Menyetir Mobil Automatic vs Manual

Screen Shot 2014-08-19 at 2.21.34 AM

Sehari-hari biasanya saya menggunakan mobil dengan kopling manual. Ketika lebaran kemarin, saya tukeran mobil dengan keluarga di rumah karena mobil yang biasa saya gunakan akan dipakai untuk mudik sehingga saya harus menggunakan mobil yang automatic sementara. Memang sih dari sisi kepraktisan, menggunakan mobil matic itu lebih mudah, hanya tinggal gas dan rem saja, tidak perlu ganti-ganti kopling. Dengan begitu, kaki kiri kita juga tidak pegel, klo lagi tanjakan juga tidak perlu heboh ngerem atau setengah kopling, dan lain-lain.

Di sisi lain, penggunaan mobil matic juga membuat saya kagok karena lebih sulit mengontrolnya terutama untuk pergerakan-pergerakan yang kecil. Dengan mobil manual, memainkan kopling membuat saya bisa mengendalikan mobil lebih mantap dan lebih presisi, misalkan untuk tanjakan, untuk bergerak, dan untuk parkir. Yang paling repotnya, parkir mobil di rumah BSD itu membutuhkan saya untuk parkir mundur di tanjakan (karena garasinya agak nanjak). Ditambah lagi garasinya memang panjangnya agak ngepas sehingga harus benar-benar mepet tembok. Agak repot memang klo tidak ada kopling yang bisa membantu saya menyesuaikan pergerakan yang hanya sedikit untuk parkir mundur ditanjakan.

Jadi memang mobil matic dan manual itu masing-masing ada kekurangan dan kelebihannya. Mobil matic itu nyaman banget untuk di ibu kota yang rajin macet jadi gak pegel. Udah gitu tangan dan kaki kirinya bisa lebih free. Mobil manual lebih enak untuk medan-medan yang ekstrem dan untuk melakukan pergerakan yang butuh kendali lebih presisi. Tapi saya pribadi saat ini, masih lebih prefer manual dibandingkan matic. Bagaimana dengan anda?

Belajar Ngoding Lagi

Screen Shot 2014-08-19 at 1.58.19 AM

Walaupun saya lulusan Sistem dan Teknologi Informasi ITB dimana porsi untuk membuat code (ngoding) tidak begitu besar, saya tergolong orang yang bisa dan senang ngoding. Terakhir kali saya bener-bener membuat satu buah program full dari awal hingga jadi adalah ketika membuat Gamelan Player di tahun 2011. Semenjak itu, saya sudah tidak pernah secara langsung terlibat dalam pembuatan barisan code.

Di Arsanesia, kerjaan saya dulu lebih banyak di area pengembangan bisnis, marketing, dan game design. Tapi semenjak beberapa bulan yang lalu, kebutuhan saya untuk ikut ngoding semakin tinggi sehingga saya termotivasi untuk belajar lagi ilmu yang sudah hampir tiga tahun tidak saya gunakan. Saya harus mengulang kembali konsep-konsep dasar dari pemrograman (hanya skimming sih) kayak OOP dan Struktur Data, lalu saya mengunduh eBook dan video tutorial tentang unity (tools yang Arsanesia gunakan untuk membuat game saat ini), dan yang pasti terjun langsung ke proyek-proyek kecil di Arsanesia.

Sebuah modul kecil untuk Roly Poly Penguin yang saya butuh waktu lama utk membuatnya. Practice make perfect

Sebuah modul kecil untuk Roly Poly Penguin yang saya butuh waktu lama utk membuatnya. Practice make perfect

Kemarin untuk pertama kalinya saya berhasil membuat satu buah modul kecil yang sederhana untuk update game Roly Poly Penguin. Walaupun ketika udah jadi dan saya melihat kembali codingan saya, rasanya itu sungguh super berantakan. Tapi yasudah lah, yang penting jalan. Next code aja bikin yang lebih rapi. Saat ini juga saya bertanggung jawab memegang satu proyek game secara utuh dari sisi pemgrogramannya. Harapannya sih bisa semakin lancar lagi dalam membuat barisan kode :) Memang menantang sih jobdesk saya saat ini yang semakin bertambah banyak, tapi tentunya saya sangat menikmati semua pekerjaan saya saat ini mulai dari tetap memegang game design, marketing, QA, dan juga menjadi programmer :D

*N.B ada satu lagi motivasi besar saya kenapa saya harus belajar ngoding lagi. Saya pernah mendapat nasihat dari salah satu mentor saya yang juga merupakan seorang CEO perusahaan IT, beliau berkata:

Seorang CEO yang baik itu harus memiliki kemampuan untuk bisa mengerjakan produknya sendiri dan terlibat penuh di dalam pengembangannya. Menjadi CEO perusahaan IT, kemampuan coding adalah hal yang wajib untuk dimiliki.

Layanan Uber Dijegal di Jakarta

Screen Shot 2014-08-18 at 10.53.32 PM

Uber merupakan sebuah startup yang sudah berdiri dari tahun 2009 di Amerika. Uber merupakan sebuah platform yang menghubungkan antara pengguna transportasi dengan penyedia jasa transportasi seperti taksi atau jasa penyewaan mobil. Dari sisi teknologi, Uber memiliki kelebihan yang sangat memudahkan penggunanya seperti :

  • fitur untuk mencari kendaraan terdekat,
  • fitur untuk memprediksi perkiraan biaya dari satu lokasi ke lokasi lain,
  • fitur pembayaran yang otomatis dipotong dari kartu kredit (sehingga tidak ada transaksi dengan supir),
  • fitur untuk memberikan feedback terhadap supir,
  • fitur untuk melihat profil dari supirnya,
  • fitur untuk membagi tagihan dengan penumpang lain,
  • Serta banyak lagi fitur lainnya yang secara teknologi amat sangat memudahkan pengguna dalam bepergian.

Tak hanya dari teknologi, dari sisi keamanan uber juga memastikan driver atau perusahaan yang menjadi penyedia kendaraan itu benar-benar terpercaya. Bahkan uber juga memberikan training kepada para driver agar bisa memberikan pengalaman yang menyenangkan dalam berkendara. Jadi benang merahnya, uber bukanlah perusahaan transportasi, tapi perusahaan yang membuat aplikasi untuk menghubungkan penumpang dengan penyedia jasa transportasi.

Namun sayangnya, terobosan seperti ini ternyata banyak membentur regulasi di berbagai negara. Uber mengalami banyak sekali kasus yang bertentangan dengan aturan pemerintah di suatu negara seperti baru-baru ini Di Australia, ada juga kasus di Canada, Amerika, Jerman, Inggris, bahkan di US sekalipun masih banyak kasus hukum yang harus dihadapi uber. Di Jakarta, dinas perhubungan juga memberikan penolakan terhadap uber yang menjegal langkah uber untuk beroperasi di ibu kota.

Alasan dari dishub itu pun kurang lebih sama dengan sebagian kasus hukum yang dialami uber, yakni masalah dengan perizinan. Aturan kita tidak bisa mendefine layanan uber itu apa, sehingga uber disamakan dengan penyedia jasa transportasi setipe dengan taxi. Uber sendiri sudah menekankan klo mereka bukan taxi. Memang masalah regulasi di Indonesia ini bisa terbilang agak lelet untuk bisa mengikuti perkembangan zaman, jadi tentu bukan hal yang mudah bagi inovasi untuk bisa tumbuh. Sangat disayangkan sebuah alternatif transportasi publik yang efeknya tentu bisa mengurangi penggunaan mobil pribadi ini harus terhambat langkahnya. Tapi semoga dengan komunikasi yang intens, bisa ditemukan jalan keluar agar uber bisa mendapatkan lampu hijau untuk beroperasi di Indonesia.

[Sunday Cover] Arif Irshadi – Rather Be

1525191_614493731921000_1162784172_n

Halo-halo, masih ingat dengan Arif Irshadi yang pernah saya tulis di blog sebelumnya (di sini dan sini)? Sekarang Arif lagi rajin ngeluarin lagu cover di Soundcloud setiap hari Minggu jam 18.00 WIB yang diberi nama Sunday Cover. Kita bisa juga loh klo mau request lagu via account Soundcloud atau Fanpage FB-nya. Saya akan share Sunday Cover dari Arif Irshadi setiap hari Senin yah :) Enjoy!

[GameLog] Update Roly Poly Penguin: Leaderboard

Banner Roly Pol Penguin

Leaderboard

Leaderboard

Fitur Leaderboard ini sebenernya direncanakan menjadi fitur yang diupdate secepatnya pasca rilis. Akan tetapi, berhubung tools yang kami gunakan ini (unity engine) masih baru bagi kami, serta penggunakan API dari SDK Facebook merupakan yang pertama kalinya bagi kami, ditambah kami menggunakan lagi layanan 3rd Party yakni App 42 sebagai cloud service untuk leaderboard, proses pengembangan update Leaderboard ini mundur jauh dari timeline.

Roly Poly Penguin sempat kehilangan momentum di Store karena lama update-nya, tapi tidak masalah. Experience dan knowledge yang kami dapatkan untuk membuat leaderboard ini sangat worth it dan bisa diimplementasikan ke game-game kami yang lain nantinya :) Tentunya bakal lebih cepat implementasinya.

Satu hal yang menjadi kendala terbesar bagi kami selama pengembangan fitur Leaderboard ini adalah bug di Unity. Ada beberapa bug yang terjadi di engine itu sendiri seperti bug tidak bisa capture screen pada Unity 4.3.4 (yang kini sudah diperbaiki), atau bug tidak bisa pull profpic di FB untuk device Android (yang sampe tulisan ini ditulis belum bisa diperbaiki sehingga yang untuk Android belum diupdate). Klo kasusnya begini kami gak bisa ngapa-ngapain selain nunggu update atau patch dari unity -_-

Yang pasti fitur ini adalah salah satu fitur yang paling ditunggu-tunggu oleh player dan merupakan salah satu poin yang cukup vital dari desain mekanik game yang kami buat di Roly Poly Penguin. Update-update berikutnya akan jauh lebih cepat dari ini prosesnya dan akan segera juga diporting ke iOS. Semoga dengan fitur yang semakin baik dan optimasi keyword dan ASO yang kami lakukan, performa Roly Poly Penguin bisa semakin bagus ke depannya :)

Big TV, Layanan TV Berbayar dengan Pilihan Channel yang Banyak

Layanan TV Berbayar Big TV

Sebagaimana telah saya post sebelumnya tentang kualitas dari layanan TV Kabel  yang sebelumnya saya gunakan, Cepat Net, telah menurun, saya memutuskan untuk mencari alternatif dari Cepat Net. Sebenernya dari hitung-hitungan harga dan kualitas, Firstmedia yang paling bagus. Tapi sayangnya, Firstmedia belum masuk ke area BSD tempat saya tinggal. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk menggunakan Big TV. Toh biaya pendaftarannya hanya 210.000, gratis all channel untuk 2 bulan, di bulan ketiga masih gratis untuk basic channel, tidak ada denda kalo putus kontrak, dan yang paling penting ada siaran sepak bolanya :)

1. Posisi Menentukan Prestasi

Parabola Big TV

Parabola Big TV

Big TV ini menggunakan parabola, bukan kabel, sehingga butuh spot untuk memasang parabola di rumah saya. Biaya pemasangan gratis kok. Semakin strategis posisi parabolanya, semakin oke kualitasnya. Untungnya di halaman belakang saya, posisinya terbuka dan arahnya pas sehingga bisa dapet sinyal yang kuat. Walaupun menurut saya, posisinya kurang tinggi sih, tapi kata masnya oke. Jadilah parabola itu di bor di tembok halaman belakang.

2. Klo Mendung, Siaran Hilang

Nasib klo lagi mendung

Nasib klo lagi mendung

Hari pertama menggunakan Big TV, langsung diuji oleh hujan di malam harinya. Layaknya parabola pada umumnya, klo langit mendung, hilang tayangan di TV :'( ini konsekuensi logis sih, apalagi parabola saya letaknya tidak begitu tinggi. Mungkin bisa lebih baik klo parabola kita cukup tinggi (mungkin yah). Jadi ya patut disayangkan ketika langit mendung kita tidak bisa menikmati layanan Big TV ini. Klo hujan tapi langitnya tidak terlalu mendung masih bisa sih.

3. Semua Channel Bersih

Channel HD nya bersih

Channel HD nya bersih

Lalu dari sisi channel, semua channel yang dibuka oleh Big TV sebagai bagian dari promo berfungsi dengan baik. Gak ada semut-semutnya, gak ada patah-patahnya, semuanya lancar. Bahkan layanan channel HD juga berjalan dengan baik. So far dari sisi Channel sesuai lah yah dengan brosurnya.

4. UI dan Remote kurang Responsif

Desain remote yang kurang pas di tangan

Desain remote yang kurang pas di tangan

Berhubung Parabola pakai box decoder sendiri, jadi remotenya khusus juga. Ohya box tersebut sudah bisa HDMI yah :) Sayangnya remotenya kurang sensitif. Desain remotenya tidak ergonomis di tangan sehingga agak sulit klo mau ganti-ganti channel atau sesimpel mengubah volume. Lalu dari sisi program di box decodernya juga UInya kurang nyaman dilihat mata dan ditambah kurang responsif. Ada delay cukup besar, rasanya hampir lebih dari 0,5 detik dari saya pencet tombol hingga aksi dijalankan di box decoder tersebut. Jauh kurang responsif jika dibandingkan dengan Indovision.

5. Tidak ada Bein 3 :'(

Kurang Bein 3 nih :'(

Kurang Bein 3 nih :'(

Nah ini dia yang saya sayangkan, hanya ada Bein 1 dan Bein 2. Saya sengaja beli Big TV biar bisa nonton liga Inggris untuk nonton MU main. Hari pertama liga Inggris, eh pertandingan MU disiarinnya di Bein 3 -_- Haduh, gimana ini ujung-ujungnya saya musti streaming juga.

6. Tidak ada layanan Internet

Tunggu Review tentang Bolt 4G

Tunggu Review tentang Bolt 4G

Sebagai pengganti layanan cepat net di rumah, Big TV tidak menyediakan layanan internet tidak seperti Cepat Net. Yasudah sebagai gantinya, saya sekarang menggunakan Bolt 4G. Nah review Bolt 4G seperti apa, nantikan postingannya yah :)

Maraton Meeting Lagi

Meeting maraton

Semenjak awal tahun ini, Arsanesia sedang fokus menggarap produk. Salah satu produk yang sudah rilis dan sedang terus dikembangkan adalah Roly Poly Penguin yang tersedia untuk Windows Phone, Android Google Play, dan Nokia X. Ada satu lagi produk yang sebentar lagi memasuki fase beta. Dengan kesibukan yang sangat padat ini, saya bisa dibilang mulai mengurangi kegiatan di luar kantor seperti meeting-meeting, datang ke event, atau sekedar networking. Ibaratnya sekarang lagi fase masuk goa :p

Kebetulan Sabtu kemarin saya (setelah sekian lama di goa) keluar kandang buat meeting di Jakarta. Kali ini langsung dua meeting saya gabungkan jadi satu hari biar efisien, dilakukan di Jakarta juga sekalian pas saya lagi pulang ke BSD. Saya pertama janjian ketemu sama Faza, komikus dari Si Juki, dan yang kedua dengan senior saya di Informatika ITB, Reza.

Meeting dengan Faza membicarakan update santai aja bertukar kabar tentang kemajuan juki dan progress arsanesia. Kita juga ngebahas game juki yang molor hampir setaun karena sama-sama sibuk. Kali ini kita udah siapin konsep yang lebih cihuy untuk juki dalam media game. Tunggu saja kabar mainnya. Lalu Faza juga sekarang punya startup namanya pionicon yang memberikan jasa agency untuk karakteri fiktif seperti Juki. Menarik kan? Kita tunggu saja tanggal launching dari Pionicon :)

Meeting berikutnya sebenernya lebih ke sharing pengalaman sih. Ada senior saya yang punya ide untuk mengembangkan sebuah startup bersama teman-temannya. Saya cuma berbagi informasi aja tentang landscape di industri IT di Indonesia sekitar talent, venture capital, market, dan lain-lain. Setidaknya saya punya koleksi banyak sekali kegagalan selama tiga tahun menjalankan startup yang bisa saya share biar tidak terjebak di lubang yang sama :) Oh ya saya sangat open klo ada yang mau diskusi atau ngobrol2 tentang startup ini, sekedar berbagi ide, brainstorming, dan lain-lain. Jadi monggo aja kontak saya klo mau kopi2 cantik, tapi paling ya susah nyari waktunya aja klo di luar Bandung :p

 

Menikmati Wisata Dusun Bambu di Bandung

Dusun Bambu

Dusun bambu adalah salah satu destinasi wisata yang sedang ramai dibicarakan orang selain Lawangwangi dan Tebing Keraton. Sekali lagi internet dan sosial media menjadi salah satu media untuk meningkatkan sektor pariwisata kita di Indonesia. Sering sekali saya melihat postingan foto-foto bagus dengan di objek wisata Dusun Bambu ini.

Menara Bambu

Menara Bambu

Dusun Bambu berlokasi di dekat villa istana bunga, hampir ke arah lembang sih, tapi belok di pertigaan yang ada restoran api unggunnya. Atau bisa juga naik dari depan terminal ledeng yang ke arah restoran Maja House. Dari sisi akses ke lokasi, menurut saya termasuk baik yah. Jalannya lebar, dua jalur, tapi ya kendalanya klo weekend jalan ke lembang (mulai dari setia budi) itu macetnya minta ampun. Saya sendiri naik ke lembangnya via Dago Giri lalu tembus di Punclut. Buat yang tau jalan di Bandung enak nih, bisa ngehemat macet di jalan sampe 1-2 jam klo lewat jalur alternatif ini. Tapi ya kita kena pungli sekitar 5000 + 2000 +2000 selama melewati jalan-jalan ini :p

Begitu sampai di belokan dusun bambu, terlihat antrian mobil yang cukup panjang. Saya pikir penuh, pas saya buka jendela dan tanya ke petugasnya, ternyata antrian beli tiket. Mobil 10 ribu, terus perorang yang masuk 10 ribu. Harganya cukup terjangkau lah. Pas masuk, lahan parkirnya super luas. Dijamin pasti kebagian parkir klo main ke sana. Setelah parkir, kita akan masuk di area sawah-sawahan. Untuk ke area utamanya (restoran), kita harus berjalan tidak jauh sih, tapi nanjak, jadi ada opsi naik mobil transportasi dari Dusun Bambu gratis ke restoran.

Mobil Dari Dusun Bambu

Mobil Dari Dusun Bambu

Restaurant

Restaurant

Begitu sampai di atas, kita bisa melihat ada beberapa sektor. Sektor kafe sangkar burung, sektor gedung restoran (ada dua gedung), sektor danau, dan rerumputan. Masing-masing lokasi tersebut punya atraksi dan daya tariknya sendiri. Saya sendiri mulai dengan ke kafe berbentuk sangkar burung yang legendaris itu. Kebetulan pas saya datang, ada yang kosong. Reservasinya di sangkar paling pertama yang kita temui di jembatan itu. Sewa sangkar yang kecil 100 ribu perjam dan sewa sangkar yang besar 125 ribu perjam. Di dalam kita bisa mesan makanan langsung, mbak-mbaknya rutin datengin kita buat nanya mau pesan apa. Tapi lebih oke lagi klo ada tombol untuk manggil stafnya sih, jadi klo mau pesan-pesan lagi gampang.

Kafe sangkar burung

Kafe sangkar burung

Foto di dalam sangkar burung

Foto di dalam sangkar burung

Daftar Menu dan HArga

Daftar Menu dan Harga

Menu makannya biasa, tapi harganya mahal. Yah wajarlah. Di sangkar itu sangat enak suasanya, kita bisa ngobrol puas lama banget di sana. Satu-satunya yang bikin kurang nyaman adalah banyak orang lalu lalang di depan sangkar untuk foto-foto (padahal diujung jembatannya jalan buntu). Tiap ada orang lewat, kerasa tuh goyangnya sampe sangkar kita. Tapi yasudah lah. Satu jam berlalu tanpa terasa, saya melanjutkan ke sektor lainnya.

Di bawah sangkar burung itu, ada playground untuk anak-anak kecil bermain. Tak jauh dari situ, ada juga penyewaan sepeda. Kami jalan mencari kamar mandi yang terletak di bawah gedung restoran. Lalu ada juga tempat reservasi untuk booking hotel. Katanya ada hotelnya di daerah sawah-sawahan di bawah, tapi saya belum sempat lihat juga sih.

Sewa Sepeda

Sewa Sepeda

Ada mushola kecilnya

Ada mushola kecilnya

Abis dari kamar mandi dan mushola, kami bergerak ke area danau. Sebelum sampai di danau, di sebelah gedung restoran yang satu lagi, ada sungai kecil dan tanah lapang penuh dengan rumput. Ruang terbuka hijau seperti ini yang menurut saya masih sangat jarang di Indonesia dan harus terus diperbanyak. Ini bisa menaikan happiness index masyarakat karena bisa berekreasi dan mendapatkan hiburan yang gratis.

Sungai kecil

Sungai kecil

Play Ground

Play Ground

Di danau ada wahana sampan dan bola air. Tapi yang bikin spesial, ada panggung di tengah danau yang diisi oleh orkestra angklung yang memainkan lagu-lagu populer. Terlihat banyak sekali pengunjung yang duduk di undakan rumput menikmati suasana sambil mendengarkan orkestra tersebut. Lalu ada juga restoran dalam bentuk rumah-rumah kecil yang berjejer di tepi danau. Kita bisa menggunakan ruangan itu gratis asalkan kita memesan makan seharga 125-150 perorang untuk minimal 6 porsi. Klo sama keluarga ke sana enak kali yah, sambil duduk-duduk, makan, menikmati orkestra angklung yang indah.

Pertunjukan Angklung

Pertunjukan Angklung

Gubuk di tepi danau

Gubuk di tepi danau

Setelah puas keliling, kami pun turun ke tempat parkiran lagi. Kali ini tidak menggunakan mobil dari Dusun Bambu karena jalannya turunan dan sekalian pengen lewatin daerah sawah. Sepanjang jalan terlihat sekali bahwa Dusun Bambu ini ditata dengan sangat detil, sangat rapih, dan pantas untuk dijadikan tempat wisata favorit. Aksesnya yang tidak begitu sulit dijangkau menjadi nilai plus tersendiri dari dusun bambu. Saya amat sangat merekomendasikan tempat ini bagi siapapun yang sedang berkunjung ke Bandung.

Ladang sawah

Ladang sawah

Ladang sawah

Ladang sawah

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,744 other followers

%d bloggers like this: